Headline.co.id, Blora ~ MAPSI SMP 2026 tingkat Kabupaten Blora diikuti 840 siswa dari 106 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami itu dibuka Bupati Blora Arief Rohman di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Selasa (6/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan karakter pelajar di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi digital. Para juara nantinya akan mewakili Kabupaten Blora dalam MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Semarang pada 13–15 November 2026.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, MAPSI SMP 2026 tidak hanya ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap agama Islam, mengembangkan bakat dan kreativitas, serta membentuk siswa yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, percaya diri, dan berprestasi.
“Luar biasa, kegiatan ini diikuti 106 SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Blora dengan jumlah peserta mencapai 840 siswa. Artinya, hari ini kita sedang mempertemukan ratusan anak-anak hebat Blora yang memiliki semangat untuk belajar, berkarya, dan berprestasi,” kata Arief.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
MAPSI SMP 2026 Perkuat Pendidikan Karakter
Arief menekankan pentingnya pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda. Menurut dia, kecerdasan akademik perlu berjalan seiring dengan keimanan dan akhlak yang kuat agar dapat melahirkan generasi penerus yang berkualitas.
“Anak-anak Blora harus menjadi generasi yang melek teknologi, tetapi tidak kehilangan jati diri; cerdas secara akademik, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya,” ujarnya.
Ia menyebut penyelenggaraan MAPSI sejalan dengan Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Blora. Program tersebut mengarahkan pendidikan tidak hanya pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, etika, dan kepedulian sosial peserta didik.
“Kita ingin pendidikan tidak hanya mencetak anak-anak yang pintar, tetapi juga anak-anak yang memiliki karakter, nilai agama, sopan dalam perilaku, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” kata Arief.
Arief juga mengapresiasi perkembangan Program SSN yang mulai mendapat perhatian lebih luas. Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pendidikan tengah mengajukan draf nota kesepahaman atau MoU kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk menerapkan program tersebut di jenjang SMA yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Selain itu, Pemkab Blora akan menindaklanjuti kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora guna memperluas penerapan SSN di Madrasah Aliyah (MA). Apabila mendapat persetujuan, Kabupaten Blora akan menjadi daerah percontohan atau pilot project penerapan Program SSN tingkat SMA di Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, Program Sekolah Sisan Ngaji yang kita jalankan di Blora mendapat respons positif. Ke depan akan dilakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk penerapan SSN di tingkat SMA. Kami juga akan menindaklanjuti kerja sama dengan Kementerian Agama untuk jenjang MA, sehingga penguatan karakter berbasis keagamaan ini dapat menjangkau lebih banyak siswa,” jelasnya.
13 Cabang Lomba Dipertandingkan
Ketua Penyelenggara MAPSI SMP Kabupaten Blora 2026, Sunaryo, menjelaskan, lomba tingkat kabupaten merupakan rangkaian seleksi untuk menentukan wakil Blora pada MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kompetisi tingkat provinsi akan berlangsung di Kabupaten Semarang pada 13–15 November 2026.
“Tahun ini lomba MAPSI tingkat provinsi akan dilaksanakan di Balaikota Semarang dan SMA Negeri 3 Semarang. Para juara di tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Kabupaten Blora untuk berkompetisi di tingkat provinsi,” ujar Sunaryo.
MAPSI tahun ini mempertandingkan 13 cabang lomba, baik perorangan maupun beregu. Cabang tersebut meliputi Cerdas Cermat Islam (CCI), pidato putra dan putri, tilawatil Quran, tartil Al-Quran, tahfidz, adzan, kaligrafi, hingga rebana.
Cabang CCI diikuti 69 sekolah dengan total 207 peserta. Sementara itu, lomba rebana diikuti 11 sekolah dengan 187 peserta. Selain kategori juara utama, cabang rebana juga memperebutkan penghargaan khusus untuk aransemen terbaik dan vokalis terbaik.
Juara Kabupaten Wakili Blora ke Tingkat Provinsi
Sunaryo mengatakan, juara pertama dari setiap cabang lomba akan menjadi wakil Kabupaten Blora pada MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia berharap kontingen Blora dapat melanjutkan prestasi yang selama ini diraih di tingkat provinsi.
“Semoga Kabupaten Blora dapat meneruskan tradisi tahun-tahun sebelumnya yang selalu pulang membawa piala dan prestasi dari tingkat provinsi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Arief berpesan kepada para peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, dan rasa percaya diri.
“Bagi yang belum mendapatkan juara jangan berkecil hati. Yang mendapatkan juara jadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan,” pesannya.
Sunaryo menegaskan, MAPSI juga menjadi bagian dari upaya menyukseskan Program Sekolah Sisan Ngaji yang digagas Pemerintah Kabupaten Blora.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















