Headline.co.id, Lumajang ~ RSUD dr Haryoto Lumajang mencatat pasien layanan hemodialisis atau cuci darah berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk anak berusia 10 tahun. Informasi tersebut disampaikan Humas RSUD dr Haryoto Lumajang, Agus Wahyudi, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (27/9/2026). Catatan ini menjadi perhatian karena menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak masa pertumbuhan, bukan hanya pada usia dewasa. Menurut Agus, perhatian terhadap kesehatan ginjal perlu dilakukan melalui kebiasaan hidup sehat, pemantauan kondisi anak, serta pemeriksaan medis ketika terdapat keluhan atau faktor risiko.
Agus mengatakan, selain pasien berusia 10 tahun, terdapat pula pasien remaja yang menjalani cuci darah di RSUD dr Haryoto Lumajang. “Ada yang umur 15 tahun, umur 10 tahun juga ada. Sudah melakukan cuci darah,” ujar Agus.
Pasien cuci darah anak berasal dari berbagai usia
Layanan hemodialisis di RSUD dr Haryoto Lumajang tidak hanya diperuntukkan bagi pasien dewasa. Pasien anak dan remaja juga tercatat menjalani layanan tersebut karena kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Keberadaan pasien cuci darah berusia anak menjadi pengingat bagi keluarga untuk memberikan perhatian terhadap kesehatan ginjal sejak dini. Masa pertumbuhan perlu diikuti dengan kebiasaan hidup sehat dan pemantauan kondisi kesehatan anak.
Agus menyoroti pentingnya membangun kebiasaan sehat dari lingkungan keluarga, termasuk memperhatikan pola konsumsi anak. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah konsumsi minuman kemasan secara berlebihan.
Pola konsumsi anak perlu diperhatikan
Orang tua didorong membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan cairan. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari perhatian keluarga terhadap kesehatan anak, termasuk kesehatan ginjal.
Namun, gangguan ginjal pada anak tidak dapat dikaitkan dengan satu faktor tertentu. Penyebab dan kondisi setiap pasien harus diketahui melalui pemeriksaan serta penilaian tenaga medis.
Karena itu, catatan mengenai pasien cuci darah usia anak di RSUD dr Haryoto Lumajang tidak serta-merta menunjukkan bahwa kondisi tersebut disebabkan pola konsumsi tertentu. Setiap pasien memiliki penyebab dan kondisi yang perlu dinilai secara medis.
Pemeriksaan medis diperlukan saat ada keluhan
Selain menjaga pola hidup, keluarga perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak, terutama apabila terdapat keluhan, riwayat penyakit, atau faktor risiko tertentu. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan diperlukan jika anak mengalami keluhan atau kondisi yang membutuhkan penilaian medis.
Pemeriksaan tersebut diperlukan agar penyebab gangguan dapat diketahui dan penanganan yang sesuai diberikan. Keluarga juga diingatkan untuk tidak melakukan diagnosis sendiri terhadap penyebab gangguan kesehatan yang dialami anak.
Catatan pasien hemodialisis usia anak di RSUD dr Haryoto Lumajang menjadi pengingat agar perhatian terhadap kesehatan ginjal dimulai sejak masa pertumbuhan. Informasi mengenai kondisi anak perlu diperoleh melalui pemeriksaan dan penilaian tenaga medis, bukan berdasarkan dugaan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















