Headline.co.id, Boven Digoel ~ Pemkab Boven Digoel mengambil langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat dari potensi kebakaran akibat kondisi cuaca kering. Langkah tersebut disampaikan Bupati Boven Digoel Roni Omba dalam Coffee Morning bertema “Kemarau Datang, Waspada Kebakaran” di Tanah Merah, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan itu melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran melalui komunikasi, pengawasan lingkungan, serta kesiapan sumber air dan sarana pemadam.
Pemkab Boven Digoel menilai potensi kebakaran pada kondisi cuaca kering membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pemerintah dan aparat tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani persoalan tersebut, sehingga komunikasi serta koordinasi antarpemangku kepentingan perlu diperkuat dari tingkat kampung hingga distrik.
Pemkab Boven Digoel Perkuat Komunikasi Warga
Bupati Roni Omba mengatakan, perlindungan keselamatan masyarakat menjadi dasar pengambilan langkah antisipatif menghadapi potensi kebakaran. Ia meminta masyarakat segera menyampaikan kejadian atau persoalan melalui jalur komunikasi resmi agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Komunikasi, kepedulian, dan pengawasan lingkungan perlu diperkuat mulai dari tingkat kampung hingga distrik,” kata Roni Omba.
Selain memperkuat komunikasi resmi, pemerintah daerah mengajak masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi melalui media sosial. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi mengenai kejadian di lapangan dapat diterima dan ditindaklanjuti secara tepat.
Polisi Ingatkan Bahaya Kelalaian Manusia
Kompol Dian Novita Pietersz menekankan pentingnya sinergi pemerintah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat untuk mencegah kebakaran sekaligus menjaga keamanan wilayah.
Menurutnya, sejumlah kejadian kebakaran dipengaruhi faktor alam dan kelalaian manusia. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan serta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar aktivitas yang melibatkan api tidak memicu kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca kering meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran api.
Patroli dan Sosialisasi Akan Ditingkatkan
Jajaran kepolisian akan meningkatkan patroli dan sosialisasi, terutama pada waktu serta lokasi yang dinilai rawan. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencegah kebakaran, tetapi juga mendukung keamanan wilayah.
Dalam pertemuan itu, penguatan penerangan lingkungan, pengawasan lokasi rawan, dan peningkatan komunikasi antarpemangku kepentingan turut dinilai penting. Koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu mencegah gangguan keamanan dan mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi keadaan darurat.
Kesiapan Sumber Air dan Sarana Pemadam
Coffee Morning tersebut juga membahas kesiapan sumber air dan sarana pemadam kebakaran. Ketersediaan sumber air menjadi salah satu perhatian dalam penanganan apabila kebakaran terjadi.
Masyarakat diharapkan memberikan akses sumber air untuk kepentingan penanganan kebakaran dalam situasi darurat. Dukungan itu menjadi bagian dari kesiapan bersama yang dibangun melalui sinergi pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat.
Melalui langkah antisipatif tersebut, Pemkab Boven Digoel mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan, memperkuat pengawasan, serta menggunakan jalur komunikasi resmi dalam menyampaikan informasi terkait potensi kebakaran.

















