Headline.co.id, Boalemo ~ Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Boalemo menjadi momentum bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan belajar sekaligus menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Bongo III, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, pada Jumat (31/7/2026). Sekolah Rakyat itu ditujukan bagi keluarga kurang mampu, dengan seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan, asrama, makan, hingga pembinaan karakter, diberikan secara gratis oleh negara. Program tersebut dikembangkan sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang berkeadilan.
Satu-satunya Sekolah Rakyat di Provinsi Gorontalo
Kepala BBPPKS Makassar Wiwit Widiansyah mengatakan, Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Program ini, kata dia, dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan.
“Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang berkeadilan,” kata Wiwit di Desa Bongo III, Wonosari, Boalemo.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Wiwit menegaskan, SRT 1 Boalemo merupakan satu-satunya Sekolah Rakyat di Provinsi Gorontalo dari total 172 Sekolah Rakyat yang telah dibangun di Indonesia.
Sekolah tersebut berdiri di atas lahan sekitar 10,2 hektare. Dengan dukungan Kementerian Sosial dan pemerintah daerah, kapasitasnya berpotensi ditingkatkan dari 1.000 menjadi 2.000 siswa.
Wiwit juga mengajak pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum untuk terus mengawal keberlangsungan program tersebut. Menurutnya, pengawalan diperlukan agar Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi unggul sekaligus memutus rantai kemiskinan.
Dukungan pembangunan untuk Kabupaten Boalemo
Bupati Boalemo Rum Pagau menyampaikan rasa syukur atas hadirnya Sekolah Rakyat yang disebutnya sebagai sejarah baru bagi Kabupaten Boalemo. Sekolah itu dibangun di kawasan milik Pemerintah Kabupaten Boalemo seluas 120 hektare.
Menurut Rum, keberadaan sekolah tersebut menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Ia mengatakan, dukungan pemerintah pusat untuk Boalemo tidak hanya berupa pembangunan Sekolah Rakyat.
Dukungan lain yang disampaikan Rum mencakup revitalisasi 197 sekolah, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta rencana pembangunan sekolah nasional terintegrasi beserta fasilitas pendukung lainnya.
Di Sekolah Rakyat, siswa memperoleh pendidikan, tempat tinggal di asrama, makanan, serta pembinaan karakter tanpa biaya. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Sasar keluarga desil 1 dan desil 2
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengapresiasi hadirnya Sekolah Rakyat sebagai program strategis yang menyasar keluarga kategori desil 1 dan desil 2.
Idah menjelaskan, pembangunan sekolah tersebut didukung anggaran sekitar Rp227 miliar. Anggaran itu menjadi bagian dari upaya mencerdaskan anak bangsa sekaligus mengentaskan kemiskinan melalui sektor pendidikan.
Ia mengajak para orang tua memberikan kepercayaan kepada pemerintah dalam mendidik putra-putri mereka di lingkungan asrama. Menurut Idah, seluruh fasilitas pendidikan telah disediakan secara gratis.
Sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik. Pendidikan juga diarahkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan potensi peserta didik.
MPLS untuk membangun adaptasi dan karakter siswa
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M.T. Mopili turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran SRT 1 Boalemo. Ia menilai sekolah tersebut merupakan wujud sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Menurut Idrus, DPRD Provinsi Gorontalo akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pendidikan.
Melalui kegiatan MPLS, peserta didik diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menumbuhkan semangat belajar, membangun karakter yang kuat, serta menjadi generasi penerus yang dapat mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















