Headline.co.id ~ Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya keamanan dan kepercayaan dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia. Penekanan itu disampaikan saat bertemu pimpinan global Meta, Kevin J. Martin dan Antigone Davis, di kantor pusat Meta, California, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Meutya menjelaskan arah transformasi digital Indonesia melalui prinsip 3T, yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga. Pemerintah mendorong pembangunan konektivitas dan infrastruktur digital yang berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi digital, serta perlindungan masyarakat di ruang digital.
Transformasi Digital Indonesia Berbasis Prinsip 3T
Meutya mengatakan konektivitas dan infrastruktur merupakan bagian penting dalam transformasi digital. Namun, pembangunan tersebut perlu disertai upaya menjaga manfaat teknologi bagi modal manusia, ekonomi digital, serta keamanan masyarakat, termasuk anak-anak dan seluruh pengguna yang terhubung.
“Konektivitas dan infrastrukturnya adalah atas transformasi digital. Tetapi kita juga ingin memastikan bahwa konektivitas tersebut terjaga, baik untuk modal manusia, ekonomi digital, tetapi yang terakhir, yang sangat penting bagi orang Indonesia, adalah keamanan dan kepercayaan, termasuk bagi anak-anak, bagi masyarakat yang terhubung,” ujar Meutya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam pertemuan dengan pimpinan global Meta itu, Menkomdigi juga menyampaikan bahwa pemerintah mendorong perusahaan teknologi untuk menghadirkan platform dan layanan digital yang aman serta dapat dipercaya masyarakat. Perlindungan anak menjadi salah satu perhatian dalam memastikan pertumbuhan ekosistem digital memberikan manfaat yang luas.
Pendekatan tersebut menempatkan keamanan dan kepercayaan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem digital, bukan hanya menitikberatkan pada perluasan konektivitas maupun penggunaan teknologi baru.
Menkomdigi Dorong Investasi Infrastruktur dan AI
Meutya mengapresiasi program yang dikembangkan Meta dalam penguatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pengembangan generasi muda. Ia berharap investasi serta inovasi teknologi terus diarahkan untuk memperkuat kapasitas digital Indonesia.
“Kami ingin lebih banyak kehadiran infrastruktur dan tentu saja investasi,” kata Meutya.
Menurut pembahasan tersebut, penguatan kapasitas digital menjadi bagian penting agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat lebih luas. Investasi dan inovasi diharapkan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekosistem digital, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi.
Penggunaan AI Generatif di Indonesia Capai 14 Persen
Vice President sekaligus Global Head of Safety Meta, Antigone Davis, menyampaikan perkembangan pemanfaatan AI generatif di Indonesia berdasarkan data yang dimiliki perusahaan tersebut.
Antigone menjelaskan, laporan itu mengukur tingkat penggunaan AI generatif oleh populasi usia kerja di berbagai negara dengan memanfaatkan data telemetri di seluruh sistem. Berdasarkan data yang dipaparkan, tingkat penggunaan AI generatif pada populasi usia kerja di Indonesia mencapai 14 persen.
Data tersebut juga menunjukkan adanya tren peningkatan penggunaan AI di Indonesia. Antigone menilai kepercayaan menjadi salah satu aspek penting agar masyarakat dapat menggunakan teknologi dan memperoleh manfaatnya secara optimal.
“Karena jika teknologi tidak dipercayai, teknologi tidak akan digunakan. Dan kemudian, Anda tidak melihat dan menyadari manfaat teknologi,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa adopsi teknologi tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan layanan, tetapi juga keyakinan masyarakat terhadap keamanan dan manfaat teknologi yang digunakan.
Meta Berupaya Mengurangi Kesenjangan Pemanfaatan AI
Antigone mengatakan Meta berupaya mengurangi kesenjangan pemanfaatan AI negara maju dan negara berkembang. Upaya itu dilakukan melalui investasi pada sejumlah aspek yang dinilai menjadi hambatan penggunaan teknologi.
Aspek tersebut meliputi infrastruktur, akses energi, konektivitas, dan peningkatan kemampuan. Investasi pada bidang-bidang itu diarahkan untuk mendukung pemanfaatan AI yang lebih luas di berbagai negara.
Pembahasan pemerintah Indonesia dan Meta tersebut menjadi bagian dari dialog dengan perusahaan teknologi global untuk mendorong pengembangan ekosistem digital yang lebih menyeluruh. Ekosistem itu tidak hanya bertumpu pada konektivitas dan adopsi AI, tetapi juga memperhatikan keamanan, kepercayaan, investasi, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















