Headline.co.id, Bener Meriah ~ Wakil Bupati Bener Meriah H. Armia menyerahkan piagam penghargaan kepada desa dengan pengumpulan zakat terbanyak Tahun 2026 dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah. Penghargaan itu diberikan di Aula Setdakab Bener Meriah, Selasa (15/9/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sebanyak sembilan desa dari Kecamatan Bukit, Bandar, dan Wih Pesam menerima penghargaan tersebut. Melalui Rakerda, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mendorong lahirnya program pengelolaan ZIS yang konkret, inovatif, dan tepat sasaran.
Sembilan Desa Terima Penghargaan
Sembilan desa penerima penghargaan Baitul Mal Bener Meriah tersebar di tiga kecamatan. Dari Kecamatan Bukit, penghargaan diterima Desa Bale Atu, Desa Rembele, dan Desa Tingkem Benyer.
Sementara itu, tiga desa dari Kecamatan Bandar yang menerima penghargaan ialah Desa Pondok Ulung, Desa Makmur Sentosa, dan Desa Selisih Mara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Adapun dari Kecamatan Wih Pesam, penghargaan diberikan kepada Desa Blang Paku, Desa Blang Benara, dan Desa Wih Pesam.
Penyerahan penghargaan dilakukan dalam Rakerda Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah Tahun 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi UPZ dan Perluasan Muzakki Melayani Umat, Mandirikan Mustahik”.
Perkuat Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah
Rakerda menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk membahas penguatan peran unit pengumpul zakat (UPZ) dan perluasan muzakki dalam pelayanan kepada umat.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Bener Meriah H. Armia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah akan terus mendukung penguatan peran dan fungsi Baitul Mal. Dukungan itu dilakukan melalui kebijakan, koordinasi, dan regulasi yang mendukung pengelolaan ZIS secara optimal.
“Saya berharap melalui Rakerda ini lahir program-program yang konkret, inovatif, dan tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Armia.
Menurut Armia, penguatan pengelolaan ZIS diperlukan agar program yang dijalankan Baitul Mal dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan. Ia juga berharap hasil Rakerda dapat melahirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baitul Mal Diharapkan Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Armia berharap Baitul Mal tidak hanya berperan sebagai lembaga pengelola dana umat. Ia mendorong lembaga tersebut berkembang menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi umat di Kabupaten Bener Meriah.
Harapan itu sejalan dengan tema Rakerda yang menekankan sinergi UPZ, perluasan muzakki, pelayanan kepada umat, serta upaya memandirikan mustahik. Melalui pengelolaan ZIS yang diperkuat, Baitul Mal diharapkan dapat menjalankan peran yang lebih luas di tengah masyarakat.
Rakerda Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah turut dihadiri Sekretaris Daerah Bener Meriah sekaligus Ketua Dewan Pengawas Baitul Mal Riswandika Putra. Hadir pula Ketua Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah Nawawi beserta jajaran komisioner.
Selain itu, kegiatan tersebut diikuti para kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), camat dari Kecamatan Bukit, Wih Pesam, dan Bandar, serta para imam kampung dari tiga kecamatan tersebut.














