Headline.co.id, Bandung ~ Polda Jawa Barat memperketat pengamanan pergerakan suporter menuju Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia dan Thailand. Kesiapsiagaan ditingkatkan karena wilayah Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jakarta berpotensi menjadi jalur pergerakan massa dari berbagai daerah. Pengamanan dilakukan untuk mencegah penumpukan massa, konvoi, gesekan antarsuporter, provokasi, penggunaan flare, hingga aksi keributan sebelum, selama, dan setelah pertandingan.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan hal tersebut di Bandung, Senin (5/10/2026). Menurut dia, pengamanan suporter menuju GBK menjadi perhatian khusus pada tahapan final dan acara penutupan FIFA ASEAN Cup 2026.
Hendra mengatakan, wilayah Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jakarta merupakan salah satu titik krusial dalam pengamanan. Kawasan tersebut dinilai berpotensi menjadi jalur pergerakan suporter menuju lokasi pertandingan final di GBK.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Justru pada tahapan final dan closing ceremony, potensi kerawanan perlu diantisipasi secara lebih maksimal,” ujar Hendra di Bandung, Senin (5/10/2026).
Untuk mengantisipasi potensi gangguan, Hendra meminta seluruh jajaran meningkatkan deteksi dini terhadap kemungkinan penumpukan massa maupun konvoi suporter dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Deteksi dini tersebut mencakup pemantauan pergerakan suporter sebelum pertandingan dimulai, ketika pertandingan berlangsung, serta setelah pertandingan berakhir. Langkah itu diarahkan untuk memastikan mobilitas massa berlangsung tertib dan mencegah munculnya gangguan keamanan.
Potensi Kerawanan Dipantau Sebelum hingga Setelah Pertandingan
Hendra secara khusus meminta personel mengantisipasi sejumlah potensi kerawanan dalam pergerakan suporter menuju GBK. Potensi tersebut lain penumpukan massa, konvoi, gesekan antarsuporter, provokasi, penggunaan flare, dan aksi keributan.
“Antisipasi secara khusus penumpukan dan pergerakan suporter sebelum, selama, dan setelah pertandingan. Lakukan deteksi dini terhadap potensi gesekan antarsuporter, provokasi, penggunaan flare, hingga aksi keributan,” kata Hendra.
Menurut Hendra, pengamanan tidak boleh hanya berfokus pada pertandingan yang berlangsung selama 90 menit. Seluruh rangkaian kegiatan, termasuk acara penutupan, juga harus menjadi bagian dari pengamanan.
Karena itu, jajaran Satgas Operasi Garuda Bakti 2026 di wilayah Jawa Barat diminta tetap waspada hingga seluruh rangkaian pertandingan dan kegiatan penutupan selesai. Kesiapsiagaan tersebut diperlukan agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak awal.
Personel Diminta Tidak Menganggap Situasi Sudah Aman
Polda Jabar menilai kesiapsiagaan personel pada tahap akhir pelaksanaan Operasi Garuda Bakti 2026 tetap penting. Pengamanan harus berlangsung secara menyeluruh, mulai dari mengantisipasi mobilitas suporter hingga memastikan kondisi tetap tertib setelah pertandingan dan acara penutupan berakhir.
Hendra mengingatkan personel yang disiagakan agar tidak menurunkan kewaspadaan meskipun situasi terlihat aman. Menurut dia, potensi gangguan dapat muncul dalam setiap tahapan pergerakan dan rangkaian kegiatan final.
“Kami harap pada tahap akhir pelaksanaan Operasi Garuda Bakti 2026, personel yang disiagakan agar meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak menganggap situasi sudah aman,” katanya.
Peningkatan pengamanan itu diharapkan dapat mencegah berbagai gangguan keamanan sekaligus menjaga mobilitas suporter tetap tertib. Dengan kesiapsiagaan jajaran Polda Jabar dan Satgas Operasi Garuda Bakti 2026, final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia dan Thailand diharapkan berlangsung aman dan kondusif.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















