Headline.co.id, Blora ~ Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat program budidaya ikan tematik untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan nasional dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dikembangkan KKP, salah satunya melalui budidaya ikan lele dengan teknologi kolam bioflok di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dalam siaran pers yang diterima pada Senin (3/8/2026), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan bahwa model ini dirancang terintegrasi dengan ekosistem ekonomi desa. Integrasi itu dilakukan melalui penguatan kelembagaan dan kemitraan agar pembudidaya memiliki kepastian usaha dan akses pasar hasil produksi.
Budidaya Ikan Tematik Terhubung dengan Ekonomi Desa
Menurut Trenggono, budidaya ikan tematik tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi desa dengan menghubungkan kegiatan produksi, kelembagaan, kemitraan, dan pasar.
“Budidaya ikan tematik menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi desa. Melalui penguatan kelembagaan dan kemitraan, hasil produksi perikanan memiliki kepastian pasar sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat,” ujar Trenggono.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pendekatan tersebut menempatkan pembudidaya sebagai bagian dari rantai usaha perikanan yang lebih terintegrasi. Hasil budidaya tidak hanya diproduksi, tetapi juga diarahkan agar memiliki pemanfaatan dan pasar yang jelas.
KKP menyebut program budidaya ikan tematik sebagai strategi pengembangan perikanan budidaya berbasis kawasan. Strategi itu mencakup pengembangan rantai usaha mulai dari produksi, pemasaran, hingga pemanfaatan hasil budidaya untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Blora Bangun 24 Kolam Bioflok untuk Produksi Lele
Di Kabupaten Blora, KKP mengembangkan budidaya ikan lele menggunakan teknologi kolam bioflok. Sebanyak 24 unit kolam bioflok berdiameter empat meter telah dibangun di kawasan tersebut.
Pembangunan kolam itu ditujukan untuk mendukung produksi lele yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain mendorong produktivitas perikanan budidaya, pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Blora pada Jumat (31/7/2026), Trenggono menyampaikan bahwa program budidaya ikan tematik diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Program tersebut juga ditujukan untuk mendukung target swasembada pangan nasional.
Pengembangan budidaya lele di Blora menjadi contoh penerapan program berbasis kawasan yang menghubungkan produksi perikanan dengan kebutuhan pangan. KKP mengarahkan hasil produksi dari kawasan tersebut untuk mendukung penyediaan bahan baku protein bagi pelaksanaan MBG.
Produksi Lele Layani Empat SPPG
Produksi lele dari kawasan budidaya di Blora diarahkan untuk melayani empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keempatnya adalah SPPG Kamolan, Banjarejo, Mojowetan, dan Gempolrejo.
Kebutuhan dari empat SPPG itu membuka peluang peningkatan kapasitas produksi lele. Pada saat yang sama, keterkaitan tersebut memperluas keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok pangan bergizi.
Dengan demikian, program budidaya ikan tematik tidak berhenti pada kegiatan pembesaran ikan. Hasil produksi juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi dalam program pemerintah, khususnya melalui penyediaan bahan baku protein bagi MBG.
Trenggono mengatakan model budidaya ikan tematik diharapkan dapat diterapkan di daerah lain. Penerapannya, kata dia, perlu menyesuaikan potensi komoditas unggulan di masing-masing wilayah.
“Model budidaya ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah dengan menyesuaikan potensi komoditas unggulan masing-masing wilayah, sehingga manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Melalui pengembangan tersebut, KKP mendorong perikanan budidaya yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, memperluas akses pasar, dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















