Headline.co.id, Pekanbaru ~ Pemerintah Provinsi Riau mendorong Rumah Sakit Islam (RSI) Ibnu Sina Pekanbaru meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, fasilitas medis, dan mutu pelayanan saat memasuki usia ke-46 tahun. Pesan itu disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D, dalam puncak Milad ke-46 RSI Ibnu Sina Pekanbaru di Menara Dang Merdu BRK Syariah, Kota Pekanbaru, Rabu (30/9/2026). Pemprov Riau menyampaikan dorongan tersebut karena tantangan sektor kesehatan terus berkembang seiring kemajuan teknologi medis dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat serta berkualitas. Helmi juga meminta RSI Ibnu Sina mempertahankan keramahan dan mutu layanan kepada pasien tanpa membedakan status sosial.
Dalam kesempatan itu, Helmi menilai perjalanan 46 tahun RSI Ibnu Sina menunjukkan komitmen rumah sakit tersebut dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Riau. Ia menyebut RSI Ibnu Sina telah berkembang menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan di daerah.
“Sejak awal berdiri hingga mencapai usia ke-46 tahun ini rumah sakit Islam tumbuh menjadi salah satu pilar penting dalam sistem pelayanan kesehatan di Provinsi Riau,” kata Helmi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
RSI Ibnu Sina Diminta Pertahankan Nilai Keislaman
Selain mendorong peningkatan kualitas layanan, Helmi menekankan karakter RSI Ibnu Sina yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pelayanan kesehatan. Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi pembeda sekaligus nilai yang perlu dipertahankan dan dikembangkan oleh rumah sakit.
“Rumah sakit ini tidak hanya memberikan kesembuhan secara fisik, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam setiap pelayanannya. Inilah yang menjadi pembeda dan nilai luhur yang wajib dipertahankan dan terus dikembangkan,” terangnya.
Helmi menyampaikan apresiasi Pemprov Riau atas kontribusi RSI Ibnu Sina dalam pelayanan kesehatan. Apresiasi itu juga mencakup kegiatan sosial yang digelar dalam rangkaian milad ke-46 rumah sakit tersebut.
Salah satu kegiatan yang disorot ialah aksi donor darah. Helmi menilai kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian RSI Ibnu Sina terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat dan menunjukkan kehadiran rumah sakit dalam kegiatan kemanusiaan.
“Kami juga sangat bangga melihat aksi nyata kepada kemanusiaan yang digelar dalam istilah kali ini, salah satunya melalui kegiatan aksi donor darah. Inilah bukti nyata bahwa rumah sakit Islam Ibnu Sina selalu hadir dan peka terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat kita,” ucap Helmi.
Kompetensi Tenaga Kesehatan dan Fasilitas Jadi Perhatian
Helmi mengatakan perkembangan teknologi medis akan terus memengaruhi sektor kesehatan. Pada saat yang sama, masyarakat menuntut pelayanan yang semakin cepat dan berkualitas. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu dijawab RSI Ibnu Sina melalui penguatan kapasitas internal rumah sakit.
Karena itu, Pemprov Riau berharap RSI Ibnu Sina meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan memperkuat fasilitas medis. Rumah sakit juga diminta menjaga keramahan serta mutu pelayanan agar kebutuhan pasien dapat dilayani dengan baik.
Dorongan itu disampaikan dalam momentum milad sebagai bagian dari harapan terhadap keberlanjutan peran RSI Ibnu Sina di Provinsi Riau. Setelah 46 tahun perjalanan, rumah sakit tersebut dinilai memiliki kontribusi dalam pelayanan kesehatan sekaligus kegiatan sosial bagi masyarakat.
Direktur RSI Ibnu Sina Tekankan Kolaborasi
Direktur RSI Ibnu Sina Pekanbaru, Mulya Eltario, mengatakan rumah sakit tidak semata-mata menjadi tempat bekerja. Menurut dia, RSI Ibnu Sina juga merupakan ruang pengabdian bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Mulya menilai peningkatan pelayanan kesehatan membutuhkan kerja sama rumah sakit, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diperlukan agar pengembangan pelayanan RSI Ibnu Sina dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Dalam membangunan pelayanan kesehatan, diperlukan kolaborasi sinergi dan sebagainya, kami berharap kerjasama dan sinergi yang terjalin Pemprov Riau, Pemko Riau dan stakeholder lainnya bersama RSI Ibnu Sina Pekanbaru, selama ini dapat berjalan dengan baik hingga seterusnya,” sebut Mulya.
Pernyataan Mulya mempertegas pentingnya dukungan lintas pihak dalam membangun pelayanan kesehatan. Sementara itu, pesan Pemprov Riau menempatkan peningkatan sumber daya manusia, fasilitas medis, mutu layanan, nilai keislaman, dan kepedulian sosial sebagai perhatian utama RSI Ibnu Sina setelah memasuki usia ke-46 tahun.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















