Headline.co.id ~ PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), bagian dari Garuda Indonesia Group, membagikan perjalanan transformasi bisnisnya melalui bedah buku Beyond the Horizon: Seven Years of GDPS Transformation. Kegiatan tersebut digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026). Forum ini diikuti sekitar 50 mahasiswa, akademisi, dan praktisi industri untuk membahas pembelajaran GDPS dalam mengembangkan layanan, sumber daya manusia, serta teknologi. Transformasi itu dilakukan GDPS dengan mengintegrasikan manusia, proses, data, dan teknologi agar mampu memberikan solusi yang relevan bagi pelanggan.
Bedah buku tersebut menghadirkan Direktur Utama GDPS Cornelis Radjawane, Direktur SDM dan Operasi GDPS Vicky Firmansyah, serta Kepala Lembaga Management FEB UI Dr. Yasmine Nasution sebagai pembicara.
GDPS Beralih ke Layanan Berbasis Solusi
Melalui buku Beyond the Horizon, GDPS membagikan pengalaman perjalanan bisnis selama tujuh tahun. Pembelajaran yang disampaikan mencakup pengembangan layanan hingga penguatan human capital dan teknologi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Direktur Utama GDPS Cornelis Radjawane mengatakan, transformasi menjadi langkah perusahaan untuk terus memberikan solusi yang relevan bagi pelanggan. Menurut dia, perubahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan bisnis, tetapi juga peningkatan kemampuan perusahaan dalam menjawab kebutuhan pelanggan.
“Transformasi GDPS bukan hanya tentang bagaimana kita bertumbuh secara bisnis, tetapi bagaimana kita terus meningkatkan kemampuan untuk memberikan solusi yang relevan bagi pelanggan. Dari yang sebelumnya berfokus pada penyediaan tenaga kerja, kami terus bergerak menuju layanan berbasis solusi dengan mengintegrasikan manusia, proses, data, dan teknologi,” ujar Cornelis Radjawane.
Perjalanan transformasi itu turut mendorong pertumbuhan tenaga kerja GDPS sebesar 44 persen dalam kurun waktu dua tahun. Pada periode tersebut, GDPS mencakup 139 proyek di 93 kota serta mendistribusikan tenaga kerja di sejumlah negara.
Data tersebut menjadi bagian dari gambaran perkembangan GDPS sebagai perusahaan Business Process Outsourcing (BPO) yang berada di bawah Garuda Indonesia Group. Perusahaan itu berkomitmen menyediakan layanan berkualitas tinggi dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi terkini serta prinsip HSSE.
Penguatan Manusia Berjalan Bersama Teknologi
Sejalan dengan perubahan model bisnis, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi berlangsung secara berkelanjutan. GDPS menempatkan pengembangan kompetensi, talenta, sistem kinerja, dan budaya kerja sebagai bagian dari proses tersebut.
Direktur SDM dan Operasi GDPS Vicky Firmansyah mengatakan, penguatan kemampuan manusia harus dilakukan bersamaan dengan pengembangan teknologi. Ia menilai teknologi berperan sebagai pendukung, sedangkan manusia tetap menjadi penggerak utama transformasi.
“Teknologi pada akhirnya adalah enabler. Yang menjadi penggeraknya tetap manusia. Karena itu, transformasi GDPS kami bangun secara bersamaan melalui penguatan kompetensi, pengembangan talenta, sistem kinerja, dan budaya kerja,” kata Vicky.
Dalam keterangannya, GDPS menyebut pemanfaatan teknologi dan prinsip HSSE diarahkan untuk menghubungkan sumber daya manusia, tempat, dan informasi ke dalam era digital. Langkah itu ditujukan untuk menempatkan bisnis pada tingkat produktivitas dan efisiensi jangka panjang.
FEB UI Nilai Pengalaman GDPS Relevan bagi Mahasiswa
Kepala Lembaga Management FEB UI Dr. Yasmine Nasution menilai pengalaman GDPS dalam melakukan transformasi dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa. Menurut dia, pemahaman mengenai strategi dan teknologi perlu disertai gambaran penerapannya dalam situasi bisnis yang nyata.
“Kolaborasi dunia akademik dan industri menjadi penting karena mahasiswa tidak hanya membutuhkan konsep, tetapi juga pemahaman mengenai bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam situasi bisnis yang nyata. Pengalaman GDPS dalam melakukan transformasi dapat menjadi contoh dan bahan pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa,” ujar Yasmine.
Kolaborasi GDPS dan FEB UI melalui bedah buku itu diharapkan mempertemukan pengalaman industri dengan perspektif akademik. GDPS berharap Beyond the Horizon dapat menjadi sumber pembelajaran dan studi kasus bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi.
Bagi perusahaan, buku tersebut juga menjadi pijakan untuk terus beradaptasi menghadapi dinamika industri BPO. Melalui pendekatan yang menggabungkan manusia, proses, data, dan teknologi, GDPS membagikan proses perubahan bisnis sekaligus penguatan organisasi yang telah dijalankan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















