Headline.co.id, Seruyan ~ Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Seruyan menggelar program pembinaan Polisi Cilik (Pocil) di SD Negeri 1 Kuala Pembuang II pada Selasa, 1 September 2026. Program ini bertujuan menanamkan budaya disiplin dan tertib berlalu lintas sejak usia dini kepada para siswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan pemahaman akan pentingnya menaati aturan lalu lintas.
Dalam pelaksanaan program, personel Satlantas Polres Seruyan memberikan berbagai materi dan pelatihan kepada para siswa. Selain mengajarkan kemampuan baris-berbaris, mereka juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kepatuhan terhadap peraturan. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesiapan dan sikap tampang peserta, dilanjutkan dengan pemantapan gerakan dasar dan variasi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) untuk meningkatkan kekompakan dan ketelitian.
Selain itu, para siswa juga diberikan pelatihan mengenai 12 gerakan pengaturan lalu lintas. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang keselamatan dan ketertiban berlalu lintas, serta membangun keberanian mereka untuk menjadi contoh yang baik di lingkungan sekitar. Kasatlantas Polres Seruyan, Iptu Subronto, menekankan pentingnya pembinaan ini sebagai bagian dari upaya Polri membentuk karakter generasi muda dan menumbuhkan kesadaran berlalu lintas sejak dini.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal tugas kepolisian, tetapi juga memahami nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat menjadi karakter mereka hingga dewasa,” ujar Iptu Subronto. Ia juga berharap keberadaan Polisi Cilik dapat memberikan pengaruh positif sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Satlantas Polres Seruyan berkomitmen untuk melaksanakan pembinaan ini secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai edukasi lalu lintas yang humanis, tetapi juga mempererat hubungan Polri dan lingkungan pendidikan. Dengan demikian, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang disiplin, percaya diri, taat aturan, dan peduli terhadap keselamatan orang lain, khususnya dalam berlalu lintas.



















