Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pemerintahan

Mengapa Kabinet Bayangan Indonesia Dibentuk? Ini Latar Belakang, Anggota, dan Targetnya

Saddam by Saddam
2 months ago
in Pemerintahan
Reading Time: 10 mins read
411 13
A A
0
Kabinet Bayangan Indonesia dipelopori pakar hukum tata negara Feri Amsari bersama Ahmad Jilul QF dari Masyarakat Transparansi Indonesia

Kabinet Bayangan Indonesia dipelopori pakar hukum tata negara Feri Amsari bersama Ahmad Jilul QF dari Masyarakat Transparansi Indonesia (Dok Foto indonews,id)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Kabinet Bayangan Indonesia dibentuk oleh Koalisi Masyarakat Sipil sebagai wadah pengawasan independen terhadap kebijakan dan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gerakan yang dideklarasikan di Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 27 Juli 2026, itu melibatkan 15 akademisi, ekonom, peneliti, dan aktivis yang bekerja secara pro bono serta nonpartisan. Pembentukannya dilatarbelakangi penilaian bahwa fungsi checks and balances perlu diperkuat di tengah besarnya koalisi pemerintah dan terbatasnya peran oposisi formal di parlemen.

Contents

    • 0.1. Dirjen Pajak Ungkap Kejanggalan Rotasi Kemenkeu Era Purbaya, Assessment Jadi Sorotan
    • 0.2. Dirjen Pajak Soroti “Nama Ajaib” di Kemenkeu, Rotasi Pejabat Tanpa Assessment Dibatalkan
  • 1. Mengapa Kabinet Bayangan Indonesia Dibentuk?
  • 2. Lahir di Tengah Sorotan terhadap Fungsi Oposisi
  • 3. Siapa Saja Anggota Kabinet Bayangan Indonesia?
  • 4. Setiap Anggota Mengawasi Kementerian Berbeda
  • 5. Lima Instrumen Pengawasan Kabinet Bayangan
  • 6. Target Jangka Pendek Kabinet Bayangan
  • 7. Target Jangka Menengah: Bangun Ekosistem Teknokrat
  • 8. Pemerintah Beri Respons Beragam
  • 9. Kabinet Bayangan Tegaskan Bukan Pemerintahan Tandingan
  • 10. Tantangan Kabinet Bayangan Indonesia

Kabinet Bayangan Indonesia dipelopori pakar hukum tata negara Feri Amsari bersama Ahmad Jilul QF dari Masyarakat Transparansi Indonesia. Para anggotanya ditugaskan mengawasi kementerian dan lembaga negara sekaligus menyusun proposal kebijakan alternatif berbasis riset serta data.

You might also like

Mayoritas perubahan jabatan terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak

Dirjen Pajak Ungkap Kejanggalan Rotasi Kemenkeu Era Purbaya, Assessment Jadi Sorotan

17 September 2026
Direktorat Jenderal Pajak

Dirjen Pajak Soroti “Nama Ajaib” di Kemenkeu, Rotasi Pejabat Tanpa Assessment Dibatalkan

17 September 2026

Gerakan tersebut menegaskan Kabinet Bayangan Indonesia bukan pemerintahan tandingan dan tidak memiliki kewenangan formal sebagaimana kabinet pemerintahan. Kehadirannya diarahkan untuk menjadi salah satu instrumen masyarakat sipil dalam mengawasi kekuasaan, memberikan evaluasi kebijakan, dan menawarkan solusi alternatif kepada publik.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

“Pembentukan Kabinet Bayangan ini sebagai wadah pengawasan dan penyeimbang terhadap pemerintahan Prabowo Subianto. Kami akan pantau semua kinerja mereka dan melaporkannya ke publik,” kata Feri Amsari saat deklarasi.

Mengapa Kabinet Bayangan Indonesia Dibentuk?

Salah satu alasan utama pembentukan Kabinet Bayangan adalah keinginan memperkuat fungsi pengawasan substantif terhadap pemerintah.

Dalam keterangan resmi yang dicantumkan dalam bahan dari kabinetbayangan.id, gerakan tersebut menilai fungsi checks and balances yang seharusnya antara lain dijalankan melalui parlemen perlu diperkuat karena besarnya koalisi pemerintahan serta minimnya kekuatan oposisi formal.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah akademisi dan aktivis demokrasi mencari mekanisme pengawasan dari luar institusi politik formal.

Kabinet Bayangan kemudian dirancang sebagai gerakan masyarakat sipil yang tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menghasilkan analisis kebijakan berbasis data dan menawarkan alternatif kebijakan.

Konsep yang digunakan mengadaptasi prinsip shadow cabinet yang telah dikenal di negara seperti Inggris, Australia, dan Kanada. Namun, penerapannya disesuaikan dengan kondisi politik dan ketatanegaraan Indonesia.

Berbeda dengan shadow cabinet dalam sistem parlementer yang biasanya berasal dari partai oposisi, Kabinet Bayangan Indonesia dibentuk oleh unsur masyarakat sipil.

Lahir di Tengah Sorotan terhadap Fungsi Oposisi

Peluncuran Kabinet Bayangan juga tidak terlepas dari kondisi politik nasional setelah terbentuknya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Koalisi partai pendukung pemerintah yang besar dinilai membuat ruang oposisi formal semakin terbatas. Dalam kondisi tersebut, kelompok masyarakat sipil melihat perlunya alternatif pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

Kabinet Bayangan secara khusus berfokus mengawasi cabang eksekutif karena kabinet merupakan bagian pemerintahan yang menjalankan kebijakan sehari-hari.

Feri menjelaskan satu anggota Kabinet Bayangan bahkan dapat mengawasi enam hingga tujuh kementerian atau lembaga sekaligus.

Menurut dia, mekanisme tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa struktur pengawasan terhadap pemerintahan dapat dilakukan oleh kelompok yang lebih ramping.

Kabinet Bayangan juga menjadi bagian dari eksperimen panjang masyarakat sipil Indonesia dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.

Selepas Reformasi 1998, mahasiswa, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai kelompok kritis memiliki peran penting dalam mendorong perubahan politik.

Dalam perkembangannya, ruang politik formal kembali banyak diisi elite partai dan kelompok dengan kekuatan ekonomi. Kondisi tersebut menjadi salah satu konteks munculnya berbagai gerakan masyarakat sipil yang berupaya mempertahankan fungsi pengawasan.

Siapa Saja Anggota Kabinet Bayangan Indonesia?

Kabinet Bayangan Indonesia terdiri atas 15 orang dari sejumlah bidang keahlian.

Berikut susunan anggotanya:

  1. Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari
  2. Sekretaris Kabinet: Ahmad Jilul QF
  3. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara: Armand Suparman
  4. Menteri Luar Negeri: Showan Al-Banna Choiruzzad
  5. Menteri Pertahanan: Surie Maharani
  6. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati
  7. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara: Yance Arizona
  8. Menteri Perekonomian: Media Wahyu Askar
  9. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara
  10. Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim: Iqbal Damanik
  11. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Iman Zanatil Haeri
  12. Menteri Riset, Teknologi, dan Digital: Nenden Sekar Arum
  13. Menteri Kesehatan: Irma Hidayana
  14. Menteri Sosial dan Layanan Dasar: Nabiyla Risfa Izzati
  15. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah

Dalam proses pembentukan dan lingkungan gerakan tersebut juga terdapat keterlibatan sejumlah pakar, antara lain Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Erry Riyana Hardjapamekas.

Anggota Kabinet Bayangan dipilih melalui mekanisme seleksi yang melibatkan usulan publik dan panel independen.

Seluruh anggota disebut bekerja secara sukarela tanpa imbalan finansial. Mereka juga berasal dari latar belakang keahlian yang disesuaikan dengan bidang kebijakan yang akan diawasi.

Setiap Anggota Mengawasi Kementerian Berbeda

Pembagian tugas Kabinet Bayangan tidak dibuat sama persis dengan struktur Kabinet Merah Putih.

Satu anggota dapat mengawasi satu hingga sejumlah kementerian dan lembaga yang memiliki bidang kebijakan berkaitan.

Feri Amsari, misalnya, sebagai Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan mengawasi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.

Bhima Yudhistira Adhinegara mendapat tugas di bidang Keuangan dan Tata Kelola Anggaran dengan mengawasi kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Media Wahyu Askar sebagai Menteri Perekonomian memiliki ruang lingkup lebih luas. Bidang pengawasannya meliputi kebijakan Menko Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Investasi dan Hilirisasi, Koperasi, UMKM, Perdagangan, BUMN, Pariwisata, serta Ekonomi Kreatif.

Sementara Nabiyla Risfa Izzati sebagai Menteri Sosial dan Layanan Dasar mengawasi kebijakan di sejumlah sektor, mulai dari sosial, pemberdayaan masyarakat, kependudukan, ketenagakerjaan, pekerja migran, pekerjaan umum, hingga perumahan.

Model tersebut membuat struktur Kabinet Bayangan lebih ramping dibandingkan jumlah pejabat yang mereka awasi.

Lima Instrumen Pengawasan Kabinet Bayangan

Kabinet Bayangan tidak hanya membagi anggotanya berdasarkan sektor pemerintahan. Gerakan ini juga menetapkan mekanisme kerja yang digunakan untuk mengawasi kebijakan publik.

Setidaknya terdapat lima instrumen utama.

Pertama, melakukan riset dan analisis berbasis data terhadap kebijakan pemerintah.

Riset tersebut menjadi dasar penyusunan evaluasi maupun rekomendasi sehingga kritik yang disampaikan tidak hanya didasarkan pada pendapat.

Kedua, menerbitkan catatan kebijakan, laporan, dan konten publik.

Hasil analisis terhadap kebijakan pemerintah akan disampaikan kepada masyarakat agar dapat menjadi bahan penilaian terhadap kinerja pemerintah.

Ketiga, mengadakan shadow hearing atau rapat dengar pendapat versi masyarakat sipil.

Forum tersebut dirancang untuk membahas suatu kebijakan bersama pihak-pihak yang memiliki pengetahuan atau kepentingan terhadap persoalan tertentu.

Keempat, membangun Dashboard Publik untuk melacak pelaksanaan janji pemerintah.

Instrumen tersebut diarahkan agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan komitmen maupun kebijakan pemerintah secara lebih terukur.

Kelima, menyusun Alternative State of the Nation.

Dokumen tersebut dirancang sebagai evaluasi alternatif mengenai kondisi Indonesia sekaligus menawarkan perspektif kebijakan di luar laporan pemerintah.

Target Jangka Pendek Kabinet Bayangan

Dalam jangka pendek, Kabinet Bayangan menargetkan tiga fungsi utama.

Pertama, menjadi alternatif oposisi substantif berbasis bukti.

Gerakan tersebut ingin mengisi ruang pengawasan melalui analisis kebijakan yang dapat diuji berdasarkan data dan metodologi.

Kedua, menjadi pengawas pemerintah yang kredibel.

Kredibilitas tersebut hendak dibangun melalui konsistensi evaluasi, transparansi kerja, serta kompetensi para anggotanya di bidang masing-masing.

Ketiga, menjadi sumber rujukan kebijakan bagi masyarakat dan media.

Hasil riset serta catatan kebijakan yang diterbitkan diharapkan dapat digunakan publik untuk memahami dampak kebijakan pemerintah secara lebih mendalam.

Dengan demikian, gerakan tersebut tidak hanya ingin menjadi kelompok yang menyampaikan kritik, tetapi juga menyediakan pilihan kebijakan.

Target Jangka Menengah: Bangun Ekosistem Teknokrat

Kabinet Bayangan memiliki target yang lebih luas dalam jangka menengah.

Gerakan tersebut ingin membangun ekosistem teknokrat progresif yang mampu menyiapkan alternatif kebijakan nasional.

Tujuan ini menjadikan Kabinet Bayangan tidak semata-mata berorientasi pada pengawasan terhadap kebijakan yang sedang berjalan.

Para anggotanya juga diarahkan untuk menawarkan rancangan kebijakan yang dapat menjadi pilihan ketika pemerintah menghadapi persoalan tertentu.

Pendekatan ini membedakannya dengan sejumlah gerakan oposisi sebelumnya yang lebih banyak berorientasi pada mobilisasi politik atau basis kelompok masyarakat tertentu.

Kabinet Bayangan menempatkan kapasitas teknokratis, keahlian profesional, riset, dan pengolahan data sebagai instrumen utamanya.

Pemerintah Beri Respons Beragam

Kemunculan Kabinet Bayangan mendapat tanggapan dari sejumlah tokoh pemerintah dan pakar hukum.

Berdasarkan informasi dalam bahan yang dirilis CNBC Indonesia pada Rabu, 29 Juli 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan pemerintah menghormati partisipasi masyarakat selama didasarkan pada data dan diarahkan pada solusi konkret.

Sementara Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan nomenklatur shadow cabinet tidak dikenal dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Pandangan lain disampaikan pakar hukum Mahfud MD.

Dalam wawancara dengan Tribunnews pada Kamis, 30 Juli 2026, Mahfud menilai pembentukan kelompok tersebut merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara untuk berserikat dan menyampaikan pendapat sepanjang tidak mengklaim memiliki kekuasaan formal.

Perbedaan respons tersebut menjadi bagian dari perdebatan mengenai posisi Kabinet Bayangan dalam sistem politik Indonesia.

Kabinet Bayangan Tegaskan Bukan Pemerintahan Tandingan

Koalisi masyarakat sipil menegaskan pembentukan Kabinet Bayangan bukan dimaksudkan sebagai pemerintahan tandingan maupun upaya mengambil kewenangan pemerintah.

Dalam keterangan resmi yang dicantumkan dalam bahan dari kabinetbayangan.id, kegiatan tersebut didasarkan pada hak warga negara yang dijamin Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F UUD 1945.

Ketentuan tersebut berkaitan dengan kebebasan warga untuk berserikat, berkumpul, menyampaikan pendapat, berkomunikasi, serta memperoleh dan menyampaikan informasi.

Gerakan itu juga menjelaskan perbedaan prinsip hukum bagi pemerintah dan warga negara.

Dalam hukum administrasi negara, penyelenggara negara bertindak berdasarkan asas legalitas. Sementara warga negara berada dalam prinsip presumption of liberty, yaitu dapat melakukan tindakan sepanjang tidak dilarang hukum.

Atas dasar tersebut, Kabinet Bayangan menempatkan dirinya sebagai gerakan masyarakat sipil yang melakukan pengawasan dan advokasi kebijakan, bukan lembaga dengan kewenangan pemerintahan.

Tantangan Kabinet Bayangan Indonesia

Meski memiliki anggota dengan kapasitas akademik dan profesional, Kabinet Bayangan tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satu persoalan utama adalah keterhubungan dengan kelompok masyarakat yang lebih luas.

Berbeda dengan sejumlah gerakan sosial sebelumnya yang bertumpu pada basis buruh, petani, mahasiswa, atau masyarakat di tingkat lokal, Kabinet Bayangan lebih banyak diisi kalangan profesional, akademisi, peneliti, dan aktivis perkotaan.

Komposisi tersebut menjadi kekuatan karena para anggotanya memiliki kemampuan melakukan analisis kebijakan.

Namun, kondisi yang sama juga berpotensi menciptakan jarak dengan masyarakat apabila gerakan tidak mampu memperluas partisipasi warga.

Karena itu, tantangan Kabinet Bayangan bukan hanya menghasilkan kritik dan rekomendasi kebijakan berkualitas, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat di berbagai sektor serta daerah.

Pengalaman gerakan oposisi masyarakat sipil sebelumnya menunjukkan keberlanjutan menjadi persoalan yang tidak mudah.

Indonesia pernah memiliki sejumlah eksperimen gerakan politik masyarakat sipil, mulai dari kampanye “Jangan Pilih Politisi Busuk” menjelang Pemilu 2004, Blok Politik Demokratis, Go Politics, Gerakan JOINT di Yogyakarta, hingga keterlibatan kelompok petani dalam politik lokal di Batang, Jawa Tengah.

Sebagian gerakan tersebut tidak berkembang menjadi kekuatan oposisi yang berkelanjutan.

Kabinet Bayangan kini mencoba pendekatan berbeda dengan menggabungkan pengawasan masyarakat sipil, kapasitas profesional, riset, serta penyusunan alternatif kebijakan.

Keberhasilannya pada akhirnya akan bergantung pada konsistensi kerja para anggotanya, kualitas evaluasi yang diterbitkan, independensi dari kepentingan politik, keterbukaan kepada publik, serta kemampuan melibatkan masyarakat.

Di tengah terbatasnya oposisi formal, keberadaan Kabinet Bayangan Indonesia menjadi eksperimen baru masyarakat sipil untuk mengawasi kekuasaan. Publik pada akhirnya akan menilai gerakan tersebut berdasarkan hasil kerja, kualitas alternatif kebijakan, dan kemampuannya mempertahankan independensi dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: akademisiKabinet Bayangan IndonesiaMahasiswaorganisasi masyarakat sipilReformasi 1998

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Mayoritas perubahan jabatan terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak

Dirjen Pajak Ungkap Kejanggalan Rotasi Kemenkeu Era Purbaya, Assessment Jadi Sorotan

by Saddam
17 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengungkap kejanggalan dalam proses rotasi pejabat Kementerian Keuangan pada era Menteri Keuangan Purbaya...

Direktorat Jenderal Pajak

Dirjen Pajak Soroti “Nama Ajaib” di Kemenkeu, Rotasi Pejabat Tanpa Assessment Dibatalkan

by Saddam
17 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menyoroti munculnya sejumlah “nama ajaib” dalam daftar rotasi pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan...

Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai Minta Rotasi Ditunda karena Ada “Nama Ajaib”

Dirjen Pajak Ungkap ‘Nama Ajaib’ dalam Rotasi Kemenkeu, Pejabat Tanpa Assessment Dibatalkan

by Saddam
17 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengungkap adanya sejumlah “nama ajaib” dalam rotasi pejabat Kementerian Keuangan yang dilakukan pada...

Itu kan hak prerogatif presiden, kita ikuti saja

Purbaya Akui Sudah Prediksi Pergantian Menkeu, Kini Pilih Tak Kembali Jadi Pejabat Negara

by Saddam
16 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah memperkirakan kemungkinan dirinya diganti dari jabatan pejabat negara sebelum...

Kabinet Bayangan Indonesia menjadi eksperimen baru masyarakat sipil

Struktur Kabinet Bayangan Indonesia 2026, Lengkap dengan Pembagian Bidang Pengawasan

by Saddam
1 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Struktur Kabinet Bayangan Indonesia 2026 terdiri atas 15 anggota yang berasal dari kalangan akademisi, ekonom, peneliti, dan...

Pemeriksaan Segar Sayang Berlanjut, Keputusan Sanksi Pejabat Masih Menunggu

Vidal “Segar Sayang” Bengkulu: Sanksi Pejabat Masih Tertunda, Saksi Kunci Belum Hadir

by Hendrawan
1 September 2026
0

Kasus Segar Sayang Bengkulu masih diperiksa. Sanksi pejabat Pemprov belum diputuskan karena saksi kunci belum hadir hingga 1 September 2026.

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Kapolres Bantul Melakukan Sertijab Sejumlah Pejabat di Polres dan Polsek

Kapolres Bantul Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

30 October 2025
Polantas KARIB, Satlantas Subang Gelar Servis Motor Gratis untuk Driver Ojol

Satlantas Subang Adakan Servis Motor Gratis untuk Pengemudi Ojol

23 August 2026
: Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) menyampaikan manfaat PLTS untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

PLN Dorong Pengembangan Energi Terbarukan Melalui PLTS Gilimanuk

27 August 2026

Hindari 8 hal ini agar puasamu tak hanya sekedar menahan lapar dan haus tapi tak mendapat pahala

7 May 2019
Bupati Lumajang: Pencak Silat sebagai Pelindung Budaya di Tengah Globalisasi

Bupati Lumajang: Pencak Silat sebagai Pelindung Budaya di Tengah Globalisasi

9 February 2026
Satresmob Bareskrim Polri Amankan Tersangka Penggelapan Dolar AS Senilai Rp1,2 Miliar

Satresmob Bareskrim Polri Amankan Tersangka Penggelapan Dolar AS Senilai Rp1,2 Miliar

27 May 2026
Gorontalo Dapat Pengakuan sebagai Provinsi Layak Anak 2025

Gorontalo Dapat Pengakuan sebagai Provinsi Layak Anak 2025

12 December 2025

Artikel Terbaru

Polri Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Digital untuk Hindari Penipuan Online

Polri Minta Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online

17 October 2026
Lewat Jumat Curhat, Polda Sulteng Ajak Warga Sigi Jaga Kamtibmas

Jumat Curhat Polda Sulteng Dorong Warga Sigi Jaga Kamtibmas

17 October 2026
Kapolda Bengkulu Sampaikan Commander Wish Kapolri, Tekankan Polisi Bersama Masyarakat

Kapolda Bengkulu Perkuat Arahan Commander Wish Kapolri

17 October 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 3.5 Guncang Pulau Karatung, Sulawesi Utara

Gempa M 3,5 Tercatat 192 Km Barat Laut Pulau Karatung

17 October 2026
Jumat Keliling di Masjid Al-Muawwanah, Kapolda NTT Ajak Personel Polri Perkuat Iman, Disiplin, dan Pelayanan kepada Masyarakat

Jumat Keliling Polda NTT Tekankan Iman dan Pelayanan

17 October 2026
Juara II FIKSI 2026, Siswa MAN 1 Kudus Dapat Golden Ticket Kuliah di Undiksha

KUDUSHOLIC Antarkan Siswa MAN 1 Kudus Raih Juara II FIKSI

17 October 2026
100 PPPK Kemenag Sumsel Dibekali Densus 88 untuk Tangkal Paham Radikal

Densus 88 Bekali 100 PPPK Kemenag Sumsel Cegah Paham IRET

17 October 2026

Popular Story

Polda Sumbar Telusuri Dugaan Jaringan Narkoba Internasional di Pasar Gaung
Nasional

Plastik Berkode Jadi Petunjuk Jaringan Narkoba Internasional

by Dwina
13 October 2026
0

Headline.co.id ~ Polda Sumatera Barat mendalami dugaan keterkaitan jaringan narkoba internasional setelah...

Read moreDetails

Penukaran Tiket Persib Vs Cong Viettel di Kodim 0624

Seleksi Paskibraka Nasional 2026, Fathir Wakili Sumbar

Program MBG Dorong Ekonomi Serdang Bedagai Tumbuh 5,78 Persen

Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari dengan 1.300 Penari

DPR Minta Polri Tindak Tegas Polisi Gadungan di Garut

Mahasabha XIII PHDI Ditutup, Wamenag Sampaikan Tiga Pesan

Sandy Walsh Debut sebagai Starter Persib di ACL Two

Komdigi Perluas Pelindungan Anak di Ruang Digital

Rehabilitasi Desa Adat Sade Fokus Keselamatan dan Ekonomi Warga

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.