Headline.co.id, Gorontalo ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas aparatur pemerintah. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi menyampaikan hal itu saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Gorontalo, Kamis (1/10/2026).
Menurut Rusli, nilai persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama penting diterapkan dalam tugas penanggulangan bencana. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi dasar untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus menghadapi berbagai ancaman bencana melalui kerja bersama.
BPBD Gorontalo Tekankan Nilai Pancasila dalam Pelayanan
Rusli mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk mengimplementasikan nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai aparatur pemerintah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Semangat Pancasila harus terus kita implementasikan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam penanggulangan bencana, kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan penting untuk menghadapi setiap ancaman bencana,” ujar Rusli.
Ia menilai, semangat persatuan dan gotong royong memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana. Pelaksanaan tugas di bidang tersebut membutuhkan kebersamaan serta kepedulian terhadap sesama, baik dalam memberikan pelayanan maupun menghadapi ancaman bencana.
Rusli juga menyebut kehadiran BPBD Provinsi Gorontalo dalam upacara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kebangsaan dan kedisiplinan seluruh jajaran. Kedua hal itu diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas pelayanan publik.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Diperkuat
Selain menanamkan nilai Pancasila di lingkungan aparatur, peringatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana.
Rusli mengatakan, sinergi berbagai pihak diperlukan dalam seluruh tahapan penanggulangan bencana. Tahapan tersebut mencakup upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Kolaborasi pemerintah dan masyarakat dipandang penting karena penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan ketika keadaan darurat terjadi. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan juga perlu diperkuat, kemudian dilanjutkan dengan penanganan saat bencana serta pemulihan setelah bencana.
Dalam konteks itu, nilai persatuan dan gotong royong menjadi landasan bagi BPBD Provinsi Gorontalo untuk menjalankan tugasnya. Penerapan nilai tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan kerja pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
BPBD Gorontalo Berkomitmen Bangun Ketangguhan Daerah
Rusli menegaskan BPBD Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Komitmen itu diwujudkan melalui penguatan upaya membangun ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Menurut dia, ketangguhan masyarakat perlu dibangun dengan semangat persatuan dan gotong royong. Dengan demikian, masyarakat Gorontalo diharapkan semakin siap menghadapi bencana.
“Dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita bersama-sama membangun masyarakat Gorontalo yang semakin tangguh dan siap menghadapi bencana,” ujarnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bagi jajaran BPBD Provinsi Gorontalo untuk menjalankan pelayanan publik dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari pelaksanaan tugas. Penguatan kolaborasi dengan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya menghadapi bencana secara bersama-sama.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















