Headline.co.id ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut transformasi Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya, Tangerang, menjadi Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Sriwijaya. Ia meminta IABN Sriwijaya mencetak generasi muda Buddhis yang unggul dan moderat. Pesan itu disampaikan saat Nasaruddin menerima Rektor IABN Sriwijaya Li. Edi Ramawijaya Putra beserta rombongan di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Menurut Menag, kampus tersebut perlu membekali mahasiswa dengan pengetahuan sekaligus pengalaman hidup dalam keberagaman agar kehadirannya memberi dampak sosial bagi masyarakat.
Menag Soroti Peran IABN Sriwijaya
Nasaruddin mengatakan perubahan status STABN Sriwijaya menjadi IABN menunjukkan perkembangan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN). Ia menilai PTKN memiliki peran penting dalam membina umat di tengah perkembangan teknologi.
“Kita bangga dengan kampus-kampus keagamaan negeri. PTKN (Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri) bisa membina umat dalam menghadapi zaman yang serba teknologi. Kampus PTKN bisa menjadi pembeda dari PT umum lainnya,” kata Menag.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia menyebut IABN Sriwijaya memiliki potensi untuk menghasilkan generasi muda Buddhis yang unggul dan moderat. Peran tersebut, kata Nasaruddin, tidak hanya diwujudkan melalui pembelajaran teori, tetapi juga melalui kehidupan kampus yang mempertemukan mahasiswa dengan keberagaman.
“IABN Sriwijaya memiliki potensi besar untuk mencetak generasi muda Buddhis yang unggul dan moderat. di kampis ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga hidup bersama dalam keberagaman,” lanjut Nasaruddin.
PTKN Diminta Ukur Input hingga Dampak
Dalam pertemuan itu, Menag meminta PTKN binaan Kementerian Agama memperhatikan empat aspek dalam pengembangan kampus, yakni input, output, outcome, dan impact.
Input berkaitan dengan jumlah mahasiswa baru yang masuk dan diterima di kampus. Adapun output menyangkut jumlah mahasiswa yang berhasil lulus dan melahirkan sarjana.
Sementara itu, outcome berkaitan dengan manfaat langsung atau nilai tambah yang dihasilkan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Impact mengukur seberapa besar manfaat lulusan dan keberadaan kampus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas.
Nasaruddin menegaskan, perguruan tinggi keagamaan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan intelektual. Kampus juga perlu membentuk cendekiawan yang mampu mengamalkan pengetahuannya untuk memberikan manfaat sosial.
“Perguruan Tinggi Keagamaan bisa melakukan pembinaan keummat lebih intensif. Kampus harus mampu mencetak bukan sekadar ilmuwan intelektual, melainkan seorang cendekiawanya yang mengamalkan kepintarannya sehingga membawa dampak sosial positif bagi masyarakat sekitar,” tegas Nasaruddin.
Penekanan tersebut menempatkan keberadaan IABN Sriwijaya tidak hanya pada aspek perubahan kelembagaan, tetapi juga pada manfaat pendidikan bagi umat dan masyarakat. Kampus diharapkan mampu menghubungkan proses pendidikan dengan kontribusi sosial para lulusannya.
IABN Sriwijaya Siapkan Pengembangan Kelembagaan
Rektor IABN Sriwijaya Li. Edi Ramawijaya Putra menyampaikan terima kasih atas dukungan Menteri Agama dan jajaran Kementerian Agama terhadap proses perubahan status kampus tersebut. Dalam pertemuan itu, Li. Edi didampingi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Supriyadi dan jajaran.
“Kami berharap, Pak Menteri. Kedepannya untuk terus diperjuangkan hinggan menjadi Universitas,” kata Li. Edi.
Ia mengatakan, setelah berstatus institut, IABN Sriwijaya masih memperjuangkan penerbitan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) serta statuta. Kampus tersebut juga berencana membuka program studi agama dan umum.
“Saat ini, setelah menjadi Institut, kami masih berjuang agar SOTK dan Statuta segera terbit. Sekaligus membuka Prodi Agama dan Umum,” ujar Li. Edi.
Selain itu, Rektor IABN Sriwijaya berharap Nasaruddin Umar dapat hadir di kampus untuk meluncurkan IABN Sriwijaya sekaligus meresmikan gedung.
“Kami juga mengharapkan kehadiran Pak Menteri, dikampus untuk melaunching IABN Sriwijaya sekaligus peresmian gedung,” tandas Li. Edi Ramawijaya Putra.
Transformasi menjadi IABN Sriwijaya menjadi bagian dari upaya kampus untuk memperluas peran pendidikan tinggi keagamaan Buddha. Namun, berdasarkan penyampaian rektor, pengembangan kelembagaan masih berlanjut melalui penerbitan SOTK dan statuta serta rencana pembukaan program studi agama dan umum.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















