Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi Riau bersama Rumah Sakit Bhayangkara Biddokkes Polda Riau membuka lima posko kesehatan di Kota Pekanbaru, Kamis (8/10/2026). Posko tersebut disiapkan untuk menangani dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat. Layanan berlangsung selama tujuh hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi gangguan pernapasan, obat-obatan ringan, masker, hingga rujukan ke rumah sakit.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan posko kesehatan dibuka di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. Langkah itu diambil untuk memberikan penanganan cepat bagi warga yang mulai mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap di Kota Pekanbaru.
“Besok, Pemprov Riau bersama RS Bhayangkara Biddokkes Polda Riau akan membuka 5 posko layanan kesehatan di Kota Pekanbaru. Ini menjadi langkah antisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap Karhutla,” kata SF Hariyanto, Rabu (7/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Lima Lokasi Posko Kesehatan di Pekanbaru
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan lima posko kesehatan tersebut memanfaatkan Pos Lantas Gurindam yang berada di sejumlah titik strategis di Pekanbaru.
Posko Lantas Gurindam 1 berlokasi di Jalan Cut Nyak Dien. Posko Lantas Gurindam 2 berada di simpang Jalan Tuanku Tambusai–Jenderal Sudirman, sedangkan Pos Lantas Gurindam 3 berada di simpang Bandara Sultan Syarif Kasim II.
Dua posko lainnya berada di Pos Lantas Gurindam 4, simpang Jalan Ronggowarsito, serta Pos Lantas Gurindam 5 di simpang SKA.
“Kita memanfaatkan pos Lantas karena berada di titik keramaian dan mudah diakses oleh masyarakat,” kata Zulkifli.
Menurut Zulkifli, warga dapat mendatangi posko untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi terkait gangguan pernapasan, obat-obatan ringan, serta masker secara cuma-cuma.
Warga dengan Gejala ISPA Bisa Mendapat Penanganan
SF Hariyanto mengatakan layanan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang mulai merasakan gangguan kesehatan akibat kabut asap, termasuk gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan iritasi kulit.
“Kita ingin masyarakat yang mulai merasakan gejala ISPA, iritasi mata dan kulit akibat asap bisa segera tertangani. Jangan sampai menunggu sakit berat baru berobat,” tegasnya.
Setiap posko akan diperkuat satu dokter, dua perawat, satu pengemudi ambulans, serta satu unit ambulans. Posko juga menyediakan oksigen dan layanan rujukan bagi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
“Bagi masyarakat yang memerlukan penanganan lebih, pihaknya juga menyediakan oksigen ataupun rujukan ke Rumah Sakit jika kondisi pasien memang memerlukan perawatan lebih,” ujar Zulkifli.
Posko Juga Berfungsi sebagai Pusat Edukasi Kesehatan
Selain memberikan pelayanan pengobatan, lima posko kesehatan Riau tersebut difungsikan sebagai tempat edukasi kesehatan, pemeriksaan sederhana, serta pemberian vitamin. Layanan itu ditujukan untuk membantu masyarakat menjaga daya tahan tubuh selama menghadapi paparan kabut asap karhutla.
“Selain penanganan kesehatan, posko kesehatan ini juga menjadi wadah edukasi kesehatan bagi masyarakat. Di sana, kita juga memberikan edukasi tentang kesehatan preventif dan memberikan pemeriksaan kesehatan sederhana. Meliputi pemberian info edukatif, pemberian vitamin yang langsung diminum oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan imunitas,” kata Zulkifli.
Layanan posko merupakan hasil kolaborasi Pemprov Riau, RS Bhayangkara, Satlantas Polresta, dan Pemerintah Kota Pekanbaru. Pemerintah juga melibatkan rumah sakit serta perguruan tinggi dalam mendukung penanganan kesehatan masyarakat.
“Kita juga melibatkan 30 rumah sakit pemerintah dan swasta serta 4 perguruan tinggi dari Al Insyirah, Payung Negeri, Poltekkes, PMC dan Hang Tuah,” ujarnya.
Dengan pembukaan lima posko tersebut, masyarakat Pekanbaru yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan awal tanpa harus langsung mendatangi rumah sakit.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















