Headline.co.id, Lumajang ~ Kopling Argopuro genap satu dekade menjalankan kegiatan konservasi sumber mata air, reboisasi, aksi lingkungan, dan edukasi kepada masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang mengapresiasi perjalanan komunitas tersebut dalam peringatan satu dekade Kopling Argopuro di Balai Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026). Apresiasi itu disampaikan karena konsistensi Kopling Argopuro dinilai memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. DLH Lumajang juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak agar konservasi dan edukasi lingkungan dapat terus berjalan.
Kopling Argopuro Konsisten Jaga Lingkungan
Kepala DLH Kabupaten Lumajang, Hertutik, mengatakan keberadaan komunitas lingkungan memiliki peran penting dalam mendorong keterlibatan masyarakat. Menurut dia, konsistensi yang ditunjukkan Kopling Argopuro selama sepuluh tahun merupakan aksi nyata dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami mengapresiasi konsistensi Kopling Argopuro selama sepuluh tahun. Apa yang dilakukan merupakan aksi nyata yang perlu terus didukung dan diperkuat melalui sinergi bersama,” ujar Hertutik dalam peringatan satu dekade Kopling Argopuro.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kopling Argopuro mulai diinisiasi pada Agustus 2015 dan kemudian dibentuk sebagai komunitas. Dalam perjalanannya, komunitas ini aktif melaksanakan konservasi sumber mata air, reboisasi, aksi lingkungan, serta edukasi kepada masyarakat.
DLH Lumajang Buka Ruang Kolaborasi
Hertutik menegaskan, pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan pemerintah, komunitas, dan masyarakat secara bersama-sama. Karena itu, DLH Kabupaten Lumajang membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak dalam kegiatan konservasi dan edukasi lingkungan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga serta memanfaatkan sumber daya lingkungan secara bertanggung jawab. Sinergi pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan lingkungan.
Menurut Hertutik, keterlibatan berbagai unsur diperlukan agar upaya menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan oleh satu pihak. Peran komunitas seperti Kopling Argopuro dinilai penting karena kegiatan konservasi dan edukasi dilakukan secara konsisten di tengah masyarakat.
Satu Dekade Jadi Momentum Perkuat Sinergi
Pembina Kopling Argopuro, Ali Ridho, mengatakan perjalanan komunitas selama satu dekade menjadi momentum untuk memperkuat dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keberlanjutan kegiatan konservasi yang telah dilakukan komunitas.
“Kami berharap ke depan dukungan dan sinergi dengan pemerintah maupun pihak lainnya semakin kuat, sehingga kegiatan konservasi yang kami lakukan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ali.
Selama satu dekade, Kopling Argopuro menjalankan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan. Kegiatan itu mencakup konservasi sumber mata air, reboisasi, aksi lingkungan, dan edukasi kepada masyarakat.
Peringatan satu dekade tersebut menjadi penanda perjalanan Kopling Argopuro sejak mulai diinisiasi pada Agustus 2015. Pada saat yang sama, kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat dukungan dan sinergi komunitas, pemerintah, serta pihak lainnya dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Lumajang.


















