Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar mendukung pengusulan KH Abbas Abdul Jamil dari Pesantren Buntet Cirebon sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi perwakilan Pesantren Buntet di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Pengusulan tersebut kini telah masuk daftar nominasi setelah disidangkan tim penilai pahlawan nasional dan menunggu keputusan final Presiden.
Pertemuan itu membahas kiprah KH Abbas Abdul Jamil sebagai ulama sekaligus pejuang kemerdekaan, termasuk perannya dalam membangun pendidikan Islam. Perwakilan keluarga besar Pesantren Buntet, Moh. Mustahdi, berharap pemerintah menetapkan KH Abbas sebagai Pahlawan Nasional karena jasanya dalam perjuangan kemerdekaan dan pengembangan pendidikan Islam.
Mustahdi hadir bersama Anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Cirebon. Ia menyampaikan harapan agar gelar Pahlawan Nasional juga diberikan kepada tokoh ulama dari kalangan pesantren.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Mustahdi, pihak keluarga dan Pesantren Buntet terus mengawal proses pengusulan KH Abbas Abdul Jamil hingga penetapan resmi oleh pemerintah. Mereka juga telah mengumpulkan sumber primer untuk mendukung pengusulan tersebut.
Sumber yang dikumpulkan lain dokumen arsip sejarah dari Belanda serta catatan surat kabar sezaman yang berada di Leiden. Bahan-bahan tersebut digunakan untuk membuktikan peran dan kepemimpinan KH Abbas secara objektif dan ilmiah.
“Utamanya sih dari pesantrennya sih, Kiai. Dari sekian banyak pahlawan kan pesantren itu hampir tak pernah dikedepankan akarnya. Padahal Diponegoro juga dari pesantren. Hampir semua pahlawan dari pesantren, tapi kayaknya tak tergali gitu mengenai asal-usul dari pesantren,” kata Mustahdi.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik pengusulan tokoh ulama dari pondok pesantren sebagai Pahlawan Nasional. Ia mengatakan, unsur pesantren perlu mendapat perhatian dalam pengusulan gelar tersebut.
“Iya, kan saya termasuk Tim 7 ya, untuk pahlawan nasional. Saya memang mengusulkan bahwa jangan hanya jenderal yang diusulkan pahlawan nasional, tapi kiai juga, dengan ketajaman penanya dan sebagainya. Apalagi Kiai Abbas,” tutur Nasaruddin.
Menag menyampaikan, berkas pengusulan KH Abbas Abdul Jamil telah masuk daftar nominasi setelah melalui sidang tim penilai pahlawan nasional. Tahap berikutnya adalah menunggu keputusan final di tingkat Presiden.
Peran Kiai dan Santri dalam Perjuangan Kemerdekaan
Nasaruddin menegaskan pentingnya pengakuan terhadap kontribusi elemen pesantren dalam sejarah pergerakan bangsa. Menurut dia, perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan kelompok tentara atau militer, tetapi juga melibatkan jaringan kiai dan santri.
Para kiai dan santri, kata Menag, turut mengangkat senjata untuk membela Tanah Air. Dalam konteks itu, KH Abbas Abdul Jamil disebut memiliki peran strategis dan kepemimpinan yang luar biasa, terutama dalam menggerakkan perlawanan pada pertempuran 10 November di Surabaya.
Pengusulan KH Abbas sebagai Pahlawan Nasional menjadi bagian utama audiensi Menteri Agama dan perwakilan Pesantren Buntet. Pihak pesantren berharap proses tersebut terus dikawal sampai pemerintah menetapkan keputusan resmi.
Pesantren Buntet Bahas Pengembangan Pendidikan
Selain membahas pengusulan KH Abbas Abdul Jamil, audiensi juga membicarakan pengembangan sarana pendidikan di Pesantren Buntet Cirebon. Pengurus pesantren memaparkan proses transformasi perguruan tinggi dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) menuju Institut Buntet Pesantren.
Pengurus juga menyampaikan permohonan percepatan izin sejumlah program studi baru, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Inggris. Menteri Agama menyambut baik perkembangan tersebut.
Nasaruddin berkomitmen membantu memproses perizinan program studi selama seluruh berkas administrasi telah terpenuhi. Dengan demikian, pembahasan dalam audiensi tidak hanya berkaitan dengan pengusulan gelar Pahlawan Nasional, tetapi juga penguatan kelembagaan pendidikan di lingkungan Pesantren Buntet.
Pada akhir pertemuan, Nasaruddin menyampaikan rencana kunjungan kerja sekaligus silaturahmi balasan ke Pondok Pesantren Buntet Cirebon pada akhir bulan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


![[Siaran Pers] Wamen Nezar Patria: Saatnya Startup Aceh Menciptakan AI Berbasis Bahasa Lokal](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-wamen-nezar-patria-saatnya-startup-aceh-menciptakan-ai-berbasis-bahasa-lokal.jpg)
















