Headline.co.id ~ MotoGP Jepang menyoroti Tokyo dan Motegi sebagai dua destinasi utama dalam perjalanan ke Jepang. Dalam artikel yang diterbitkan pada 1 Oktober 2026, MotoGP memperkenalkan beragam lokasi wisata, kuliner, budaya, dan transportasi di sekitar Tokyo serta Motegi. Tokyo, yang berada sekitar dua jam di selatan Motegi, menawarkan kawasan modern hingga situs bersejarah, sedangkan Motegi menghadirkan suasana pedesaan yang lebih tenang sekaligus menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP sejak 1999. Perjalanan menuju sirkuit dapat dilakukan dengan mobil maupun transportasi umum, meski pilihan terakhir membutuhkan waktu lebih lama dan beberapa kali pergantian.
MotoGP Jepang dan daya tarik Tokyo
Tokyo menjadi titik awal yang direkomendasikan untuk menjelajahi Jepang. Ibu kota Jepang itu disebut memiliki 26 kota lain di dalam wilayahnya, mulai dari Hachioji dan Machida hingga Taito dan Chuo. Dengan wilayah yang luas, Tokyo dinilai tidak mungkin dijelajahi seluruhnya dalam satu kunjungan.
Salah satu kawasan yang paling menonjol adalah Shinjuku. Kawasan ini memadukan gedung-gedung pencakar langit, pusat hiburan, hotel, bar, klub, dan ruang karaoke. Di sisi lain, terdapat Golden Gai, kawasan kota lama yang memiliki sekitar 200 bar mikro yang dikelola secara independen.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
East Shinjuku dikenal dengan menara-menara yang diterangi lampu neon. Wisatawan yang ingin menikmati pemandangan kota dari ketinggian dapat mengunjungi dek observasi Tokyo Metropolitan Building. Kawasan tersebut disebut sebagai salah satu pusat utama kehidupan malam sekaligus tujuan populer bagi pengunjung Tokyo.
Selain Shinjuku, Ginza menjadi pilihan bagi wisatawan yang menyukai pusat perbelanjaan. Kawasan modern di bagian selatan Tokyo itu dipenuhi merek-merek kelas atas, dengan toko-toko yang dapat menjulang hingga lebih dari 15 lantai.
Asakusa menawarkan suasana berbeda. Kawasan ini merupakan lokasi Nakamise Shopping Street dan Kuil Senso-ji, kuil Buddha yang disebut sebagai kuil tertua dari berbagai jenis kuil di Tokyo. Senso-ji juga digambarkan sebagai salah satu ikon yang paling merepresentasikan Tokyo dan Jepang.
Shibuya, Shimokitazawa, dan perjalanan ke kota lain
Dari Asakusa, wisatawan dapat menyeberangi Sungai Sumida untuk mengunjungi kantor pusat Asahi Group. Dari bagian atas gedung, pengunjung dapat menikmati pemandangan kota.
Persimpangan Shibuya juga menjadi lokasi yang tidak dapat dilewatkan dalam perjalanan ke Tokyo. Sementara itu, Shimokitazawa menawarkan suasana bohemian dengan toko piringan hitam, pertunjukan musik langsung, dan gerai barang vintage.
Setelah meninggalkan Tokyo, perjalanan dapat dilanjutkan ke sejumlah kota lain. Ke arah selatan terdapat Nagoya, yang dikenal sebagai pusat manufaktur, Osaka dengan kuliner kaki limanya, Kyoto yang memiliki sejarah kekaisaran, serta Gunung Fuji.
Ke arah utara, wisatawan dapat mengunjungi Mito yang memiliki kawasan kota tua yang luas. Ada pula Utsunomiya, yang dikenal sebagai tempat kelahiran gyoza dan memiliki Kuil Oya.
Motegi, rumah MotoGP Jepang sejak 1999
Motegi berada di sejumlah tujuan tersebut dan menjadi lokasi penting bagi MotoGP Jepang. Kota pedesaan yang indah itu berpenduduk sedikit di atas 10.000 orang dan telah menjadi tempat persinggahan MotoGP secara reguler sejak 1999.
Motegi juga memiliki Taman Shiroyama yang dibangun di atas lokasi bekas Kastel Motegi. Taman tersebut dikenal dengan bunga sakura ganda atau yaezakura. Pada musim gugur, lebih dari 500.000 bunga spider lily merah bermekaran dan menciptakan pemandangan botani yang menonjol.
Bagi pencinta kuliner, kompleks Michi-No-Eki menjadi salah satu tempat yang direkomendasikan. Di area sirkuit, Honda Collection Hall menawarkan koleksi sepeda motor dan mobil yang merekam perjalanan panjang sejarah perusahaan Honda. Tempat itu disebut menjadi tujuan bagi penggemar olahraga otomotif.
Mengemudi menjadi cara paling mudah untuk mencapai Motegi dari Tokyo. Setelah keluar dari jalan bebas hambatan, perjalanan melewati rute menanjak bergaya hillclimb melalui kawasan pegunungan dan menawarkan pemandangan terbaik.
Transportasi umum juga tersedia, tetapi membutuhkan waktu yang jauh lebih lama serta beberapa kali pergantian kendaraan. Pilihan ini tetap dapat membawa penumpang ke Kota Motegi.
Transportasi dari Tokyo menuju Utsunomiya atau Mito tersedia lebih sering. Namun, wisatawan tetap membutuhkan kendaraan untuk melanjutkan perjalanan menuju sirkuit.
MotoGP menggambarkan Motegi sebagai tempat dengan atmosfer khusus. Suasana tenang di kota tersebut menjadi pelengkap bagi hiruk-pikuk Tokyo, sehingga keduanya dapat dimasukkan dalam satu rangkaian perjalanan ke Jepang.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















