Headline.co.id, Nias ~ Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik (PKK) Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala Gunungsitoli meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Predikat tersebut ditetapkan pada 29 September 2026 setelah STP Dian Mandala melakukan pembenahan tata kelola, pembelajaran, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, sarana prasarana, dan sistem penjaminan mutu. Capaian itu menjadi bagian dari upaya STP Dian Mandala memperkuat pendidikan tinggi keagamaan Katolik sekaligus mempersiapkan perubahan status kelembagaan dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri.
STP Dian Mandala Gunungsitoli merupakan salah satu dari 24 sekolah tinggi keagamaan binaan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik. Ketua STP Dian Mandala Gunungsitoli, Rm. Dominikus Doni Ola, mengatakan Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja bersama sivitas akademika dalam membangun mutu pendidikan, khususnya di Program Studi PKK.
“Predikat Unggul bukan sekadar sebuah capaian administratif. Ini merupakan pengakuan atas proses panjang pembenahan yang dilakukan secara bersama-sama, mulai dari tata kelola, pembelajaran, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, hingga sistem penjaminan mutu,” ujar Dominikus, Kamis (1/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penyesuaian Instrumen Akreditasi
STP Dian Mandala memperoleh nilai 335 dalam proses akreditasi. Capaian tersebut diraih melalui penataan menyeluruh berdasarkan standar dan kriteria yang ditetapkan LAMDIK, bukan hanya melalui pembenahan pada satu bidang.
Proses persiapan berlangsung di tengah perubahan instrumen akreditasi. Kampus tersebut sebelumnya menyiapkan dokumen berdasarkan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 1.0 dan 2.0. Namun, setelah IAPS 3.0 dirilis pada Maret 2026, STP Dian Mandala harus menyesuaikan persiapannya dengan instrumen terbaru tersebut.
“Kami harus melakukan penyesuaian dengan cepat terhadap IAPS 3.0. Kami berupaya memenuhi enam persyaratan untuk memperoleh predikat Unggul, sekaligus melakukan pembenahan terhadap 65 elemen penilaian dalam instrumen akreditasi,” jelas Dominikus.
Pembenahan dilakukan pada tata kelola dan tata pamong, sumber daya manusia, pembelajaran, mahasiswa dan lulusan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, sarana dan prasarana, serta sistem penjaminan mutu. Menurut Dominikus, tantangan terbesar dalam proses tersebut bukan semata-mata memenuhi dokumen dan indikator akreditasi, melainkan membangun mutu di lingkungan kampus.
Penguatan Dosen, Mahasiswa, dan Lulusan
Dalam tiga hingga lima tahun terakhir, perkembangan STP Dian Mandala terlihat dari sejumlah indikator akademik. Saat ini terdapat empat dosen berkualifikasi doktor atau S3 dan enam calon doktor yang sedang menempuh studi lanjut.
Penguatan kapasitas akademik juga tampak dari perkembangan jabatan fungsional dosen. STP Dian Mandala memiliki delapan dosen berkualifikasi Lektor dan empat Lektor Kepala.
Di sisi mahasiswa, kampus meningkatkan keterlibatan mereka dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama dosen. Mahasiswa juga didorong menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan di jurnal nasional, termasuk jurnal yang terakreditasi SINTA.
Sementara itu, hasil penelusuran menunjukkan sekitar 98 persen lulusan bekerja sesuai dengan profil lulusan Program Studi PKK. Kondisi tersebut menunjukkan keterhubungan kompetensi yang dibangun selama pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, pelayanan Gereja, dan masyarakat.
“Kami ingin pendidikan yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan. Lulusan bukan hanya memperoleh ijazah, tetapi memiliki kompetensi yang dapat digunakan dalam kehidupan profesional maupun pelayanan,” kata Dominikus.
Produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kerja sama kelembagaan mulai diarahkan agar tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata. STP Dian Mandala turut mengembangkan sarana pembelajaran, termasuk Learning Management System (LMS) dan fasilitas kampus untuk mendukung proses pembelajaran.
Kontribusi bagi Gereja Katolik dan Masyarakat
Bagi Dominikus, ukuran keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik. Keberadaan STP Dian Mandala juga harus memberikan manfaat bagi Gereja Katolik dan masyarakat.
Lulusan STP Dian Mandala telah berkontribusi sebagai Guru Pendidikan Agama Katolik di berbagai sekolah. Mereka turut memenuhi kebutuhan tenaga pendidik agama Katolik di wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan.
Selain itu, para lulusan mengambil bagian dalam pelayanan pastoral di paroki dan mendukung berbagai kegiatan pastoral di lingkungan Keuskupan Sibolga. Dengan peran tersebut, STP Dian Mandala diarahkan bukan hanya sebagai lembaga penghasil lulusan, tetapi juga sebagai institusi pendidikan yang ikut membangun manusia dan berkontribusi bagi kehidupan masyarakat.
Akreditasi Unggul dan Rencana Penegerian
Predikat Akreditasi Unggul menjadi tanggung jawab baru bagi STP Dian Mandala untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan Katolik. Dalam tiga tahun ke depan, kampus akan memperkuat kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, kualitas lulusan, produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kerja sama yang berdampak, serta tata kelola institusi.
“Kami ingin jaminan mutu menjadi bagian dari kehidupan akademik sehari-hari, bukan sesuatu yang hanya muncul ketika ada akreditasi,” kata Dominikus.
Di tengah agenda penguatan mutu tersebut, STP Dian Mandala juga mempersiapkan perubahan status kelembagaan dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri. Usulan perubahan status telah diajukan oleh Uskup Sibolga sejak 2024 dan kini memasuki tahap persiapan menuju proses penegerian.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















