Headline.co.id, Banyuwangi ~ Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, berangsur berkurang dari sekitar 10 kilometer menjadi 3,5 kilometer pada Rabu (30/9/2026). Hingga pukul 12.35 WIB, antrean kendaraan membentang dari kawasan Pelabuhan Ketapang menuju Bangsring, Wongsorejo. Penurunan antrean terjadi setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi mempercepat pengaturan operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk melalui koordinasi lintas instansi. Upaya itu dilakukan untuk mengendalikan kepadatan kendaraan, terutama kendaraan logistik menuju Gilimanuk, sekaligus menjaga ketertiban dan keselamatan pelayaran.
KSOP Tanjung Wangi mengoptimalkan kapal dan dermaga yang tersedia untuk mempercepat proses pemuatan, keberangkatan, serta pengosongan dermaga. Pengaturan juga dilakukan dengan memantau pergerakan kendaraan sejak dari titik antrean hingga memasuki kawasan pelabuhan.
Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi Capt. Purgana mengatakan, kepadatan sebelumnya dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya lonjakan volume kendaraan logistik menuju Gilimanuk, belum optimalnya kapasitas sandar akibat perbaikan salah satu dermaga, serta penggunaan dermaga yang sama oleh beberapa kapal secara bergantian.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Pengaturan operasional kami lakukan dengan memperhatikan kondisi di lapangan, termasuk ketepatan waktu sandar, proses pemuatan kendaraan, penerbitan Surat Persetujuan Berlayar, hingga keberangkatan kapal. Kami juga terus berkoordinasi dengan operator untuk mengupayakan penggunaan dermaga seefektif mungkin,” ujar Purgana di Banyuwangi, Rabu (30/9/2026).
29 Kapal Dioperasikan di Sejumlah Dermaga
Untuk mengurai antrean Pelabuhan Ketapang, KSOP Tanjung Wangi mengoptimalkan pengoperasian 29 kapal di sejumlah dermaga. Sebanyak 10 kapal berada di MB I dan MB III, tiga kapal di MB II, 12 kapal di LCM, serta empat kapal di MB IV.
Aktivitas bongkar muat di masing-masing dermaga masih berlangsung dalam kondisi padat, tetapi terkendali. Pengaturan operasional mempertimbangkan kapasitas dermaga, kesiapan kapal, serta kelancaran arus kendaraan.
Koordinasi dengan operator kapal dilakukan untuk mempercepat proses pemuatan dan keberangkatan. Pengosongan dermaga juga diupayakan berlangsung lebih cepat agar waktu tunggu kapal dapat ditekan dan kapal berikutnya dapat segera dilayani.
Langkah tersebut dilakukan KSOP Tanjung Wangi bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), PT ASDP Indonesia Ferry, operator kapal, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya.
Selain mengatur aktivitas di area pelabuhan, petugas memperkuat pengendalian arus kendaraan menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang. Kendaraan diarahkan mengikuti jalur dan lokasi antrean yang telah ditentukan.
Pemantauan dilakukan mulai dari titik antrean hingga kendaraan memasuki kawasan pelabuhan. Kendaraan yang telah memperoleh pelayanan diupayakan segera diarahkan menuju kapal agar arus kendaraan bergerak secara berkesinambungan.
Pengaturan ini ditujukan untuk mencegah penumpukan kendaraan sekaligus menjaga ketertiban dan keselamatan selama pelayanan penyeberangan berlangsung. Setiap perkembangan di lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menyesuaikan pengaturan kapal, dermaga, dan arus kendaraan.
“Situasi masih terus kami pantau dan koordinasikan. Setiap perkembangan akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan pengendalian antrean dan pelayanan penyeberangan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran,” kata Purgana.
Evaluasi Operasional Dilakukan Secara Berkala
KSOP Tanjung Wangi memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan seiring perkembangan kondisi di lapangan. Evaluasi operasional dilakukan untuk menyesuaikan pengaturan kapal, dermaga, dan arus kendaraan dengan situasi terkini.
Berkurangnya antrean dari sekitar 10 kilometer menjadi 3,5 kilometer menunjukkan adanya pergerakan positif dalam pengendalian arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang. Meski demikian, pemantauan dan pengaturan tetap dilanjutkan untuk mencegah kembali terjadinya penumpukan kendaraan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















