Headline.co.id, Manggarai ~ Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai menetapkan masa transisi darurat ke pemulihan pascagempa bumi selama 90 hari mulai 29 September 2026. Kebijakan ini diambil setelah fase tanggap darurat yang berlangsung sejak 15 Agustus berakhir. Pada masa transisi tersebut, Pemkab Manggarai akan melanjutkan pemenuhan logistik pengungsi, perlindungan kelompok rentan, serta penyediaan hunian sementara dan hunian tetap. Langkah itu disiapkan untuk mempercepat pemulihan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah terdampak.
Keputusan mengenai pemulihan pascagempa Manggarai dirumuskan dalam rapat evaluasi di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai, Senin (28/9/2026). Rapat tersebut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat, serta pimpinan perangkat daerah.
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menegaskan, berakhirnya status tanggap darurat tidak berarti penanganan dampak gempa dihentikan. Masa transisi tersebut menjadi jembatan menuju pemulihan dengan tetap mempertahankan unsur kedaruratan untuk menyelesaikan pekerjaan lapangan yang belum rampung.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hunian pengungsi dan pemutakhiran data dipercepat
Selama tiga bulan masa transisi, pemerintah daerah memusatkan perhatian pada kebutuhan logistik pengungsi, perlindungan kelompok rentan, serta percepatan penyediaan hunian sementara atau huntara dan hunian tetap atau huntap. Penyediaan hunian ditujukan untuk membantu masyarakat kembali menata kehidupan setelah terdampak gempa bumi.
Pemkab Manggarai juga menargetkan percepatan pemutakhiran data lapangan. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), sehingga program pemulihan dapat disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat terdampak.
Herybertus menginstruksikan camat dan kepala desa untuk proaktif mengidentifikasi warga yang membutuhkan relokasi. Pemerintah di tingkat wilayah juga diminta memetakan kesiapan lahan baru yang dapat digunakan untuk lokasi relokasi.
Penentuan titik relokasi diharapkan tidak berlangsung berlarut-larut. Kejelasan lokasi diperlukan agar pembangunan hunian dapat dilaksanakan secara terencana dan para pengungsi memperoleh kepastian tempat tinggal.
Layanan kesehatan dan pendidikan tetap berjalan
Dalam pemulihan pascagempa Manggarai, pemerintah memastikan akses terhadap layanan esensial tetap berlangsung. Fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas disiagakan untuk memantau kelompok rentan, khususnya warga yang masih berada di tenda pengungsian.
Puskesmas juga diminta mempercepat rujukan medis apabila menemukan pengungsi dengan kondisi fisik yang memburuk. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pelayanan kesehatan selama masyarakat masih menghadapi dampak bencana.
Di sektor pendidikan, layanan bagi anak-anak terdampak akan terus disesuaikan dengan ketersediaan infrastruktur di masing-masing wilayah. Dengan demikian, kegiatan pendidikan tetap dapat berjalan mengikuti kondisi lapangan dan kemampuan fasilitas yang tersedia.
Kolaborasi lintas sektor dan kewaspadaan warga
Herybertus menyampaikan bahwa keberhasilan operasi pemulihan membutuhkan sinergi lintas sektor. Kolaborasi itu melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah provinsi, dunia usaha, serta para relawan.
Pemulihan diharapkan berlangsung seiring dengan beroperasinya kembali pelayanan publik secara bertahap. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat mempertahankan semangat untuk bangkit setelah bencana.
Selain melanjutkan proses pemulihan, masyarakat diminta tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diimbau merujuk pada informasi resmi dari instansi berwenang untuk mencegah penyebaran kabar bohong yang dapat memicu kepanikan selama masa pemulihan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















