Headline.co.id, Siak ~ Bupati Siak Afni Zulkifli meninjau langsung kondisi guru dan pelajar di Dusun Mungkal, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Kabupaten Siak, Riau, Minggu (4/10/2026). Dalam kunjungan itu, Afni menemukan tiga keluarga guru tinggal bersama di satu rumah kayu dengan kondisi memprihatinkan. Ia juga mendapati para pelajar harus menempuh perjalanan hampir dua jam untuk pergi dan pulang sekolah karena belum tersedia bus sekolah. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat pelosok yang selama ini lebih banyak diterima pemerintah daerah melalui laporan.
Guru Tinggal Bersama di Rumah Kayu
Afni tak kuasa menahan tangis ketika melihat kondisi para guru dan pelajar di Dusun Mungkal. Di tengah keterbatasan listrik dan fasilitas dasar, tiga keluarga guru tetap mengabdi untuk mendidik anak-anak di wilayah pelosok.
Ketiga keluarga tersebut diketahui telah mengabdi selama satu dekade. Mereka kini mendapat harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak setelah pembangunan rumah guru mulai berjalan dengan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kita sama-sama tinggal di daerah yang kaya,” kata Afni dengan suara bergetar.
Menurut Afni, kondisi rumah guru dan keterbatasan fasilitas dasar menunjukkan masih adanya kesenjangan kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Siak dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok.
Ia mengaku kunjungan ke Dusun Mungkal menjadi kesempatan pertamanya untuk melihat secara langsung kondisi warga. Sebelumnya, persoalan masyarakat di daerah pelosok hanya diterimanya melalui laporan.
Pelajar Menempuh Perjalanan Hampir Dua Jam
Keterbatasan juga dialami para pelajar di Dusun Mungkal. Mereka harus menempuh perjalanan hampir dua jam untuk pergi dan pulang sekolah.
Belum tersedianya bus sekolah membuat sebagian pelajar terpaksa berdesakan di dalam kendaraan. Bahkan, ada pelajar yang harus berdiri di bak kendaraan truk selama perjalanan menuju atau pulang dari sekolah.
Kondisi itu menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan dalam kunjungan Afni. Selain bus sekolah, masyarakat membutuhkan akses listrik serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini belum menjangkau wilayah tersebut.
Afni mengatakan kebutuhan tersebut telah disampaikan dalam berbagai kesempatan. Namun, belum ada kepastian kapan permintaan itu mendapatkan jawaban.
“Sudah lama kami sampaikan, bermohon-mohon di setiap kesempatan. Tapi entah kapan dapat jawaban,” ujar dia.
Afni menilai kondisi yang dilihatnya menjadi gambaran bahwa masih banyak warga Siak yang belum memperoleh kebutuhan dasar secara layak, meskipun daerah tersebut memiliki kekayaan alam.
“Saya baru jadi bupati, baru satu tahun. Masih banyak rakyat kami yang masih seperti ini. Pusat tak tahu kita menderita seperti ini,” kata Afni berurai air mata.
DBH Migas Dikaitkan dengan Kebutuhan Dasar
Afni menyebut keterbatasan anggaran, warisan utang, dan pengurangan transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Siak. Meski demikian, ia menegaskan kondisi fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat di wilayah 3T.
Ia juga mempertanyakan rencana pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Siak hingga 70 persen pada tahun depan. Bagi Afni, DBH Migas bukan sekadar angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Kebutuhan tersebut mencakup transportasi sekolah, buku, listrik, dan rumah layak bagi guru.
“Bagaimana mungkin sebegitu teganya ada DBH Migas kami dipotong sampai 70 persen tahun depan?” kata Afni.
Pembangunan rumah guru melalui dukungan CSR menjadi langkah awal untuk menjawab persoalan tempat tinggal para pendidik di Dusun Mungkal. Namun, kebutuhan lain seperti bus sekolah, listrik, dan program MBG masih menunggu pemenuhan.
“Semoga Allah SWT memaafkan dan meridhoi apa-apa yang kami perjuangkan,” ujar dia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















