Headline.co.id, Batang ~ Dinas Kesehatan Kabupaten Batang memastikan biaya pengobatan Muhammad Raeza Afkarian, balita asal Desa Kemesu, Kecamatan Reban, yang sempat dirawat setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), akan diganti. Kepastian itu disampaikan pada Selasa (6/10/2026) setelah muncul informasi viral di media sosial yang menyebut keluarga balita tersebut terlantar dan tidak memperoleh pelayanan medis secara layak. Dinkes Batang menjelaskan keluarga membawa Raeza ke klinik swasta karena puskesmas dan Rumah Sakit Limpung penuh saat terjadi dugaan keracunan massal.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Batang Mei Erawati mengatakan biaya perawatan Raeza di Limpung Medical Center (LMC) sebesar Rp2.310.000 akan diganti oleh pihak penyelenggara. Sementara itu, pembiayaan perawatan pada Selasa (6/10/2026) dapat diklaim melalui BPJS karena diagnosis Raeza disebut sudah berbeda dan bukan lagi kasus MBG.
Keluarga Bantah Sebarkan Keluhan di Media Sosial
Ibu Raeza, Nafiatul Karomah (26), mengaku terkejut setelah mendengar kabar yang beredar di media sosial mengenai kondisi keluarganya. Ia mengatakan tidak mengetahui informasi tersebut secara langsung karena tidak menggunakan Facebook.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kalau soal berita itu saya sendiri pun tidak tahu, ada berita yang viral di sosial media. Saya tidak bermain Facebook, saya juga malah dikasih tahu sama kerabat saya yang lihat postingan itu,” ungkap Nafiatul saat ditemui di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2026).
Nafiatul mengakui informasi yang beredar membuat keluarganya merasa dirugikan. Namun, ia memilih memusatkan perhatian pada pemulihan kesehatan anaknya.
“Iya merasa dirugikan, tapi ya bagaimana ya, soalnya sudah viral, terus juga keadaan anak saya seperti ini, saya cuma fokus sama kesehatan anak,” jelasnya.
Ia menegaskan hanya menyampaikan kondisi Raeza kepada keluarga terdekat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Nafiatul juga menyatakan tidak pernah mengunggah keluhan mengenai pelayanan medis ke platform media sosial mana pun.
Kronologi Raeza Dibawa ke Klinik Swasta
Mei Erawati menjelaskan, rangkaian kejadian bermula pada 23 September ketika Raeza berkunjung ke rumah kerabatnya di Bawang. Di lokasi tersebut, balita itu mengonsumsi tiga suap telur dari porsi MBG.
Pada saat yang sama, terjadi gelombang dugaan keracunan massal yang menyebabkan fasilitas kesehatan publik mengalami lonjakan pasien. Kondisi tersebut membuat Raeza tidak dapat langsung ditangani di puskesmas maupun Rumah Sakit Limpung.
“Waktu ada kejadian rame-rame keracunan, informasi begitu, Mas Esa enggak bisa ditangani di Puskesmas karena penuh. Kemudian dibawa dengan mobil pribadi ke Rumah Sakit Limpung, juga penuh. Akhirnya ke LMC (Limpung Medical Center),” kata Mei.
Menurut dia, keputusan keluarga membawa Raeza ke fasilitas kesehatan swasta dilakukan agar balita tersebut segera memperoleh pertolongan dan tidak perlu menunggu terlalu lama. Dengan demikian, langkah tersebut bukan karena keluarga tidak mendapatkan akses pelayanan medis, melainkan karena fasilitas kesehatan publik sedang penuh.
Biaya Perawatan Dijamin Diganti
Mei menyatakan biaya perawatan mandiri Raeza di LMC akan ditanggung pihak penyelenggara melalui mitra yang berkaitan dengan program MBG. Nilai biaya yang disebutkan mencapai Rp2.310.000.
“Mengenai biaya perawatan mandiri di klinik swasta tersebut yaitu sebesar Rp2.310.000,00. Kita pastikan seluruhnya akan diganti oleh pihak penyelenggara,” tegas Mei.
Ia menambahkan, Dinkes Batang telah berkomunikasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait pembiayaan perawatan Raeza di LMC.
“Untuk yang di LMC sudah ada komunikasi dengan SPPG dan akan diganti sepenuhnya dari mitra,” ujarnya.
Adapun biaya perawatan Raeza pada Selasa tersebut tidak lagi dikategorikan sebagai kasus MBG karena diagnosisnya berbeda. Oleh sebab itu, pembiayaannya dapat diajukan melalui kepesertaan BPJS.
“Kemudian, untuk pembiayaan hari ini, karena sudah bukan kasus MBG lagi (diagnosa berbeda), ini bisa diklaimkan dari BPJS,” imbuh Mei.
Saat ini, kondisi kesehatan Raeza dilaporkan membaik dan masih dalam perawatan tim medis. Pihak keluarga juga menyatakan persoalan serta kesalahpahaman terkait informasi yang beredar telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















