Headline.co.id, Padang Panjang ~ Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatra Barat, di area parkir Masjid Taqwa Muhammadiyah, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut menyediakan sejumlah bahan pangan pokok dengan harga terjangkau bagi warga. GPM diselenggarakan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat. Pasokan komoditas berasal dari petani lokal, daerah pendukung, serta Perum Bulog.
Sejak pagi, warga mendatangi lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan dapur harian. Salah satu komoditas yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah Padang Panjang ialah cabai merah dengan harga Rp31.000 per kilogram.
Daftar harga pangan dalam GPM Padang Panjang
Selain cabai merah, sejumlah bahan pangan lain juga tersedia dalam kegiatan tersebut. Bawang merah kampung dijual Rp23.000 per kilogram, sedangkan bawang merah impor ditawarkan Rp12.000 per kilogram.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bawang putih tersedia dengan harga Rp12.000 per 0,5 kilogram. Sementara itu, kentang dijual Rp12.000 per kilogram. Untuk kebutuhan protein hewani, telur kecil ditawarkan Rp42.000 per zak dan telur ayam ras menengah Rp47.000 per zak.
Produk hortikultura dalam GPM dipasok langsung dari petani lokal maupun daerah pendukung. Adapun beras, minyak goreng, dan gula didatangkan melalui Perum Bulog.
Warga menilai GPM membantu belanja kebutuhan harian
Salah seorang warga, Nana (35 tahun), mengatakan kehadiran pasar murah tersebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan. Ia menilai program itu menjadi alternatif untuk berbelanja dengan biaya lebih hemat.
“Kegiatan ini memberikan alternatif bagi kami untuk memperoleh kebutuhan pangan harian dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Nana.
Menurut Nana, akses terhadap pangan dengan harga yang lebih rendah memberikan pilihan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan dapur. Ia menyampaikan hal itu setelah mendatangi lokasi pelaksanaan GPM di area parkir Masjid Taqwa Muhammadiyah.
GPM digelar setiap bulan untuk menjaga daya beli
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian, Yohana Lisa, menjelaskan, GPM dirancang sebagai kegiatan berkala. Program tersebut ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.
“Mulai Juli kami mengadakan GPM setiap bulan. Untuk Agustus ini pelaksanaannya kami percepat sekaligus dalam rangka memperingati HUT RI,” jelas Yohana Lisa.
Pelaksanaan GPM pada Agustus dipercepat dari jadwal kegiatan bulanan. Selain menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga pangan, kegiatan tersebut juga dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI.
Didukung lintas instansi dan mitra usaha
Gerakan Pangan Murah Padang Panjang turut didukung sejumlah instansi dan mitra usaha lokal. Pihak yang terlibat lain Bank Nagari, Perumda Air Minum Tirta Serambi, Bulog, PT Muda Teruna Jaya, UD Rahmad, KWT Berkah Kita, dan Toko Tani Indonesia.
Pemerintah Kota Padang Panjang menyatakan skema kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat. Melalui pelaksanaan GPM secara berkala, pemerintah daerah berkomitmen menyediakan akses pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli warga.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















