Headline.co.id, Probolinggo ~ Sebanyak 87 pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dari keluarga penerima manfaat (KPM) mengikuti Cerdas Cermat Hak Anak 2026 di Kota Probolinggo, Jawa Timur. Kegiatan yang digelar di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (13/8/2026), itu menguji pengetahuan peserta mengenai hak anak sekaligus menjadi ruang untuk mengasah kemampuan. Pemerintah Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan tersebut untuk memperkuat pemenuhan dan perlindungan hak anak. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk mencegah putus sekolah dan perkawinan usia anak.
Cerdas Cermat Hak Anak Asah Potensi Pelajar
Para peserta Cerdas Cermat Hak Anak 2026 berasal dari jenjang SMP dan keluarga penerima manfaat. Mereka tidak hanya beradu pengetahuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempelajari hak anak, mengembangkan kreativitas, membangun kepercayaan diri, serta menunjukkan kemampuan dan prestasi.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo, Siti Romlah, mengatakan perlombaan tersebut dirancang agar peserta mendapatkan pengalaman belajar sekaligus ruang untuk mengembangkan potensi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Peserta tidak hanya diajak mengikuti perlombaan, tetapi juga diberikan ruang untuk belajar, memahami hak-haknya, membangun kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas serta menunjukkan kemampuan dan prestasinya,” ujar Siti di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (13/8/2026).
Menurut Siti, pemahaman mengenai hak anak menjadi bagian penting dalam upaya pemenuhan dan perlindungan anak. Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan upaya mencegah anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun mengembangkan kemampuan karena kondisi keluarga.
Pendidikan Dinilai Jadi Bekal Masa Depan
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengapresiasi penyelenggaraan Cerdas Cermat Hak Anak. Ia memberikan tambahan hadiah secara pribadi sebesar Rp1 juta kepada juara pertama sebagai bentuk dukungan terhadap semangat peserta.
Ina menilai prestasi dan pendidikan merupakan bekal penting bagi masa depan anak. Pendidikan, kata dia, berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi anak untuk memperbaiki taraf kehidupannya.
“Prestasi itu penting untuk masa depan. Kegiatan ini menjadi bekal bagi anak-anak untuk menatap masa depan. Pendidikan merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan,” tutur Ina.
Ia mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan membangun lingkungan yang mampu memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk tumbuh dengan aman, memperoleh pendidikan yang layak, mengembangkan potensi, dan berani mengejar cita-cita.
Pemkot Probolinggo Dorong Kesempatan Setara bagi Anak
Ina menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh menghalangi anak untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan berkembang. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak perlu berjalan bersama dengan upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
“Tidak boleh ada anak yang tertinggal karena kemiskinan, tidak ada anak yang kehilangan pendidikan, dan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk berkembang. Kita bangun lingkungan yang memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk tumbuh dengan aman, belajar dengan nyaman,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan pendidikan tidak hanya sebagai pemenuhan hak dasar anak, tetapi juga sebagai salah satu jalan untuk mencegah anak kehilangan peluang mengembangkan kemampuan akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Cerdas Cermat Hak Anak juga memberikan pengalaman bagi peserta dari Sekolah Rakyat Kota Probolinggo. Salman, salah satu peserta, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena berkesempatan menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman.
“Saya senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan ini karena mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan. Saya juga bersyukur keluarga mendapat perhatian dari pemerintah sehingga kondisi ekonomi keluarga semakin membaik dan saya bisa bersekolah dengan layak,” ungkap Salman.
Melalui kegiatan itu, 87 pelajar tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga memperoleh ruang untuk memahami hak anak, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan potensi mereka di bidang pendidikan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















