Headline.co.id, Boyolali ~ Bukit Cilenguk menjadi salah satu destinasi menarik di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, karena menawarkan perpaduan panorama Gunung Merapi dan jejak sejarah Kasunanan Surakarta. Kawasan yang berada di Dukuh Tritis, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, itu dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Selain menikmati udara sejuk pegunungan, wisatawan dapat melihat petilasan yang dikaitkan dengan Sri Susuhunan Pakubuwono X.
Bukit Cilenguk berada di kawasan kaki Gunung Merapi sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan gunung dari area wisata tanpa harus melakukan pendakian. Ketika cuaca cerah, lanskap Merapi menjadi salah satu pemandangan paling menonjol dari kawasan tersebut.
Keunikan Bukit Cilenguk semakin kuat karena tempat ini tidak hanya mengandalkan wisata alam. Keberadaan petilasan Pakubuwono X memberikan nilai sejarah yang menjadi pembeda dibandingkan sejumlah lokasi wisata pegunungan lainnya di kawasan Selo.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bukit Cilenguk Simpan Jejak Pakubuwono X
Salah satu bagian yang menarik perhatian pengunjung adalah keberadaan bangunan petilasan Sri Susuhunan Pakubuwono X, Raja Kasunanan Surakarta yang memerintah pada periode 1893 hingga 1939.
Berdasarkan informasi yang terdapat dalam bahan mengenai destinasi tersebut, kawasan Bukit Cilenguk memiliki keterkaitan dengan perjalanan Pakubuwono X ketika mengunjungi Gunung Merapi.
Di lokasi wisata terdapat sebuah bangunan bertembok permanen dengan ukuran sekitar 2,5 meter persegi yang menjadi bagian dari kawasan petilasan.
Di dalam bangunan tersebut terdapat penanda berupa batu serta sejumlah benda yang dikaitkan dengan Pakubuwono X, termasuk jarik atau kain batik.
Keberadaan petilasan membuat kunjungan ke Bukit Cilenguk tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menikmati panorama alam. Wisatawan juga dapat melihat salah satu lokasi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Kasunanan Surakarta.
Karena memiliki nilai sejarah dan budaya, pengunjung perlu menjaga tata krama ketika memasuki atau berada di sekitar kawasan petilasan.
Panorama Gunung Merapi Jadi Daya Tarik Utama
Selain nilai sejarah, panorama Gunung Merapi tetap menjadi daya tarik utama Bukit Cilenguk.
Letaknya di kawasan Selo membuat gunung tersebut dapat terlihat cukup jelas ketika kondisi cuaca mendukung. Pemandangan itu banyak dimanfaatkan wisatawan sebagai latar untuk berfoto.
Kawasan wisata juga dikelilingi pepohonan besar yang memberikan suasana rindang. Udara pegunungan yang sejuk membuat tempat tersebut dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin beristirahat dari suasana perkotaan.
Kecamatan Selo sendiri berada di kawasan antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Kondisi geografis tersebut membuat wilayah ini dikenal memiliki udara sejuk dan lanskap pegunungan.
Wisatawan juga dapat datang pada pagi hari untuk menikmati suasana yang lebih tenang. Dalam kondisi tertentu, kabut tipis dapat muncul di sekitar kawasan dan menambah karakter pemandangan Bukit Cilenguk.
Cocok untuk Berburu Foto dan Bersantai
Bentang alam Bukit Cilenguk memberikan sejumlah pilihan aktivitas bagi wisatawan.
Berfoto dengan latar Gunung Merapi menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilakukan. Perbukitan hijau, pepohonan rindang, dan lanskap pegunungan juga dapat menjadi objek fotografi selama berada di kawasan tersebut.
Area terbuka di sekitar bukit dapat dimanfaatkan untuk duduk dan menikmati suasana bersama keluarga maupun teman.
Pengunjung juga dapat membawa bekal sederhana untuk dinikmati selama berada di kawasan wisata. Namun, kebersihan tetap perlu dijaga agar lingkungan Bukit Cilenguk tidak tercemar sampah.
Sejumlah fasilitas dasar disebut tersedia di kawasan ini, antara lain area parkir kendaraan, gardu pandang, spot foto alam, tempat duduk sederhana serta warung makanan dan minuman.
Bukit Cilenguk dapat dijangkau dari kawasan Kecamatan Selo dengan rute yang relatif sederhana.
Pengunjung dapat menggunakan Simpang PB VI Selo atau kawasan depan Pasar Selo sebagai patokan perjalanan. Dari lokasi tersebut, perjalanan dilanjutkan menyusuri Jalan Magelang-Boyolali menuju arah Magelang sekitar dua kilometer.
Setelah itu, pengunjung akan menemukan Gapura Selamat Datang Dukuh Tritis yang berada di sisi kanan jalan.
Dari gapura, perjalanan dilanjutkan menuju arah barat kurang lebih 200 meter hingga mencapai kawasan Bukit Cilenguk.
Akses jalan disebut dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, wisatawan tetap perlu berhati-hati karena sebagian jalur berada di kawasan pegunungan dan memiliki kontur menanjak.
Dari Kota Boyolali, perjalanan menuju kawasan Selo diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu jam. Sementara dari Solo, waktu perjalanan disebut berkisar satu hingga satu setengah jam, bergantung pada kondisi lalu lintas.
Bukit Cilenguk Tidak Memiliki Tiket Masuk Resmi
Daya tarik lain dari Bukit Cilenguk adalah belum adanya tiket masuk resmi bagi wisatawan.
Kawasan tersebut terbuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Pengelola menyediakan kotak donasi bagi wisatawan yang ingin memberikan sumbangan secara sukarela. Dana tersebut digunakan untuk membantu menjaga kebersihan dan perawatan fasilitas, terutama di sekitar kawasan petilasan Pakubuwono X.
Selain itu, dalam bahan disebutkan pengunjung umumnya perlu menyiapkan biaya parkir kendaraan sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 sesuai jenis kendaraan.
Dengan biaya kunjungan yang relatif terjangkau, wisatawan dapat menikmati pemandangan Gunung Merapi sekaligus mengenal nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.
Perpaduan panorama pegunungan, udara sejuk, akses yang relatif mudah, serta keberadaan petilasan Pakubuwono X menjadikan Bukit Cilenguk memiliki karakter tersendiri sebagai destinasi wisata di Boyolali.
Pengunjung yang datang tetap perlu menjaga kebersihan, tidak merusak lingkungan, serta menghormati kawasan petilasan agar nilai alam dan sejarah Bukit Cilenguk tetap terpelihara.



















