Headline.co.id – Mengapa Piala Eropa Tidak Memiliki Perebutan Juara Tiga?
JAKARTA – Pertanyaan tentang ketiadaan pertandingan perebutan juara tiga di Piala Eropa atau Euro kerap kali muncul. Hal itu juga terjadi pada Euro 2024 yang baru saja berakhir dengan Spanyol sebagai juara.
Sejarah Perebutan Juara Tiga
Pertandingan perebutan juara ketiga terakhir kali digelar pada Euro 1980, di mana Italia melawan Cekoslovakia. Cekoslovakia keluar sebagai pemenang setelah melalui drama adu penalti dengan skor 9-8.
Namun, laga itu dianggap sepi peminat, baik di stadion maupun di layar kaca. Alasan ini menjadi dasar UEFA untuk menghapus pertandingan perebutan juara ketiga sejak 1984.
Pandangan Pelatih
Mantan pelatih Belanda Louis van Gaal pernah memperdebatkan perlunya perebutan juara tiga. Menurutnya, pertandingan tersebut tidak penting dan berpotensi menambah kekalahan bagi tim yang telah kalah di semifinal.
Format Perebutan Juara Tiga
Jika perebutan juara ketiga masih ada, seharusnya Belanda bertemu Prancis di Euro 2024. Kedua tim tersebut sama-sama kalah di semifinal.
Belanda harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 2-1, sementara Prancis dikalahkan Spanyol juga dengan skor yang sama.
Alasan Ketiadaan Perebutan Juara Tiga
Ketiadaan pertandingan perebutan juara tiga di Piala Eropa disebabkan oleh beberapa faktor:
* Kurangnya minat penonton
* Potensi kekalahan beruntun bagi tim yang telah kalah di semifinal
* Dianggap tidak penting, karena yang terpenting adalah menjadi juara
Dengan demikian, Piala Eropa tetap akan menentukan peringkat satu dan dua, tanpa adanya perebutan juara tiga, sehingga tim yang kalah di semifinal harus menerima peringkat empat dan lima.
sumber: https://www.antaranews.com/berita/4198182/alasan-di-balik-tidak-adanya-juara-3-dalam-piala-eropa.






















