Headline.co.id, Jakarta ~ Peluang polisi wanita (Polwan) menjadi Kapolri mendapat dukungan dari Founder lembaga kajian Kontra Narasi, Sandri Rumanama. Dukungan itu disampaikan setelah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka kesempatan bagi Polwan untuk menduduki posisi tertinggi di institusi Polri. Sandri menilai peluang Polwan jadi Kapolri merupakan bagian dari transformasi kepemimpinan di tubuh Polri. Menurut dia, kesempatan tersebut perlu diwujudkan melalui penguatan kapasitas, kemampuan, sumber daya, dan akses karier Polwan.
Peluang Polwan Jadi Kapolri Dinilai Bagian dari Transformasi
Sandri menyampaikan dukungannya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (24/9/2026). Ia mengatakan seluruh elemen perlu mendukung terbukanya kesempatan bagi Polwan untuk meniti karier hingga menjadi pemimpin tertinggi di Polri.
“Ya ini harus di-support oleh semua elemen. Kepala negara bisa seorang perempuan, masa kepemimpinan di Polri enggak bisa seorang perempuan, ini bentuk transformasi kepemimpinan di masa mendatang,” kata Sandri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Sandri, peluang Polwan jadi Kapolri tidak cukup hanya disampaikan sebagai komitmen. Ia menilai kesempatan tersebut harus diikuti penguatan kapasitas, kemampuan, serta sumber daya Polwan.
Selain itu, akses terhadap jenjang karier di lingkungan Polri, kata Sandri, perlu terus dibuka. Dengan demikian, Polwan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk menduduki posisi strategis di institusi kepolisian.
Sandri Soroti Kepemimpinan di Sepolwan
Dalam kaitan dengan penguatan kapasitas Polwan, Sandri menyoroti posisi kepemimpinan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan). Saat ini, posisi tersebut masih dijabat perwira berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).
Sandri mengusulkan agar Sepolwan ke depan dipimpin perwira tinggi dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi atau jenderal bintang satu. Usulan itu disebutnya sebagai salah satu bentuk respons terhadap pernyataan Kapolri mengenai peluang Polwan mencapai posisi tertinggi.
“Di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) masih kombes harusnya bintang satu, sebagai bentuk respon atas pernyataan Kapolri,” ujarnya.
Menurut Sandri, penguatan kepemimpinan di Sepolwan penting karena lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam membentuk dan meningkatkan kapasitas polisi wanita.
Komitmen Kapolri terhadap Kesetaraan Gender
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan gender di lingkungan Polri. Ia menyatakan Polwan memiliki ruang yang sama untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan karier hingga jenjang tertinggi.
Pernyataan itu disampaikan Listyo saat membuka The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (20/9/2026).
“Sebagaimana tadi disampaikan oleh Presiden IAWP bahwa kita terus mengejar kesetaraan gender,” kata Listyo.
Listyo mengatakan Polri terus memberikan ruang dan kesempatan kepada Polwan untuk meningkatkan kemampuan serta mengembangkan karier hingga posisi tertinggi.
“Harapan kami dengan kegiatan saat ini, tentunya kemampuan Kepolisian Wanita, khususnya Polwan, terus bisa meningkat dan tentunya kita bisa terus bersaing,” ujarnya.
Menurut Listyo, sejumlah negara telah memberikan kesempatan kepada polisi wanita untuk menduduki posisi pimpinan tertinggi di institusi kepolisian. Ia berharap kesempatan serupa dapat terbuka bagi Polwan Indonesia pada masa mendatang sehingga memiliki peluang menduduki posisi puncak dalam kepemimpinan Polri.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






