Headline.co.id ~ Persebaya U-20 kalah 0-1 dari PSS Sleman U-20 dalam lanjutan Grup C Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 di Stadion Tridadi, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (3/10). PSS mencetak gol melalui kemelut di kotak penalti pada menit ke-48. Persebaya U-20 gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah PSS kehilangan dua pemain pada babak kedua. Hingga pertandingan berakhir, Green Force muda tidak mampu mencetak gol penyeimbang.
Gol Kemelut Menentukan Hasil Pertandingan
Pertandingan Persebaya U-20 melawan PSS Sleman U-20 berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim berusaha mencari celah untuk membangun serangan, tetapi tidak ada gol yang tercipta hingga babak pertama berakhir.
PSS memecah kebuntuan tiga menit setelah jeda. Pada menit ke-48, kemelut terjadi di dalam kotak penalti Persebaya setelah pemain kedua tim terlibat duel dan berebut posisi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bola berada dalam situasi tidak terkawal. Pemain PSS kemudian mendapatkan sentuhan akhir untuk mengarahkan bola ke gawang yang dikawal Kenzo Albar. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Persebaya berupaya merespons ketertinggalan tersebut. Kesempatan untuk mengubah keadaan semakin terbuka setelah salah satu pemain PSS menerima kartu kuning kedua pada menit ke-55. PSS pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Situasi kembali menguntungkan Persebaya pada menit ke-77. Wasit mengeluarkan kartu merah langsung untuk pemain PSS sehingga tuan rumah harus bermain dengan sembilan pemain.
Persebaya U-20 Gagal Memaksimalkan Keunggulan Pemain
Bermain menghadapi sembilan pemain, Persebaya U-20 meningkatkan tekanan ke pertahanan PSS. Serangan demi serangan dilancarkan untuk mencari gol penyama kedudukan.
Beberapa peluang tercipta, termasuk dari situasi bola di sekitar kotak penalti PSS. Namun, penyelesaian akhir Persebaya belum maksimal. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 0-1 tetap bertahan dan tiga poin menjadi milik PSS Sleman U-20.
Pelatih Persebaya U-20, Mat Halil, mengakui timnya mengalami kesulitan ketika berusaha membongkar pertahanan PSS, terutama setelah lawan kehilangan dua pemain.
“Anak-anak sudah berusaha, tetapi memang kami cukup kesulitan mencari ruang di pertahanan mereka. Setelah lawan kehilangan pemain, kami terus mencoba menekan, tetapi penyelesaian akhirnya belum maksimal. Ini menjadi evaluasi bagi kami,” ujar Coach Halil.
Protes terhadap Keputusan Wasit
Dalam pertandingan tersebut, sejumlah momentum serangan Persebaya juga sempat terhenti akibat keputusan wasit. Keputusan itu memunculkan protes dari bench Green Force.
Mat Halil bahkan mendapatkan kartu kuning setelah melancarkan protes keras. Meski demikian, pelatih berusia 47 tahun tersebut memilih tidak berlarut-larut memikirkan keputusan pertandingan.
Menurut dia, Persebaya masih memiliki perjalanan panjang di EPA One 2026/2027. Karena itu, perhatian tim harus segera dialihkan kepada evaluasi dan pertandingan berikutnya.
“Namanya pertandingan pasti ada keputusan-keputusan yang kadang tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan. Kami harus bisa menerima itu dan tidak boleh terlalu larut. Sekarang yang paling penting adalah evaluasi, recovery, lalu fokus menghadapi pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Kekalahan tersebut membuat Persebaya U-20 gagal mengikuti jejak tim U-16 dan U-18 yang sama-sama mengawali perjalanan EPA One 2026/2027 dengan kemenangan atas PSS Sleman.
Meski demikian, perjuangan Persebaya U-20 masih panjang. Hasil di laga perdana menjadi bahan evaluasi bagi Green Force muda untuk berbenah dan bangkit pada pertandingan selanjutnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















