Headline.co.id, Banjarmasin ~ Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan menyiapkan dua kontainer pendingin untuk menyimpan jenazah korban tragedi Kapal Virgo Transport 8. Fasilitas tersebut disiapkan di Banjarmasin sebagai langkah antisipasi apabila jumlah jenazah yang ditemukan cukup banyak, sementara proses identifikasi masih berlangsung. Setiap kontainer memiliki kapasitas hingga 200 jenazah. Pendinginan diperlukan untuk menjaga kondisi jenazah agar pemeriksaan dapat dilakukan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan, dua kontainer itu disiapkan untuk menjaga jenazah sebelum proses identifikasi selesai. Ia menyampaikan hal tersebut di Banjarmasin, Kamis malam (24/06/2026).
DVI Siapkan Dua Kontainer Pendingin
“Ada dua kontainer kami siapkan,” kata Hastry di Banjarmasin, Kamis malam.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Hastry, kontainer pendingin diperlukan karena proses identifikasi korban membutuhkan waktu. Kondisi jenazah yang sudah sulit dikenali secara visual menjadi salah satu faktor yang membuat pemeriksaan tidak dapat hanya mengandalkan pengenalan langsung.
Jenazah yang ditemukan, kata dia, perlu disimpan dalam kondisi tertentu agar tetap terjaga selama tim DVI melakukan pemeriksaan. Dengan demikian, proses identifikasi dapat dilakukan melalui tahapan pemeriksaan yang diperlukan.
Kontainer tersebut masing-masing mampu menampung hingga 200 jenazah. Penyiapan dua fasilitas itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan bertambahnya jumlah jenazah yang ditemukan dalam tragedi Kapal Virgo Transport 8.
Suhu Dingin Perlambat Pembusukan Jenazah
Fungsi utama kontainer pendingin adalah mempertahankan kondisi jenazah selama proses identifikasi berlangsung. Suhu dingin di dalam kontainer berfungsi memperlambat proses pembusukan sehingga kondisi jenazah dapat dipertahankan.
Kondisi tersebut dinilai penting bagi tim DVI, terutama ketika jenazah tidak lagi mudah dikenali secara visual. Tim tetap membutuhkan waktu untuk melakukan pemeriksaan sebelum identitas korban dapat dipastikan.
Hastry menegaskan, penyediaan kontainer pendingin merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan maksimal pada proses identifikasi korban.
“Ini sebagai bagian dari upaya maksimal Polri dalam pelayanan terhadap proses identifikasi agar hasilnya benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Hastry, yang disebut sebagai polwan ahli forensik.
Hingga Kamis malam, sebanyak 22 korban Kapal Virgo yang telah ditemukan masih belum teridentifikasi. Jenazah tersebut berada di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Tim DVI masih menunggu hasil pemeriksaan DNA yang telah dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam proses untuk memastikan identitas para korban.
Hasil DNA akan digunakan bersama pemeriksaan dan proses identifikasi yang dilakukan tim DVI. Selama tahapan itu berlangsung, jenazah disimpan dengan penanganan yang diperlukan agar kondisinya tetap terjaga.
Penyiapan kontainer pendingin memungkinkan jenazah yang telah ditemukan tetap berada dalam kondisi yang mendukung proses pemeriksaan. Dengan fasilitas tersebut, tim DVI dapat melanjutkan identifikasi sambil menunggu hasil pemeriksaan DNA dari Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















