Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak anggota Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) menyukseskan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto tentang pembangunan dari desa dan dari bawah. Ajakan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AKSI di Gedung Pustakaloka Nusantara IV, kawasan Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Yandri mendorong kepala desa berkolaborasi dengan pemerintah untuk mempercepat pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan melalui berbagai program pembangunan desa.
Dalam forum tersebut, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memaparkan sejumlah program yang menjadi bagian dari 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Program itu mencakup BUM Desa, Desa Tematik, Desa Wisata, Desa Ekspor, dan Desa Berketahanan Iklim.
Asta Cita Tempatkan Desa sebagai Subjek Pembangunan
Yandri mengatakan posisi desa dalam pembangunan nasional semakin penting karena desa ditempatkan sebagai subjek pembangunan dan menjadi bagian dari Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo, desa ditempatkan sebagai subjek pembangunan dan ditempatkan dalam Asta Cita. Oleh karena itu, mari kita sukseskan Asta Cita ini,” kata Yandri.
Menurut kementerian, berbagai program prioritas pemerintah kini disalurkan ke desa. Salah satunya adalah Koperasi Desa Merah Putih yang dirancang agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh warga desa.
Kepemilikan aset koperasi, seperti gudang, gerai, dan alat transportasi, menjadi milik desa. Selain itu, sebesar 20 persen keuntungan koperasi dialokasikan untuk Pendapatan Asli Desa (PADes). Program tersebut juga memprioritaskan warga sekitar sebagai karyawan.
Program Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi
Di tengah tantangan dan peluang pembangunan desa, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal meluncurkan program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi atau Sehati.
Program Sehati akan memberikan bantuan sebesar Rp2,5 miliar per desa dengan target pelaksanaan di 10.000 desa. Program ini menjadi salah satu langkah kementerian dalam mendukung pembangunan ekonomi serta pangan di tingkat desa.
Selain program Sehati, agenda pembangunan desa juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia.
Melalui program itu, satu pemuda dari setiap desa terpilih dikirim ke Jepang untuk belajar. Mereka juga dibekali beasiswa Rp300 juta dan berkesempatan bekerja dengan gaji puluhan juta rupiah. Penguatan peran generasi muda di desa turut dilakukan melalui peluncuran Duta Desa Gen Z.
Rakernas AKSI Diikuti Kepala Desa dari 28 Provinsi
Rakernas AKSI 2026 dihadiri para kepala desa dari 28 provinsi dan 160 kabupaten/kota. Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Sari Yuliati.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan hasil Rakernas AKSI akan disampaikan kepada pemerintah melalui Menteri Desa.
“Setelah rakernas mereka akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah melalui Menteri Desa tentunya,” kata Dasco.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menyatakan siap menerima rekomendasi Rakernas AKSI dan berkolaborasi untuk menggerakkan pembangunan desa.
Kegiatan tersebut turut didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Taufik Madjid, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani, serta Staf Khusus M. Khoirul Huda.



















