Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pemerintahan

Mengapa Kabinet Bayangan Indonesia Dibentuk? Ini Latar Belakang, Anggota, dan Targetnya

Saddam by Saddam
35 minutes ago
in Pemerintahan
Reading Time: 10 mins read
410 13
A A
0
Kabinet Bayangan Indonesia dipelopori pakar hukum tata negara Feri Amsari bersama Ahmad Jilul QF dari Masyarakat Transparansi Indonesia

Kabinet Bayangan Indonesia dipelopori pakar hukum tata negara Feri Amsari bersama Ahmad Jilul QF dari Masyarakat Transparansi Indonesia (Dok Foto indonews,id)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Kabinet Bayangan Indonesia dibentuk oleh Koalisi Masyarakat Sipil sebagai wadah pengawasan independen terhadap kebijakan dan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gerakan yang dideklarasikan di Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 27 Juli 2026, itu melibatkan 15 akademisi, ekonom, peneliti, dan aktivis yang bekerja secara pro bono serta nonpartisan. Pembentukannya dilatarbelakangi penilaian bahwa fungsi checks and balances perlu diperkuat di tengah besarnya koalisi pemerintah dan terbatasnya peran oposisi formal di parlemen.

Kabinet Bayangan Indonesia dipelopori pakar hukum tata negara Feri Amsari bersama Ahmad Jilul QF dari Masyarakat Transparansi Indonesia. Para anggotanya ditugaskan mengawasi kementerian dan lembaga negara sekaligus menyusun proposal kebijakan alternatif berbasis riset serta data.

You might also like

Kabinet Bayangan Indonesia menjadi eksperimen baru masyarakat sipil

Contents

    • 0.1. Struktur Kabinet Bayangan Indonesia 2026, Lengkap dengan Pembagian Bidang Pengawasan
    • 0.2. Vidal “Segar Sayang” Bengkulu: Sanksi Pejabat Masih Tertunda, Saksi Kunci Belum Hadir
  • 1. Mengapa Kabinet Bayangan Indonesia Dibentuk?
  • 2. Lahir di Tengah Sorotan terhadap Fungsi Oposisi
  • 3. Siapa Saja Anggota Kabinet Bayangan Indonesia?
  • 4. Setiap Anggota Mengawasi Kementerian Berbeda
  • 5. Lima Instrumen Pengawasan Kabinet Bayangan
  • 6. Target Jangka Pendek Kabinet Bayangan
  • 7. Target Jangka Menengah: Bangun Ekosistem Teknokrat
  • 8. Pemerintah Beri Respons Beragam
  • 9. Kabinet Bayangan Tegaskan Bukan Pemerintahan Tandingan
  • 10. Tantangan Kabinet Bayangan Indonesia

Struktur Kabinet Bayangan Indonesia 2026, Lengkap dengan Pembagian Bidang Pengawasan

1 September 2026
Pemeriksaan Segar Sayang Berlanjut, Keputusan Sanksi Pejabat Masih Menunggu

Vidal “Segar Sayang” Bengkulu: Sanksi Pejabat Masih Tertunda, Saksi Kunci Belum Hadir

1 September 2026

Gerakan tersebut menegaskan Kabinet Bayangan Indonesia bukan pemerintahan tandingan dan tidak memiliki kewenangan formal sebagaimana kabinet pemerintahan. Kehadirannya diarahkan untuk menjadi salah satu instrumen masyarakat sipil dalam mengawasi kekuasaan, memberikan evaluasi kebijakan, dan menawarkan solusi alternatif kepada publik.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

“Pembentukan Kabinet Bayangan ini sebagai wadah pengawasan dan penyeimbang terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Kami akan pantau semua kinerja mereka dan melaporkannya ke publik,” kata Feri Amsari saat deklarasi.

Mengapa Kabinet Bayangan Indonesia Dibentuk?

Salah satu alasan utama pembentukan Kabinet Bayangan adalah keinginan memperkuat fungsi pengawasan substantif terhadap pemerintah.

Dalam keterangan resmi yang dicantumkan dalam bahan dari kabinetbayangan.id, gerakan tersebut menilai fungsi checks and balances yang seharusnya antara lain dijalankan melalui parlemen perlu diperkuat karena besarnya koalisi pemerintahan serta minimnya kekuatan oposisi formal.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah akademisi dan aktivis demokrasi mencari mekanisme pengawasan dari luar institusi politik formal.

Kabinet Bayangan kemudian dirancang sebagai gerakan masyarakat sipil yang tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghasilkan analisis kebijakan berbasis data dan menawarkan alternatif kebijakan.

Konsep yang digunakan mengadaptasi prinsip shadow cabinet yang telah dikenal di negara seperti Inggris, Australia, dan Kanada. Namun, penerapannya disesuaikan dengan kondisi politik dan ketatanegaraan Indonesia.

Berbeda dengan shadow cabinet dalam sistem parlementer yang biasanya berasal dari partai oposisi, Kabinet Bayangan Indonesia dibentuk oleh unsur masyarakat sipil.

Lahir di Tengah Sorotan terhadap Fungsi Oposisi

Peluncuran Kabinet Bayangan juga tidak terlepas dari kondisi politik nasional setelah terbentuknya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Koalisi partai pendukung pemerintah yang besar dinilai membuat ruang oposisi formal semakin terbatas. Dalam kondisi tersebut, kelompok masyarakat sipil melihat perlunya alternatif pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

Kabinet Bayangan secara khusus berfokus mengawasi cabang eksekutif karena kabinet merupakan bagian pemerintahan yang menjalankan kebijakan sehari-hari.

Feri menjelaskan satu anggota Kabinet Bayangan bahkan dapat mengawasi enam hingga tujuh kementerian atau lembaga sekaligus.

Menurut dia, mekanisme tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa struktur pengawasan terhadap pemerintahan dapat dilakukan oleh kelompok yang lebih ramping.

Kabinet Bayangan juga menjadi bagian dari eksperimen panjang masyarakat sipil Indonesia dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.

Selepas Reformasi 1998, mahasiswa, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai kelompok kritis memiliki peran penting dalam mendorong perubahan politik.

Dalam perkembangannya, ruang politik formal kembali banyak diisi elite partai dan kelompok dengan kekuatan ekonomi. Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks munculnya berbagai gerakan masyarakat sipil yang berupaya mempertahankan fungsi pengawasan.

Siapa Saja Anggota Kabinet Bayangan Indonesia?

Kabinet Bayangan Indonesia terdiri atas 15 orang dari sejumlah bidang keahlian.

Berikut susunan anggotanya:

  1. Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari
  2. Sekretaris Kabinet: Ahmad Jilul QF
  3. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara: Armand Suparman
  4. Menteri Luar Negeri: Showan Al-Banna Choiruzzad
  5. Menteri Pertahanan: Surie Maharani
  6. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati
  7. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara: Yance Arizona
  8. Menteri Perekonomian: Media Wahyu Askar
  9. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara
  10. Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim: Iqbal Damanik
  11. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Iman Zanatil Haeri
  12. Menteri Riset, Teknologi, dan Digital: Nenden Sekar Arum
  13. Menteri Kesehatan: Irma Hidayana
  14. Menteri Sosial dan Layanan Dasar: Nabiyla Risfa Izzati
  15. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah

Dalam proses pembentukan dan lingkungan gerakan tersebut juga terdapat keterlibatan sejumlah pakar, antara lain Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Erry Riyana Hardjapamekas.

Anggota Kabinet Bayangan dipilih melalui mekanisme seleksi yang melibatkan usulan publik dan panel independen.

Seluruh anggota disebut bekerja secara sukarela tanpa imbalan finansial. Mereka juga berasal dari latar belakang keahlian yang disesuaikan dengan bidang kebijakan yang akan diawasi.

Setiap Anggota Mengawasi Kementerian Berbeda

Pembagian tugas Kabinet Bayangan tidak dibuat sama persis dengan struktur Kabinet Merah Putih.

Satu anggota dapat mengawasi satu hingga sejumlah kementerian dan lembaga yang memiliki bidang kebijakan berkaitan.

Feri Amsari, misalnya, sebagai Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan mengawasi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.

Bhima Yudhistira Adhinegara mendapat tugas di bidang Keuangan dan Tata Kelola Anggaran dengan mengawasi kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Media Wahyu Askar sebagai Menteri Perekonomian memiliki ruang lingkup lebih luas. Bidang pengawasannya meliputi kebijakan Menko Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Investasi dan Hilirisasi, Koperasi, UMKM, Perdagangan, BUMN, Pariwisata, serta Ekonomi Kreatif.

Sementara Nabiyla Risfa Izzati sebagai Menteri Sosial dan Layanan Dasar mengawasi kebijakan di sejumlah sektor, mulai dari sosial, pemberdayaan masyarakat, kependudukan, ketenagakerjaan, pekerja migran, pekerjaan umum, hingga perumahan.

Model tersebut membuat struktur Kabinet Bayangan lebih ramping dibandingkan jumlah pejabat yang mereka awasi.

Lima Instrumen Pengawasan Kabinet Bayangan

Kabinet Bayangan tidak hanya membagi anggotanya berdasarkan sektor pemerintahan. Gerakan ini juga menetapkan mekanisme kerja yang digunakan untuk mengawasi kebijakan publik.

Setidaknya terdapat lima instrumen utama.

Pertama, melakukan riset dan analisis berbasis data terhadap kebijakan pemerintah.

Riset tersebut menjadi dasar penyusunan evaluasi maupun rekomendasi sehingga kritik yang disampaikan tidak hanya didasarkan pada pendapat.

Kedua, menerbitkan catatan kebijakan, laporan, dan konten publik.

Hasil analisis terhadap kebijakan pemerintah akan disampaikan kepada masyarakat agar dapat menjadi bahan penilaian terhadap kinerja pemerintah.

Ketiga, mengadakan shadow hearing atau rapat dengar pendapat versi masyarakat sipil.

Forum tersebut dirancang untuk membahas suatu kebijakan bersama pihak-pihak yang memiliki pengetahuan atau kepentingan terhadap persoalan tertentu.

Keempat, membangun Dashboard Publik untuk melacak pelaksanaan janji pemerintah.

Instrumen tersebut diarahkan agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan komitmen maupun kebijakan pemerintah secara lebih terukur.

Kelima, menyusun Alternative State of the Nation.

Dokumen tersebut dirancang sebagai evaluasi alternatif mengenai kondisi Indonesia sekaligus menawarkan perspektif kebijakan di luar laporan pemerintah.

Target Jangka Pendek Kabinet Bayangan

Dalam jangka pendek, Kabinet Bayangan menargetkan tiga fungsi utama.

Pertama, menjadi alternatif oposisi substantif berbasis bukti.

Gerakan tersebut ingin mengisi ruang pengawasan melalui analisis kebijakan yang dapat diuji berdasarkan data dan metodologi.

Kedua, menjadi pengawas pemerintah yang kredibel.

Kredibilitas tersebut hendak dibangun melalui konsistensi evaluasi, transparansi kerja, serta kompetensi para anggotanya di bidang masing-masing.

Ketiga, menjadi sumber rujukan kebijakan bagi masyarakat dan media.

Hasil riset serta catatan kebijakan yang diterbitkan diharapkan dapat digunakan publik untuk memahami dampak kebijakan pemerintah secara lebih mendalam.

Dengan demikian, gerakan tersebut tidak hanya ingin menjadi kelompok yang menyampaikan kritik, tetapi juga menyediakan pilihan kebijakan.

Target Jangka Menengah: Bangun Ekosistem Teknokrat

Kabinet Bayangan memiliki target yang lebih luas dalam jangka menengah.

Gerakan tersebut ingin membangun ekosistem teknokrat progresif yang mampu menyiapkan alternatif kebijakan nasional.

Tujuan ini menjadikan Kabinet Bayangan tidak semata-mata berorientasi pada pengawasan terhadap kebijakan yang sedang berjalan.

Para anggotanya juga diarahkan untuk menawarkan rancangan kebijakan yang dapat menjadi pilihan ketika pemerintah menghadapi persoalan tertentu.

Pendekatan ini membedakannya dengan sejumlah gerakan oposisi sebelumnya yang lebih banyak berorientasi pada mobilisasi politik atau basis kelompok masyarakat tertentu.

Kabinet Bayangan menempatkan kapasitas teknokratis, keahlian profesional, riset, dan pengolahan data sebagai instrumen utamanya.

Pemerintah Beri Respons Beragam

Kemunculan Kabinet Bayangan mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh pemerintah dan pakar hukum.

Berdasarkan informasi dalam bahan yang dirilis CNBC Indonesia pada Rabu, 29 Juli 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan pemerintah menghormati partisipasi masyarakat selama didasarkan pada data dan diarahkan pada solusi konkret.

Sementara Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan nomenklatur shadow cabinet tidak dikenal dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Pandangan lain disampaikan pakar hukum Mahfud MD.

Dalam wawancara dengan Tribunnews pada Kamis, 30 Juli 2026, Mahfud menilai pembentukan kelompok tersebut merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara untuk berserikat dan menyampaikan pendapat sepanjang tidak mengklaim memiliki kekuasaan formal.

Perbedaan respons tersebut menjadi bagian dari perdebatan mengenai posisi Kabinet Bayangan dalam sistem politik Indonesia.

Kabinet Bayangan Tegaskan Bukan Pemerintahan Tandingan

Koalisi masyarakat sipil menegaskan pembentukan Kabinet Bayangan bukan dimaksudkan sebagai pemerintahan tandingan maupun upaya mengambil kewenangan pemerintah.

Dalam keterangan resmi yang dicantumkan dalam bahan dari kabinetbayangan.id, kegiatan tersebut didasarkan pada hak warga negara yang dijamin Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F UUD 1945.

Ketentuan tersebut berkaitan dengan kebebasan warga untuk berserikat, berkumpul, menyampaikan pendapat, berkomunikasi, serta memperoleh dan menyampaikan informasi.

Gerakan itu juga menjelaskan perbedaan prinsip hukum bagi pemerintah dan warga negara.

Dalam hukum administrasi negara, penyelenggara negara bertindak berdasarkan asas legalitas. Sementara warga negara berada dalam prinsip presumption of liberty, yaitu dapat melakukan tindakan sepanjang tidak dilarang hukum.

Atas dasar tersebut, Kabinet Bayangan menempatkan dirinya sebagai gerakan masyarakat sipil yang melakukan pengawasan dan advokasi kebijakan, bukan lembaga dengan kewenangan pemerintahan.

Tantangan Kabinet Bayangan Indonesia

Meski memiliki anggota dengan kapasitas akademik dan profesional, Kabinet Bayangan tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satu persoalan utama adalah keterhubungan dengan kelompok masyarakat yang lebih luas.

Berbeda dengan sejumlah gerakan sosial sebelumnya yang bertumpu pada basis buruh, petani, mahasiswa, atau masyarakat di tingkat lokal, Kabinet Bayangan lebih banyak diisi kalangan profesional, akademisi, peneliti, dan aktivis perkotaan.

Komposisi tersebut menjadi kekuatan karena para anggotanya memiliki kemampuan melakukan analisis kebijakan.

Namun, kondisi yang sama juga berpotensi menciptakan jarak dengan masyarakat apabila gerakan tidak mampu memperluas partisipasi warga.

Karena itu, tantangan Kabinet Bayangan bukan hanya menghasilkan kritik dan rekomendasi kebijakan berkualitas, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat di berbagai sektor serta daerah.

Pengalaman gerakan oposisi masyarakat sipil sebelumnya menunjukkan keberlanjutan menjadi persoalan yang tidak mudah.

Indonesia pernah memiliki sejumlah eksperimen gerakan politik masyarakat sipil, mulai dari kampanye “Jangan Pilih Politisi Busuk” menjelang Pemilu 2004, Blok Politik Demokratis, Go Politics, Gerakan JOINT di Yogyakarta, hingga keterlibatan kelompok petani dalam politik lokal di Batang, Jawa Tengah.

Sebagian gerakan tersebut tidak berkembang menjadi kekuatan oposisi yang berkelanjutan.

Kabinet Bayangan kini mencoba pendekatan berbeda dengan menggabungkan pengawasan masyarakat sipil, kapasitas profesional, riset, serta penyusunan alternatif kebijakan.

Keberhasilannya pada akhirnya akan bergantung pada konsistensi kerja para anggotanya, kualitas evaluasi yang diterbitkan, independensi dari kepentingan politik, keterbukaan kepada publik, serta kemampuan melibatkan masyarakat.

Di tengah terbatasnya oposisi formal, keberadaan Kabinet Bayangan Indonesia menjadi eksperimen baru masyarakat sipil untuk mengawasi kekuasaan. Publik pada akhirnya akan menilai gerakan tersebut berdasarkan hasil kerja, kualitas alternatif kebijakan, dan kemampuannya mempertahankan independensi dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Tags: akademisiKabinet Bayangan IndonesiaMahasiswaorganisasi masyarakat sipilReformasi 1998

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Kabinet Bayangan Indonesia menjadi eksperimen baru masyarakat sipil

Struktur Kabinet Bayangan Indonesia 2026, Lengkap dengan Pembagian Bidang Pengawasan

by Saddam
1 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Struktur Kabinet Bayangan Indonesia 2026 terdiri atas 15 anggota yang berasal dari kalangan akademisi, ekonom, peneliti, dan...

Pemeriksaan Segar Sayang Berlanjut, Keputusan Sanksi Pejabat Masih Menunggu

Vidal “Segar Sayang” Bengkulu: Sanksi Pejabat Masih Tertunda, Saksi Kunci Belum Hadir

by Hendrawan
1 September 2026
0

Kasus Segar Sayang Bengkulu masih diperiksa. Sanksi pejabat Pemprov belum diputuskan karena saksi kunci belum hadir hingga 1 September 2026.

Saksi Kunci Belum Hadir, Bagaimana Nasib Pejabat dalam Kasus Segar Sayang

Mengapa Sanksi Kasus Segar Sayang Belum Keluar? Ini Perkembangan Terbarunya

by Dani
1 September 2026
0

Mengapa sanksi kasus Segar Sayang belum keluar? Pemeriksaan masih menunggu saksi kunci dan harus melewati klarifikasi serta mekanisme disiplin ASN.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya Usut Layanan Viral

Ramai Ulasan Bintang 1, Dispendukcapil Surabaya Periksa Pelayanan Petugas Front Office

by Hendrawan
30 August 2026
0

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya menyelidiki keluhan layanan front office dan menyiapkan sanksi jika pelanggaran terbukti.

Keluhan Warga soal Dispendukcapil Surabaya Ditindaklanjuti, Petugas Terancam Sanksi Jika Terbukti

Fakta Layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya yang Viral

by Wawan
30 August 2026
0

Fakta kasus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, mulai dari keluhan warga, klarifikasi, rencana sanksi hingga evaluasi petugas.

Dispendukcapil Surabaya Investigasi Petugas Front Office Judes

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya Usut Petugas Front Office yang Dikeluhkan Warga

by Hendrawan
30 August 2026
0

Dispendukcapil Surabaya mengklarifikasi keluhan layanan KTP sebelum menentukan sanksi. Simak konteks pemeriksaan dan fokus evaluasi front office.

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

: Petugas Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo saat melaksanakan survey Pendataan Armada Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) di wilayah Kabupaten Gorontalo. (foto Rini)

Dishub Gorontalo Siapkan Gerai Terpadu untuk Perizinan AKDP

21 August 2026
: Pendim 0821 Lumajang (Istimewa)

Pelebaran Jalan Setapak di Desa Tumpeng Permudah Akses Petani

12 August 2026
Ilustrasi gambar Mayat

Pria 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah di Galur Kulon Progo

25 May 2026
Pemerintah Dorong Revitalisasi SMK di Rembang untuk Tingkatkan Kualitas Vokasi

Pemerintah Dorong Revitalisasi SMK di Rembang untuk Tingkatkan Kualitas Vokasi

6 January 2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi dan kegiatan Gebyar Keselamatan 2024 di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang

Kakorlantas Polri Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi: Upaya Tangguhkan Kecelakaan

3 March 2024
Polda Jambi Gelar Upacara Hari Juang Polri, Kapolda: Jadikan Sejarah sebagai Pedoman Pengabdian

Polda Jambi Peringati Hari Juang Polri dengan Upacara Khidmat

21 August 2026

Update Corona di Indonesia Rabu 06 Maret 2020: Kasus Positif Menjadi 12.438 dan Pasien Sembuh 2.317 Orang

6 May 2020

Artikel Terbaru

: Foto Ilustrasi/Istimewa

Tumpeng Raksasa 6 Meter Jadi Daya Tarik Utama Grebek Tumpeng Randuagung 2026

1 September 2026
Kabinet Bayangan Indonesia menjadi eksperimen baru masyarakat sipil

Struktur Kabinet Bayangan Indonesia 2026, Lengkap dengan Pembagian Bidang Pengawasan

1 September 2026
Polisi Kejar Begal yang terekam CCTV di Jaksel

Polisi Selidiki Kasus Pembegalan di Tebet yang Terekam CCTV

1 September 2026
Kabinet Bayangan Indonesia dipelopori pakar hukum tata negara Feri Amsari bersama Ahmad Jilul QF dari Masyarakat Transparansi Indonesia

Mengapa Kabinet Bayangan Indonesia Dibentuk? Ini Latar Belakang, Anggota, dan Targetnya

1 September 2026
Review Gol Peralta Bawa Persib Melaju Ke Fase Grup Acl Two

Gol Menit Akhir Peralta Antar PERSIB ke Fase Grup ACL Two 2026/2027

1 September 2026
Caption foto: Prosesi pemasangan tanda pangkat Komisaris Polisi (Kompol) Pengabdian kepada Kapolsek Srandakan dalam upacara kenaikan pangkat di halaman Mako Polres Bantul, Selasa (1/9/2026) pagi. Kenaikan pangkat tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian menjelang masa purna bakti.

Kapolsek Srandakan AKP Jumadi Naik Pangkat Jadi Kompol Pengabdian Jelang Pensiun

1 September 2026
Kabinet Bayangan Indonesia

Kabinet Bayangan Indonesia Siapa Saja? Ini Daftar 15 Anggota dan Tugas Pengawasannya

1 September 2026

Popular Story

: Penguatan potensi komoditas lokal dan intervensi berbasis data lapangan merupakan strategi krusial dalam memacu hilirisasi ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah transmigrasi. Pemkab Parigi Moutong pertajam profiling kawasan Bahari Raya, Rabu (26/8/2026).
Pemerintah

Pemkab Parigi Moutong Fokus Tingkatkan Profil Komoditas Unggulan di Kawasan Transmigrasi Bahari

by Wawan
27 August 2026
0

Headline.co.id, Parigi Moutong ~ Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berupaya memperkuat profil komoditas...

Read moreDetails

Kapolda Kalteng: Penanganan Karhutla di Tumbang Nusa Berhasil Dikendalikan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Sungai Guntung Hilir Terus Dilanjutkan

Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Peluang Hujan Masih Ada

Li Claudia Pantau Drainase dan PJU, Upaya Atasi Banjir dan Penerangan Jalan

Jadwal Timnas U20 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Indonesia Hadapi Malaysia, Laos, dan Australia di Grup H

Aceh Tamiang Fokus Maksimalkan Serapan TKD untuk Pemulihan Pascabencana

Juventus Pertahankan Rekor Sempurna Usai Kalahkan Parma 2-0

Kemenpar Promosikan Wisata Selam Maratua ke Pasar Malaysia dan Singapura

Diskusi IAD Batang Dorong Penguatan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.