Headline.co.id, Pekanbaru ~ — Anak gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin jantan lahir di Camp Elephant Flying Squad (EFS) Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Anak gajah tersebut lahir dari induk binaan bernama Lisa dengan bobot 129 kilogram.
Kelahiran itu berlangsung setelah tim dokter hewan dan mahout memantau Lisa sejak Minggu (27/9/2026), ketika tanda-tanda awal persalinan mulai terdeteksi. Proses kelahiran berjalan lancar dan anak gajah dapat berdiri secara mandiri sekitar 20 menit setelah dilahirkan. Kelahiran ini menambah jumlah gajah binaan di Camp EFS TNTN sekaligus diharapkan mendukung upaya konservasi gajah sumatra di kawasan Tesso Nilo.
Anak Gajah Sumatra dalam Kondisi Sehat
Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, mengatakan anak gajah tersebut dalam kondisi sehat setelah dilahirkan. Tim di lapangan juga melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik anak gajah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Alhamdulillah, proses kelahiran berjalan lancar. Anak gajah lahir dalam kondisi sehat dan sekitar 20 menit setelah lahir sudah bisa berdiri,” kata Heru, Selasa (29/9/2026).
Berdasarkan pemeriksaan awal, anak gajah jantan itu memiliki tinggi badan 96 sentimeter, panjang tubuh 101 sentimeter, dan lingkar dada 125 sentimeter. Suhu tubuhnya tercatat sekitar 36 derajat Celsius berdasarkan pemeriksaan tim di lapangan.
Balai TNTN menyebut kelahiran tersebut merupakan persalinan keenam bagi Lisa. Induk gajah itu kini berusia 45 tahun.
Hasil Perkawinan Alami dengan Gajah Liar
Menurut informasi Balai TNTN, anak gajah sumatra tersebut merupakan hasil perkawinan alami Lisa dan gajah liar yang berada di kawasan hutan Tesso Nilo. Dengan demikian, kelahiran ini berlangsung dalam rangkaian interaksi alami gajah binaan dan gajah liar di kawasan tersebut.
Sebelum persalinan, tim dokter hewan dan mahout melakukan pemantauan terhadap Lisa setelah menemukan tanda-tanda awal kelahiran. Pemantauan dimulai pada Minggu (27/9/2026), sehari sebelum anak gajah lahir.
Pendampingan itu dilakukan untuk mengikuti perkembangan kondisi induk sekaligus memastikan proses kelahiran dapat berlangsung dengan baik. Setelah anak gajah lahir, tim tetap melakukan pemeriksaan terhadap kondisi induk dan anak.
Pemantauan Berlanjut Selama 24 Jam
Setelah kelahiran, Lisa dan anaknya menjalani pemantauan selama 24 jam oleh dokter hewan dan perawat satwa. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kondisi keduanya tetap stabil setelah proses persalinan.
Tim juga memastikan anak gajah mendapatkan asupan susu dari induknya. Asupan tersebut menjadi bagian penting yang dipantau dalam masa awal setelah kelahiran, bersamaan dengan kondisi fisik anak dan kesehatan Lisa.
Balai TNTN menyampaikan apresiasi kepada mahout dan tim medis yang melakukan pemantauan serta mendampingi proses kelahiran. Peran mereka mencakup pengawasan sejak munculnya tanda-tanda persalinan hingga pemantauan terhadap induk dan anak setelah kelahiran.
Kehadiran anak gajah jantan tersebut menambah jumlah gajah binaan di Camp EFS TNTN. Balai Taman Nasional Tesso Nilo berharap kelahiran ini turut mendukung upaya konservasi gajah sumatra di kawasan Tesso Nilo.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















