Headline.co.id, Tanah Datar ~ Pacu Kuda Bupati Cup II 2026 di Gelanggang Pacu Kuda Dang Tuanku, Bukit Gombak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, diikuti 65 ekor kuda dari sejumlah daerah. Ajang Pacu Kuda Open Race dan Tradisional itu berlangsung selama dua hari, 18–19 Oktober 2026, dan dibuka pada Minggu (18/10/2026). Perlombaan tetap digelar di tengah kondisi kabut asap dengan mengutamakan keselamatan, kesehatan, serta ketertiban penonton dan peserta. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut ditujukan untuk melestarikan olahraga tradisional dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Peserta Pacu Kuda Bupati Cup II 2026 tidak hanya berasal dari Sumatra Barat, tetapi juga dari luar provinsi, termasuk Sumatra Utara dan Pulau Jawa. Selama dua hari, panitia menjadwalkan 25 kali pacuan, yang terdiri atas 11 pacuan pada hari pertama dan 14 pacuan pada hari kedua.
Ketua Pelaksana Pacu Kuda Bupati Cup II 2026, Bayu, mengatakan perlombaan dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sponsor, aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga pihak lain yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Alhamdulillah, kegiatan pacu kuda kembali dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, sponsor, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah membantu persiapan hingga pelaksanaan kegiatan ini,” kata Bayu.
Pacu Kuda Bupati Cup II 2026 Jadi Upaya Pelestarian Tradisi
Pembukaan kegiatan diawali dengan penyerahan gelanggang dari tiga nagari, yakni Baringin, Pagaruyung, dan Saruaso, kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra.
Eka Putra menyampaikan, pacu kuda merupakan olahraga tradisional yang selalu dinantikan masyarakat, khususnya di Batusangkar. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Alhamdulillah, sesuai dengan komitmen kita sejak awal tahun, insyaallah pacu kuda dapat dilaksanakan dua kali dalam setahun. Ini merupakan olahraga favorit masyarakat yang sangat dinantikan. Kita berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Eka Putra.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan di sekitar gelanggang. Seluruh pihak, termasuk pedagang dan penonton, diminta mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar perlombaan berjalan lancar dan aman.
“Kita ingin seluruh masyarakat merasa nyaman menyaksikan perlombaan. Karena itu, kebersihan harus dijaga, begitu juga ketertiban di sekitar arena. Pedagang diharapkan berjualan di tempat yang telah ditentukan dan tidak memasuki lintasan pacu karena dapat mengganggu jalannya perlombaan,” tegasnya.
Seluruh perlombaan dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan dan standar yang ditetapkan organisasi pacuan kuda. Pengaturan aktivitas di sekitar lintasan juga dilakukan untuk menjaga kelancaran jalannya pacuan.
Keselamatan Penonton Jadi Perhatian di Tengah Kabut Asap
Kondisi kabut asap menjadi perhatian panitia dan pemerintah daerah selama penyelenggaraan Pacu Kuda Bupati Cup II 2026. Pengunjung diimbau menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, serta memperhatikan kondisi kesehatan selama berada di lokasi kegiatan.
Sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan, pembagian masker dilakukan kepada pengunjung. Dukungan pengamanan dari aparat terkait juga diterapkan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan selama perlombaan berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan di tengah tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan perlombaan di Gelanggang Pacu Kuda Dang Tuanku. Keselamatan peserta dan pengunjung serta kesehatan masyarakat ditempatkan sebagai prioritas dalam pelaksanaan kegiatan.
Dukungan Bank Nagari untuk Tradisi dan Ekonomi Masyarakat
Direktur Bank Nagari Gusti Candra menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan pacu kuda. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi sarana pelestarian tradisi, tetapi juga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berupaya hadir dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pacu kuda ini merupakan tradisi yang perlu kita lestarikan bersama sekaligus menjadi kesempatan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Penyelenggaraan Pacu Kuda Bupati Cup II 2026 diharapkan terus memperkuat identitas budaya dan mempererat kebersamaan masyarakat. Kehadiran penonton serta peserta dari sejumlah daerah juga menjadi dorongan bagi keberlanjutan tradisi pacu kuda di Tanah Datar.
Di sisi lain, kegiatan ini membuka peluang ekonomi bagi warga setempat. Pemerintah daerah mengingatkan agar aktivitas perdagangan tetap dilakukan di tempat yang telah ditentukan dan tidak memasuki lintasan pacu, sehingga kepentingan ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu keamanan perlombaan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















