Headline.co.id ~ Satlantas Polres Kediri Kota menggencarkan edukasi keselamatan berlalu lintas pada hari kedua Operasi Patuh Semeru 2026, Selasa (27/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan di wilayah hukum Polres Kediri Kota melalui pembagian brosur kepada pengguna jalan dan program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) bagi 69 siswa madrasah ibtidaiyah. Edukasi digelar untuk meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Upaya itu dilakukan dengan menyampaikan sasaran pelanggaran operasi serta mengenalkan tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Operasi Patuh Semeru 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pada hari kedua pelaksanaan, sosialisasi kepada pengguna jalan berlangsung pukul 06.30 hingga 07.30 WIB.
Petugas Satlantas Polres Kediri Kota membagikan brosur yang memuat sembilan sasaran pelanggaran yang menjadi perhatian utama selama operasi. Sasaran tersebut meliputi penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai standar, melawan arus lalu lintas, serta menggunakan telepon genggam saat berkendara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pelanggaran lain yang menjadi atensi adalah tidak mengenakan sabuk pengaman, menggunakan helm yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), dan melampaui batas kecepatan.
Operasi juga menyasar pengendara di bawah umur, pengemudi yang berada di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, serta pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.
Operasi Patuh Semeru 2026 Dorong Perubahan Perilaku
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, upaya menekan angka kecelakaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan dan penegakan hukum.
Perubahan perilaku pengguna jalan, kata dia, juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman. Kepatuhan terhadap aturan, penggunaan perlengkapan keselamatan, dan sikap saling menghormati antarpengendara menjadi faktor yang perlu diterapkan dalam aktivitas berlalu lintas.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak menunggu kehadiran petugas untuk mematuhi aturan. Keselamatan perlu dijadikan kebutuhan setiap hari oleh seluruh pengguna jalan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2026 yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat. Melalui informasi mengenai pelanggaran yang menjadi sasaran operasi, pengguna jalan diharapkan memahami risiko dari perilaku yang tidak tertib.
Polsanak Libatkan 69 Siswa MI Alam El-Faws
Setelah sosialisasi kepada pengguna jalan, kegiatan berlanjut pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB di Kantor Satlantas Polres Kediri Kota, Jalan Brawijaya Nomor 25.
Sebanyak 69 siswa MI Alam El-Faws SSC Kediri mengikuti kegiatan yang dipandu Unit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Materi yang diberikan juga mencakup pengenalan profesi kepolisian, fungsi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), serta berbagai rambu jalan. Kegiatan tersebut dikemas melalui program Polisi Sahabat Anak atau Polsanak.
Pengenalan aturan lalu lintas kepada anak-anak menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman keselamatan secara berkelanjutan. Edukasi tidak hanya diarahkan kepada pengguna jalan dewasa, tetapi juga kepada generasi yang sejak dini perlu mengenal fungsi rambu dan isyarat lalu lintas.
Edukasi Keselamatan Ditujukan untuk Semua Usia
Satlantas Polres Kediri Kota menggabungkan sosialisasi lapangan kepada pengguna jalan dengan kegiatan Polsanak bagi pelajar. Dua pendekatan itu diarahkan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dari usia dini hingga dewasa.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota berharap kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas dapat terjaga secara kondusif.
Operasi Patuh Semeru 2026 masih berlangsung hingga 8 November 2026. Selama pelaksanaan, sasaran utama yang disampaikan kepada masyarakat mencakup kelengkapan dan standar kendaraan, kepatuhan terhadap rambu serta arus lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, dan larangan berkendara dalam kondisi yang membahayakan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















![[Siaran Pers] Wamen Nezar Patria: Kolaborasi Startup dan Rumah Sakit Buka Akses Inovasi Kesehatan Digital](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-wamen-nezar-patria-kolaborasi-startup-dan-rumah-sakit-buka-akses-inovasi-kesehatan-digital.png)


