Headline.co.id, Parigi Moutong ~ Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Parigi Moutong bersama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar edukasi penggunaan obat yang aman bagi kelompok lanjut usia. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (26/9/2026), dalam rangka memperingati Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacists Day 2026.
Edukasi itu dilakukan melalui penyuluhan yang dirangkaikan dengan senam lansia dan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar, sekaligus mencegah kekeliruan akibat hoaks tentang produk kesehatan.
Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid, yang mewakili Bupati, mengatakan momentum Hari Apoteker Sedunia penting untuk memperkenalkan peran apoteker dalam memastikan obat digunakan secara aman, tepat, rasional, dan bertanggung jawab.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Literasi farmasi untuk mencegah hoaks kesehatan
Abdul menyoroti pentingnya literasi farmasi di tengah era disrupsi digital. Menurut dia, masyarakat rentan terpapar informasi yang keliru mengenai produk kesehatan, sehingga membutuhkan pengetahuan yang memadai sebelum memperoleh dan mengonsumsi obat.
Melalui penyuluhan tersebut, warga dibekali pemahaman mengenai tata cara memperoleh obat dari sumber yang tepat. Selain itu, peserta juga mendapat penjelasan tentang penggunaan, penyimpanan, serta pembuangan obat sesuai kaidah yang benar.
Edukasi mengenai tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam penggunaan obat yang bertanggung jawab. Informasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada konsumsi obat, tetapi juga pada cara memperlakukan obat sejak diperoleh hingga tidak lagi digunakan.
Lansia menjadi sasaran edukasi IAI
Ketua Pengurus Cabang IAI Parigi Moutong Muhammad Basuki mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema nasional “Apoteker Hadir, Obat Aman, dan Masyarakat Sehat”. Kelompok lansia dipilih sebagai sasaran kegiatan karena dinilai memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kekeliruan informasi mengenai konsumsi obat-obatan.
Pemilihan lansia sebagai peserta juga membuat agenda peringatan tersebut diarahkan pada kebutuhan edukasi yang lebih dekat dengan kesehatan sehari-hari. Selain memperoleh penyuluhan, puluhan lansia mengikuti senam kebugaran dan pemeriksaan medis secara cuma-cuma.
Dalam kesempatan itu, Basuki mengimbau masyarakat agar menebus obat melalui sarana distribusi resmi. Sarana tersebut meliputi apotek, puskesmas, atau rumah sakit.
Imbauan itu disampaikan untuk memastikan masyarakat memperoleh obat melalui fasilitas yang sesuai. Dengan demikian, warga dapat mengakses informasi dan pelayanan terkait obat dari sarana kesehatan resmi.
Pemkab jamin pemerataan tenaga apoteker
Selain menggelar edukasi, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong merespons aspirasi organisasi profesi mengenai dinamika pelayanan kefarmasian di daerah. Pemkab menyatakan komitmennya untuk menuntaskan pemerataan penempatan tenaga apoteker di seluruh puskesmas secara bertahap.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari kerja sama lintas sektor pemerintah daerah dan IAI. Pemerataan tenaga apoteker di puskesmas diharapkan dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam hal penggunaan obat yang aman, tepat, rasional, dan bertanggung jawab.
Kegiatan peringatan Hari Apoteker Sedunia 2026 itu ditutup dengan partisipasi puluhan lansia dalam senam kebugaran serta pemeriksaan kesehatan gratis. Kolaborasi IAI dan Pemkab Parigi Moutong diharapkan dapat mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan literasi farmasi dan pelayanan kesehatan di daerah.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















