Headline.co.id, Bone Bolango ~ Penggerak HAM Desa Toto Utara, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, menjadi saluran bagi warga untuk menyampaikan persoalan pemenuhan hak asasi manusia (HAM). Fasilitasi pengaduan itu diperkuat melalui kegiatan Penguatan Kapasitas HAM yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Sulawesi Tengah Wilayah Kerja (Wilker) KemenHAM Gorontalo di kediaman Kepala Dusun I Widuri, Rabu (4/11/2026).
Melalui Penggerak HAM, masyarakat dapat menyampaikan persoalan terkait bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Mekanisme tersebut disiapkan KemenHAM untuk mendekatkan pelayanan serta pendampingan persoalan HAM hingga tingkat desa.
Penggerak HAM Desa Toto Utara, Tia Dwi Lestari Nento, mengatakan tugasnya mencakup menampung keluhan warga, mengidentifikasi persoalan, serta mengoordinasikannya dengan pemerintah desa dan KemenHAM.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penggerak HAM Jaga Kerahasiaan Data Warga
Tia meminta masyarakat tidak khawatir menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Menurut dia, informasi dari warga akan ditangani secara terbatas bersama pihak yang berkepentingan sesuai kebutuhan.
“Kami memiliki kapasitas untuk menjaga kerahasiaan data masyarakat. Jadi, warga tidak perlu takut menyampaikan keluhannya. Permasalahan yang disampaikan akan ditangani secara terbatas bersama pihak-pihak yang berkepentingan sesuai kebutuhan,” ujar Tia.
Ia menjelaskan, persoalan yang diterima Penggerak HAM tidak langsung diselesaikan tanpa proses pemeriksaan. Penggerak HAM terlebih dahulu melakukan identifikasi dan koordinasi untuk memahami persoalan serta menentukan langkah penanganan sesuai kewenangan pihak terkait.
Setelah proses tersebut, persoalan dapat dibawa ke forum mitigasi konflik dengan melibatkan instansi yang berkaitan. Dengan mekanisme itu, pengaduan masyarakat diharapkan memperoleh penjelasan dan tindak lanjut dari lembaga yang memiliki kewenangan.
Warga Soroti Pengelompokan Desil Kesejahteraan
Salah satu isu yang muncul dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM adalah ketidaksesuaian kondisi ekonomi warga dan pengelompokan desil kesejahteraan. Pengelompokan tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran bantuan sosial.
Dalam sesi diskusi, warga Dusun I Widuri, Mariam Djamil, mempertanyakan tindak lanjut pengaduan mengenai warga yang dinilai kurang mampu, tetapi tercatat dalam kelompok desil yang lebih tinggi.
Menanggapi pertanyaan itu, Tia menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan didorong untuk dibahas dalam rapat mitigasi konflik. Pembahasan itu akan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial agar kondisi warga di lapangan dapat disampaikan secara langsung kepada instansi yang berwenang.
“Kami akan berupaya menghadirkan BPS dan Dinas Sosial dalam rapat mitigasi berikutnya, sehingga masyarakat bisa menyampaikan langsung kondisi yang terjadi di lapangan dan mendapatkan penjelasan dari instansi terkait,” jelasnya.
KemenHAM Dorong Desa Inklusif
Koordinator Wilayah Kerja KemenHAM Gorontalo, Sarton Dali, mengatakan Penggerak HAM berperan sebagai penghubung masyarakat, pemerintah, dan instansi terkait.
Menurut dia, keberadaan penghubung tersebut membantu memastikan persoalan yang ditemukan di masyarakat dapat diidentifikasi dan dikoordinasikan sesuai kewenangan setiap lembaga.
Dalam kegiatan yang sama, Analis HAM Ahli Muda Wilker KemenHAM Gorontalo, Nouval Mohamad, memberikan penguatan mengenai pentingnya membangun desa inklusif. Ia juga mendorong peningkatan kepedulian terhadap kelompok rentan serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Nouval mengingatkan bahwa penghormatan terhadap HAM perlu dimulai dari kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut lain diwujudkan dengan tidak melakukan diskriminasi, membantu warga yang membutuhkan, menghargai pendapat orang lain, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
KemenHAM berharap keberadaan Penggerak HAM dan edukasi langsung di Desa Toto Utara dapat mendorong warga lebih berani menyampaikan aspirasi. Upaya itu juga diarahkan untuk membangun lingkungan desa yang aman, setara, dan berkeadilan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






