Headline.co.id, Bandung ~ Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan prajurit Yonif TP 333/Macan Cisanti agar tidak menyakiti hati rakyat saat melaksanakan tugas. Pesan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Menhan ke Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 333/Macan Cisanti di Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026). Dalam kunjungan itu, Menhan bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad, Sekjen Kemhan, Kabaloghan Kemhan, dan Kasdam III/Siliwangi meninjau kesatrian serta memberikan pengarahan langsung kepada prajurit.
Kunjungan Menhan ke Yonif TP 333/Macan Cisanti dilakukan untuk melihat kondisi pangkalan dan menyampaikan arahan mengenai jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, kesiapan tempur, serta peran batalyon dalam mendukung pembangunan dan ketahanan pangan wilayah.
Menhan: Prajurit Lahir dari Rakyat
Rangkaian kunjungan diawali dengan paparan dari Danyonif TP 333/Macan Cisanti. Setelah itu, Menhan Sjafrie meninjau area pangkalan kesatrian sebelum memberikan pengarahan kepada para prajurit.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam arahannya, Sjafrie menekankan bahwa prajurit merupakan bagian dari rakyat. Karena itu, keberadaan Yonif TP 333/Macan Cisanti harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitarnya.
“Kamu sebagai prajurit rakyat, kamu lahir karena rakyat, dan kamu harus berbakti untuk rakyat. Jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat, karena dari ujung kaki sampai ujung kepalamu itu adalah berasal dari rakyat! Yang diinginkan oleh rakyat kamu berada di sini adalah dia merasa aman dan dia merasa nyaman,” tegas Menhan Sjafrie.
Pesan tersebut menjadi penekanan utama dalam pengarahan Menhan kepada prajurit. Ia mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari jati diri prajurit yang harus dijalankan dalam pelaksanaan tugas.
Yonif TP 333/Macan Cisanti Diminta Terus Berlatih
Selain menekankan hubungan prajurit dengan rakyat, Menhan menggarisbawahi pentingnya latihan untuk menjaga kualifikasi tempur utama. Latihan juga diperlukan agar prajurit siap menjalankan tugas di seluruh wilayah Indonesia.
Menhan meminta anggota Yonif TP 333/Macan Cisanti meningkatkan kemampuan melalui latihan menembak, bela diri, dan patroli.
“Kamu sebagai anggota Batalyon Infanteri harus selalu berlatih! Berlatih menembak, berlatih bela diri, berlatih patroli. Dan ingat, kamu sebagai prajurit TNI harus siap untuk bertugas di seluruh wilayah Nasional Indonesia,” ujar Menhan.
Arahan tersebut disampaikan dalam konteks tugas prajurit batalyon infanteri yang dituntut memiliki kesiapan untuk menjalankan penugasan di berbagai wilayah. Kesiapan itu mencakup kemampuan tempur dan kemampuan melaksanakan tugas sesuai kebutuhan.
Peran Batalyon Teritorial Pembangunan
Menhan juga menjelaskan peran ganda Yonif TP 333/Macan Cisanti sebagai Batalyon Teritorial Pembangunan. Menurut dia, setiap Yonif TP disiapkan dengan peralatan, keterampilan, dan lahan untuk mendukung kemandirian pangkalan.
Fasilitas tersebut mencakup lahan pertanian dan peternakan. Kesiapan itu diarahkan agar batalyon dapat berdiri sendiri serta mendukung ketahanan pangan wilayah, terutama apabila negara berada dalam kondisi darurat.
“Supaya kamu tahu bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan itu ada di semua Kabupaten di seluruh Indonesia. Kamu sudah dipersiapkan alat-peralatan, keterampilan, dan lahan—lahan pertanian, peternakan, supaya kamu bisa mandiri, berdiri sendiri apabila kita dalam keadaan darurat,” tambah Menhan.
Peran tersebut menempatkan Yonif TP tidak hanya sebagai satuan yang menjaga kesiapan tugas kemiliteran, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan fasilitas untuk menopang kemandirian pangkalan serta mendukung kebutuhan wilayah.
Kunjungan kerja Menhan ke Yonif TP 333/Macan Cisanti ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh prajurit diberi kekuatan serta kesehatan dalam mengemban tugas mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan melindungi seluruh rakyat Indonesia. (Biro Infohan Setjen Kemhan)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















