Headline.co.id, Sidoarjo ~ Sebanyak 95 dari 114 kamar di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, masih kosong. Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat melakukan inspeksi mendadak pada Selasa (6/10/2026). Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera memperbaiki fasilitas rusunawa yang rusak agar bangunan itu dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Rusunawa Tambak Kemerakan saat ini baru dihuni sekitar 19 kepala keluarga (KK). Seluruh penghuni merupakan warga yang terdampak penertiban bangunan liar di Mulyodadi. Selain tingkat hunian yang rendah, sejumlah fasilitas bangunan mengalami kerusakan dan lingkungan rusunawa terlihat kurang terawat.
Fasilitas Rusunawa Perlu Segera Diperbaiki
Dalam peninjauannya, Mimik menilai bangunan dengan kapasitas besar tersebut belum memberikan manfaat maksimal. Padahal, masih ada masyarakat Sidoarjo yang belum memiliki rumah atau tinggal di hunian tidak layak.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Eman bangunan segini besarnya mangkrak tidak berpenghuni, padahal warga Sidoarjo banyak yang masih membutuhkan tempat hunian. Pemerintah harus hadir untuk membenahi fasilitas yang rusak agar masyarakat yang menempati nantinya merasa nyaman,” ujar Mimik.
Ia meminta kondisi bangunan dan fasilitas rusunawa segera ditangani. Menurutnya, apabila kerusakan cukup berat dan berpotensi membahayakan penghuni, perbaikan perlu dilakukan melalui renovasi menyeluruh.
“Kalau bisa ini harus direnovasi total. Kalau memang ada surat-surat dari pemerintah pusat atau kementerian yang belum diserahkan, itu seharusnya segera diurus. Nanti saya komunikasikan dengan Pak Bupati, harus segera ada tindakan secepatnya,” tegasnya.
Mimik juga menyoroti kerusakan pada bagian atap rusunawa. Ia mengatakan kondisi fasilitas yang belum memadai menjadi salah satu kendala bagi masyarakat yang berminat menyewa unit.
“Informasinya banyak yang memohon untuk menyewa, cuma fasilitasnya kurang memenuhi. Kita lihat sendiri kondisinya, atapnya juga ada yang rusak. Ini harus dibenahi secara total. Daripada nanti ambruk dan membahayakan, lebih baik segera kita anggarkan,” katanya.
Usulkan Hunian Gratis Selama Satu Tahun
Setelah fasilitas diperbaiki dan rusunawa dinyatakan layak, Mimik mengusulkan agar warga Kabupaten Sidoarjo yang belum mempunyai rumah atau menempati hunian tidak layak dapat menempati unit secara gratis selama satu tahun.
Usulan tersebut, kata dia, diharapkan dapat mendorong tingkat hunian rusunawa sekaligus memastikan bangunan itu benar-benar dimanfaatkan.
“Kalau sudah dibetulkan dan bagus, nanti warga Kabupaten Sidoarjo yang tidak mempunyai rumah atau rumahnya tidak layak bisa menempati rumah ini gratis selama satu tahun. Ini untuk memancing supaya penghuni penuh dan bangunan ini benar-benar bermanfaat,” jelasnya.
Untuk saat ini, warga eks Mulyodadi yang menempati Rusunawa Tambak Kemerakan dikenakan biaya sewa Rp185 ribu per KK setiap bulan.
Perlu Koordinasi dengan Pemerintah Pusat
Mimik turut menyoroti status Rusunawa Tambak Kemerakan yang pembangunannya berkaitan dengan pemerintah pusat. Karena itu, Pemkab Sidoarjo dinilai perlu berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menyelesaikan persoalan administrasi dan penanganan bangunan.
“Ini pembangunannya dari kementerian. Jangan sampai akhirnya tidak bermanfaat, sia-sia bangunan seperti ini. Di Sidoarjo ada berapa rusun yang terbengkalai, ini harus ada perhatian dari dinas terkait. Nanti akan kita komunikasikan,” ujarnya.
Ia mengatakan persoalan fasilitas dan administrasi perlu segera ditindaklanjuti agar Rusunawa Tambak Kemerakan tidak terus berada dalam kondisi kurang dimanfaatkan. Perbaikan juga dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi calon penghuni.
Layanan Air Bersih Baru Tersedia Tiga Bulan
Sementara itu, Ketua RT setempat, Misyadi, mengatakan layanan air bersih di Rusunawa Tambak Kemerakan baru dapat dinikmati penghuni sekitar tiga bulan terakhir. Sebelumnya, warga harus mengupayakan kebutuhan air secara mandiri.
Dengan 19 KK yang menghuni dari total 114 kamar, sebanyak 95 unit masih belum ditempati. Kondisi tersebut menjadi dasar dorongan agar fasilitas rusunawa segera dibenahi dan hunian yang tersedia dapat diakses masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















