Headline.co.id, Surabaya ~ Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin Apel Siaga dalam rangka HUT ke-81 TNI AL di Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Kamis (10/9/2026). Apel tersebut menegaskan kesiapsiagaan prajurit TNI AL untuk menghadapi keadaan darurat, terutama bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan digelar secara sederhana tanpa demonstrasi dengan para prajurit mengenakan pakaian dinas lapangan sebagai simbol kesiapan untuk dikerahkan dalam operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Melalui apel HUT ke-81 TNI AL, sebanyak tujuh satuan setingkat batalyon disiagakan untuk mendukung respons terhadap bencana dan membantu masyarakat terdampak. Kesiapan itu ditunjukkan melalui penampilan sejumlah kendaraan taktis dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di lokasi apel.
Kesiapan TNI AL untuk Penanganan Bencana
Sejumlah kendaraan dan alutsista yang ditampilkan lain kendaraan taktis Kopaska, sea rider Taifib, chamber Satkoppeba, peluncur ganda roket RM-70 Marinir, kendaraan tempur BMP-30F, hardtop Kopaska, serta Meriam Howitzer. Tiga kapal perang juga menjadi latar belakang pasukan, yakni KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI Prabu Siliwangi-321, dan KRI Brawijaya-320.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Muhammad Ali mengatakan kesiapsiagaan yang ditunjukkan dalam apel bukan sekadar bagian dari upacara. Menurut dia, hal itu menggambarkan kesiapan nyata TNI AL untuk mengirimkan personel dan alutsista ke wilayah yang mengalami bencana.
“Bencana alam terjadi di mana-mana dan kita terus mengirimkan unsur-unsur kita, pasukan dan alutsista ke daerah-daerah yang mengalami bencana, baik bencana alam di NTT, di Kalimantan, di Sumatra, karhutla juga kebakarannya,” kata Muhammad Ali.
TNI AL masih terlibat dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah. Untuk bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI AL sebelumnya mengerahkan hingga lima kapal perang Republik Indonesia (KRI). Namun, jumlah kapal mulai dikurangi karena penanganan bencana telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pada tahap tersebut, TNI AL berencana menambah pengerahan personel, khususnya pasukan Zeni Marinir. Personel tersebut akan membantu pembangunan kembali fasilitas masyarakat yang terdampak bencana.
“Yang akan kita kirim penambahan adalah mungkin pasukan Marinir, Zeni Marinir yang akan membantu program rehabilitasi dan rekonstruksi bencana,” ujar Muhammad Ali.
Penanganan Karhutla di Kalimantan
Selain penanganan bencana di NTT, TNI AL turut terlibat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Personel TNI AL dikerahkan bersama TNI AD, TNI AU, Polri, BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Pengerahan tersebut dilakukan hingga kebakaran benar-benar padam. Kasal menegaskan, penanganan karhutla, terutama di lahan gambut, membutuhkan waktu karena panas masih dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah dipadamkan.
“Terus sampai tuntas, sampai padam. Karena ini perintah dari Bapak Presiden. Terutama lahan gambut agak susah, karena di bawahnya tetap panas, asapnya tetap keluar,” tegasnya.
Rangkaian HUT ke-81 TNI AL
Rangkaian HUT ke-81 TNI AL tidak hanya berfokus pada kesiapsiagaan menghadapi bencana. Sejumlah kegiatan sosial dan kemanusiaan juga digelar, lain bakti kesehatan, pembersihan pantai, penanaman mangrove, pembagian sembako, pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembangunan jembatan bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut menyasar masyarakat, terutama yang berada di daerah terpencil dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). TNI AL juga bekerja sama dengan Bank Indonesia melalui program Kedaulatan Rupiah dengan mengirimkan uang ke pulau-pulau terluar. Program itu telah dilaksanakan beberapa minggu sebelum puncak peringatan HUT TNI AL.
Dalam apel tersebut, Kasal juga memberikan penghargaan berupa Bendera Teladan kepada sejumlah satuan dan prajurit berprestasi. Penghargaan diberikan kepada Lanal Dumai sebagai Lanal Kelas B Teladan, Lanal Tanjung Balai Asahan sebagai Lanal Kelas C Teladan, Lanudal Aru sebagai Lanudal TNI AL Teladan, KRI Kapak-625 sebagai KRI Teladan, serta Batalyon Infanteri 1 Marinir sebagai Batalyon Marinir Teladan.
Penghargaan turut diberikan kepada prajurit berprestasi di bidang operasi, olahraga, perwakilan upacara kenegaraan, serta Tamtama Teladan 2026. Kesiapsiagaan dalam HUT ke-81 TNI AL tersebut menegaskan peran TNI AL yang tidak hanya berorientasi pada tugas pertahanan, tetapi juga memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat maupun bencana.



















