Headline.co.id, Bireuen ~ Bupati Bireuen Mukhlis bersama Wakil Bupati Bireuen Razuardi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Senin (14/9/2026). Sidak SKPK tersebut dilakukan di Kabupaten Bireuen untuk mengecek kedisiplinan aparatur, pelayanan publik, dan pelaksanaan tugas pemerintahan. Dalam kunjungan itu, Mukhlis juga menyoroti potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari pengelolaan retribusi parkir. Ia meminta seluruh potensi pendapatan daerah ditata secara tertib, transparan, dan optimal agar memberi manfaat bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam sidak tersebut, Bupati Bireuen didampingi Inspektur Kabupaten Bireuen, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) Bireuen.
Bupati Bireuen Tekankan Disiplin Aparatur
Mukhlis menegaskan, kedisiplinan dan kinerja aparatur sipil negara (ASN) harus menjadi perhatian utama. Menurut dia, keberadaan aparatur pemerintah harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kita ingin memastikan aparatur benar-benar hadir dan menjalankan tugas serta tanggung jawabnya dengan baik. Disiplin harus menjadi bagian dari budaya kerja,” ujarnya.
Pengecekan langsung ke sejumlah SKPK dilakukan untuk memastikan aparatur menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Pemerintah Kabupaten Bireuen juga mendorong jajaran pemerintah daerah bekerja sungguh-sungguh serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Retribusi Parkir Dinilai Berpotensi Tingkatkan PAD
Selain kedisiplinan ASN, Mukhlis memberi perhatian pada pengelolaan retribusi parkir. Saat berada di ruang rapat Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen, ia meminta agar penataan dan pengelolaan retribusi parkir dilakukan secara tertib, transparan, dan optimal.
Menurut Mukhlis, retribusi parkir masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD Kabupaten Bireuen. Karena itu, setiap sumber pendapatan daerah perlu dikelola secara serius sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan daerah.
“Jangan sampai potensi pendapatan yang ada tidak dikelola secara optimal. Semua sumber PAD harus ditata dengan baik dan memberikan manfaat bagi daerah,” imbuhnya.
Penataan potensi PAD tersebut menjadi salah satu perhatian dalam sidak SKPK yang dilakukan Bupati Bireuen. Pemerintah daerah menilai peningkatan pendapatan dan pelayanan publik membutuhkan kerja bersama pimpinan, aparatur, dan seluruh pemangku kepentingan.
Kantor Diskominsa Bireuen Perlu Diperbaiki
Usai meninjau sejumlah SKPK, Mukhlis bersama rombongan melihat kondisi gedung Kantor Diskominsa Bireuen. Dari peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah persoalan pada bangunan, di antaranya atap yang kerap bocor ketika hujan dan beberapa bagian plafon yang mulai mengalami keretakan.
Pemerintah Kabupaten Bireuen akan mengupayakan anggaran rehabilitasi atap dan plafon Kantor Diskominsa pada tahun anggaran 2027. Perbaikan itu dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi aparatur.
Lingkungan kerja yang lebih baik diharapkan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas aparatur. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Pelayanan Publik dan PAD Jadi Perhatian
Mukhlis meminta seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan disiplin, bekerja sungguh-sungguh, dan mengoptimalkan setiap potensi yang dimiliki Kabupaten Bireuen. Ia menekankan, penguatan disiplin aparatur dan pengelolaan potensi PAD merupakan bagian dari upaya meningkatkan manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bireuen menargetkan pelayanan publik dan pembangunan daerah semakin memberikan manfaat nyata melalui penguatan kedisiplinan aparatur serta pengelolaan potensi pendapatan yang lebih optimal.






