Headline.co.id, Pekanbaru ~ Jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Provinsi Riau pada 2026 telah mendekati 4.000 orang, meningkat dari sekitar 2.800 korban pada 2025. Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan PT Jasa Raharja memperkuat pemetaan titik rawan kecelakaan serta langkah pencegahan. Upaya tersebut dibahas dalam audiensi di Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Kamis (8/10/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto dan Direktur Keuangan PT Jasa Raharja Dwi Ary Purnomo.
Pemetaan titik rawan kecelakaan di Riau dilakukan karena peningkatan jumlah korban menunjukkan perlunya penanganan yang lebih serius dan terintegrasi. Pemerintah bersama pemangku kepentingan akan mengidentifikasi lokasi berisiko tinggi, kemudian menentukan intervensi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
SF Hariyanto menegaskan, penanganan kecelakaan tidak boleh hanya dilakukan setelah peristiwa terjadi. Menurut dia, pemerintah dan pihak terkait perlu lebih dahulu mengetahui lokasi yang memiliki risiko tinggi agar langkah pencegahan dapat ditentukan secara tepat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kita jangan hanya menunggu kecelakaan terjadi kemudian memberikan penanganan, tetapi harus lebih dulu melihat di mana titik-titik yang memiliki risiko tinggi. Setelah titik tersebut dipetakan, kita tentukan bersama treatment apa yang paling tepat untuk mengurangi potensi kecelakaan,” tegas SF.
Ia mengatakan, upaya menangani titik rawan kecelakaan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Persoalan keselamatan lalu lintas, kata SF, berkaitan dengan berbagai aspek sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
Selain perbaikan di lokasi berisiko, pemerintah juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan saat berkendara.
“Penanganan titik rawan ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja karena persoalannya cukup kompleks. Sosialisasi kepada masyarakat juga harus diperkuat agar kesadaran untuk tertib, disiplin, dan menjaga keselamatan saat berkendara semakin baik,” tuturnya.
Jasa Raharja Siapkan Gambaran Lokasi Prioritas
Dwi Ary Purnomo menyampaikan bahwa PT Jasa Raharja telah memiliki sejumlah gambaran mengenai lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian lebih. Data dan gambaran tersebut akan dikoordinasikan dengan Kepolisian serta Pemprov Riau untuk menentukan bentuk penanganan yang sesuai.
“Kami sudah memiliki beberapa gambaran mengenai titik yang kami pandang cukup urgen untuk dipetakan dan dicari solusinya. Namun, langkah selanjutnya tentu perlu dibicarakan bersama Kapolda dan Pemerintah Provinsi Riau agar penanganannya benar-benar tepat,” ujar Dwi.
Menurut Dwi, peningkatan jumlah korban kecelakaan menjadi sinyal perlunya tindakan pencegahan yang lebih kuat. Ia menyebut jumlah korban pada 2025 berada di sekitar 2.800 orang, sedangkan pada 2026 telah mendekati 4.000 orang.
“Jumlah korban pada 2025 sekitar 2.800 orang, sementara sekarang sudah mendekati 4.000 korban dan sekitar 19 persen di antaranya berada pada usia muda. Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami karena kalau tidak segera ditekan, risikonya bisa semakin besar,” ucapnya.
Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Diperkuat
Selain pemetaan lokasi, Pemprov Riau dan Jasa Raharja menempatkan edukasi keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari upaya menekan angka kecelakaan. Edukasi tersebut diharapkan mendorong masyarakat lebih tertib, disiplin, dan memperhatikan keselamatan saat berkendara.
Jasa Raharja menyatakan siap mendukung Pemprov Riau dan Kepolisian Daerah Riau dalam upaya tersebut. Dukungan akan diberikan melalui pemetaan titik rawan dan penguatan edukasi keselamatan berlalu lintas.
“Kami akan mendukung semaksimal mungkin upaya Kepolisian Daerah dan Pemerintah Provinsi Riau untuk mereduksi kecelakaan. Dengan segala kemampuan yang kami miliki, kami ingin bersama-sama menciptakan ketertiban lalu lintas yang lebih baik ke depan,” kata Dwi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






