Headline.co.id ~ Pemerintah mendorong Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) diterapkan secara nyata di wilayah perdesaan untuk memperkuat konsumsi pangan bergizi. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menyampaikan dorongan itu dalam Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026 tentang Gemarikan pada 30 September 2026. Program tersebut menyasar masyarakat di 75.266 desa, termasuk tidak kurang dari 202 juta warga desa, agar menjadikan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari. Pemerintah menilai gerakan ini dapat dijalankan melalui keluarga dan komunitas desa dengan memanfaatkan potensi perikanan lokal.
Riza mengatakan Gemarikan tidak boleh berhenti sebagai kampanye. Menurut dia, konsumsi ikan perlu dibangun menjadi kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari karena ikan merupakan sumber pangan bergizi yang relatif mudah diperoleh di Indonesia.
Gemarikan Ditujukan untuk Membangun Kebiasaan Konsumsi Ikan
“75.266 desa di seluruh Indonesia, tidak kurang dari 202 juta warga desa itu perlu sehat dan makanan bergizi,” ujar Riza dalam sosialisasi tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia menilai ikan memiliki posisi strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Selain kandungan gizinya, ikan relatif mudah diakses, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir dan sentra perikanan.
“Sehat dan bergizi yang paling murah adalah makan ikan,” kata Riza.
Riza juga menyoroti kondisi geografis Indonesia yang sekitar dua pertiga wilayahnya merupakan wilayah laut. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun budaya konsumsi ikan sekaligus mengoptimalkan sumber daya kelautan dan perikanan.
Potensi tersebut, kata dia, perlu diikuti peningkatan konsumsi ikan pada tingkat rumah tangga. Budidaya ikan juga dapat dikembangkan di berbagai wilayah sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.
Peran Keluarga dan Pemerintah Desa
Pemerintah mendorong penerapan Gemarikan dimulai dari lingkungan keluarga dan komunitas desa. Edukasi mengenai konsumsi ikan diarahkan untuk mengubah kebiasaan makan, sehingga ikan tidak hanya dikonsumsi pada kegiatan kampanye, tetapi menjadi bagian dari menu sehari-hari.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mendukung penguatan Gemarikan di desa. Pemerintah desa diharapkan ikut menyosialisasikan pentingnya konsumsi ikan serta mendorong pemanfaatan potensi perikanan yang tersedia di wilayah masing-masing.
“Gerakan yang terus kita sosialisasikan, dan kita pastikan hari-hari kita mulai dari diri sendiri, mulai dari rumah warga sendiri untuk gemar makan ikan,” ujar Riza.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin konsumsi ikan tumbuh dari kebiasaan rumah tangga. Keluarga dan komunitas desa menjadi lingkungan awal untuk mengenalkan manfaat ikan sekaligus memperkuat pola konsumsi pangan bergizi.
Berpeluang Menggerakkan Ekonomi Perikanan Desa
Penguatan Gemarikan juga dinilai dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi desa. Produksi perikanan lokal yang diikuti peningkatan konsumsi masyarakat membuka peluang bagi pembudidaya ikan, nelayan, pelaku usaha pengolahan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan untuk mengembangkan nilai tambah produk perikanan.
Keterhubungan produksi dan konsumsi tersebut dapat memperkuat pemanfaatan sumber daya yang tersedia di desa. Ketika kebutuhan pangan masyarakat dipenuhi melalui potensi perikanan lokal, pelaku usaha di sektor perikanan dan pengolahan pangan memiliki ruang untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.
Karena itu, Gemarikan tidak hanya diarahkan untuk membangun kebiasaan mengonsumsi pangan bergizi. Gerakan tersebut juga diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kebutuhan pangan warga dan potensi ekonomi desa.
Komitmen Pemerintah terhadap Implementasi Gemarikan
Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal berkomitmen mendukung sosialisasi dan implementasi Gemarikan di desa. Dukungan itu diharapkan membuat semakin banyak masyarakat desa menjadikan ikan sebagai bagian dari pola konsumsi pangan sehari-hari.
Riza menegaskan, gerakan konsumsi ikan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai dari diri sendiri serta rumah warga. Dengan demikian, Gemarikan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian pesan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan konsumsi yang mendukung kesehatan, pemenuhan gizi, dan pemanfaatan potensi perikanan di desa.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















