Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ BYD bersiap membawa teknologi baterai solid-state dari tahap pengembangan menuju pengujian pada kendaraan nyata dengan menghadirkan setidaknya satu model pada 2027. Rencana BYD siapkan mobil dengan baterai solid-state tahun depan itu disampaikan Executive Vice President BYD, Stella Li, dalam wawancara dengan Carwow.es di Valencia, Spanyol. Langkah tersebut dilakukan untuk membuktikan kemampuan teknologi baterai generasi baru tersebut sebelum diterapkan secara lebih luas. Namun, kemunculan model pertama itu belum berarti baterai solid-state BYD akan langsung memasuki produksi massal.
Stella Li menyampaikan bahwa kendaraan pertama tersebut akan menjadi bagian penting dari proses pembuktian teknologi. BYD masih harus memastikan baterai solid-state mampu bekerja secara optimal ketika digunakan dalam kondisi kendaraan nyata, bukan hanya saat dikembangkan dan diuji di lingkungan penelitian.
'Untuk membuktikan teknologi tersebut, bahkan tahun depan kami akan memiliki satu model pertama dengan teknologi ini,' ujar Stella Li, dikutip dari CarNewsChina, Rabu (16/9/2026).
BYD Siapkan Model Pertama untuk Pembuktian Teknologi
Kehadiran satu model pada 2027 lebih tepat dipandang sebagai langkah pembuktian teknologi daripada awal produksi massal. Dalam tahap tersebut, BYD masih perlu menguji bagaimana baterai solid-state beroperasi ketika diterapkan langsung pada kendaraan dan digunakan dalam kondisi yang lebih mendekati pemakaian sehari-hari.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Belum ada kepastian bahwa kendaraan dengan baterai solid-state tersebut akan langsung dijual secara massal. BYD masih berada pada fase pengembangan dan pengujian untuk memastikan teknologi yang disiapkan memiliki tingkat keandalan yang diperlukan sebelum penggunaannya diperluas.
Rencana ini menunjukkan bahwa pengembangan baterai solid-state BYD mulai bergerak menuju tahap penerapan pada kendaraan. Pengujian di kendaraan nyata menjadi langkah penting karena teknologi baterai tidak hanya harus mampu menunjukkan performa dalam pengembangan, tetapi juga harus konsisten ketika digunakan dalam berbagai kondisi operasional.
Baterai Solid-State BYD Masih dalam Tahap Pengembangan
BYD diketahui mengembangkan baterai solid-state berbasis sulfida. Teknologi tersebut menjadi salah satu fokus perusahaan dalam pengembangan baterai generasi berikutnya yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan baterai kendaraan listrik.
Baterai solid-state memiliki perbedaan mendasar dibandingkan baterai lithium-ion konvensional karena menggunakan elektrolit padat. Teknologi itu dikembangkan industri otomotif karena memiliki potensi peningkatan pada aspek performa dan efisiensi baterai.
Meski demikian, tantangan dalam pengembangan baterai solid-state tidak berhenti pada kemampuan membuat teknologi tersebut bekerja di laboratorium. Produsen juga harus memastikan baterai dapat dibuat secara konsisten dalam jumlah besar dan memiliki tingkat keandalan yang sesuai untuk penggunaan kendaraan sehari-hari.
Stella Li menegaskan BYD berada dalam posisi kuat dalam pengembangan teknologi baterai solid-state. Namun, model yang direncanakan hadir pada 2027 tetap menjadi bagian dari proses pembuktian sebelum perusahaan dapat mempertimbangkan penerapan teknologi itu dalam skala lebih luas.
Baterai Lithium-Ion Diperkirakan Tetap Bertahan
Pengembangan baterai solid-state juga tidak serta-merta membuat teknologi baterai lithium-ion konvensional segera ditinggalkan. BYD sebelumnya memperkirakan kedua jenis baterai tersebut masih akan digunakan secara berdampingan dalam jangka panjang.
Chief Scientist BYD, Lian Yubo, menyebut baterai lithium-ion dan baterai solid-state berpotensi tetap hidup berdampingan selama 15 hingga 20 tahun. Perkiraan tersebut menunjukkan bahwa transisi menuju teknologi baterai generasi baru dipandang sebagai proses bertahap, bukan perubahan yang berlangsung dalam waktu singkat.
Dengan kondisi tersebut, keberhasilan pengujian satu model pada 2027 belum otomatis menentukan seberapa cepat baterai solid-state dapat digunakan pada lebih banyak kendaraan BYD. Tahap pengujian akan menjadi bagian penting untuk menilai kesiapan teknologi sebelum bergerak menuju skala produksi yang lebih besar.
Persaingan Teknologi Solid-State Mulai Menguat
BYD bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan baterai solid-state. Toyota juga menargetkan peluncuran kendaraan listrik dengan baterai all-solid-state sekitar 2027 hingga 2028 melalui kerja sama dengan Idemitsu Kosan.
Di sektor industri baterai, Samsung SDI juga menargetkan produksi massal baterai all-solid-state pada 2027. Sejumlah rencana tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi solid-state mulai bergerak dari penelitian menuju tahap pengujian kendaraan dan persiapan produksi.
Bagi BYD, menghadirkan model pertama dengan baterai solid-state pada 2027 menjadi langkah untuk menguji teknologi tersebut dalam kondisi nyata. Hasil dari proses pembuktian itu akan menjadi bagian penting dalam pengembangan baterai generasi berikutnya, sementara penerapan secara massal masih membutuhkan tahapan lanjutan dan belum dipastikan waktunya.




















