Headline.co.id, Jakarta ~ Pendaftaran omi kemenag 2026 bidang sains tingkat Kabupaten/Kota masih dibuka hingga 2 September 2026, sehingga peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) perlu mematangkan persiapan menghadapi tahapan seleksi yang berlangsung secara berjenjang. Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) diselenggarakan Kementerian Agama untuk peserta didik madrasah melalui bidang Sains dan Riset dengan skema kompetisi yang berbeda.
Pada bidang Sains, omi kemenag 2026 dapat diikuti siswa MI, MTs, dan MA dengan tahapan seleksi mulai dari satuan pendidikan, Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional. Khusus jenjang MI/SD/sederajat, bidang yang dilombakan mencakup Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi dengan soal yang dirancang untuk mengukur pemahaman, kemampuan analisis, hingga pemecahan masalah.
Persiapan menghadapi omi kemenag 2026 tidak hanya membutuhkan penguasaan materi, tetapi juga pemahaman terhadap bentuk dan mekanisme tes pada setiap jenjang. Peserta dapat menggunakan contoh soal Matematika MI sebagai bahan latihan untuk mengenali pola pertanyaan sebelum menghadapi kompetisi resmi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Berdasarkan Petunjuk Teknis OMI 2026 Kementerian Agama dalam bahan yang dihimpun, pendaftaran bidang sains berlangsung pada 27 Agustus sampai 2 September 2026. Sementara pendaftaran bidang riset telah dimulai sejak 22 Agustus 2026.
“Pendaftaran 27 Agustus–2 September 2026,” demikian ketentuan yang tercantum dalam Juknis OMI 2026.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Melalui konsep tersebut, kompetisi tidak hanya diarahkan untuk menguji kemampuan akademik peserta. OMI juga mengintegrasikan nilai keislaman, penguasaan ilmu pengetahuan, kepedulian terhadap lingkungan, budaya lokal, serta pengembangan kreativitas dan inovasi.
Contoh Soal OMI Kemenag 2026 Matematika MI
Pada OMI bidang Sains, soal diarahkan agar peserta tidak sekadar menghafal konsep. Peserta dituntut memahami informasi, menganalisis data, menyelesaikan persoalan, dan menggunakan konsep matematika dalam situasi sehari-hari.
Berikut 10 contoh soal Matematika MI yang dapat digunakan sebagai bahan latihan.
- Romanov berangkat ke masjid pukul 03.35 dan tiba 12 menit kemudian. Ia tiba pada pukul …
A. 03.42
B. 03.45
C. 03.47
D. 03.50
Jawaban: C. 03.47
- Nenek memiliki 3/4 kilogram tepung. Sebanyak 2/5 bagian dari tepung tersebut digunakan untuk membuat pisang goreng. Berapa jumlah tepung yang digunakan?
A. 1/5 kg
B. 3/10 kg
C. 2/5 kg
D. 1/2 kg
Jawaban: B. 3/10 kg
Perhitungannya adalah 2/5 × 3/4 = 6/20 atau 3/10 kilogram.
- Lima bilangan memiliki rata-rata 26. Jika empat bilangan tersebut adalah 18, 22, 27, dan 31, bilangan kelima adalah …
A. 30
B. 31
C. 32
D. 33
Jawaban berdasarkan perhitungan: C. 32
Jumlah lima bilangan adalah 26 × 5 = 130. Sementara jumlah empat bilangan yang diketahui adalah 18 + 22 + 27 + 31 = 98. Dengan demikian, bilangan kelima adalah 130 – 98 = 32.
Catatan: bahan awal mencantumkan pilihan D sebagai kunci, tetapi hasil perhitungan menunjukkan jawaban yang tepat adalah C.
- Kelas 6 terdiri dari 32 siswa. Sebanyak 3/8 dari seluruh siswa mengikuti kegiatan olimpiade matematika. Berapa jumlah siswa yang mengikuti kegiatan tersebut?
A. 10
B. 12
C. 14
D. 16
Jawaban: B. 12 siswa
- Sebuah toko memberikan dua pilihan pembayaran. Paket A berisi tiga buku seharga Rp27.000, sedangkan Paket B berisi lima buku seharga Rp40.000. Harga satu buku lebih murah pada …
A. Paket A
B. Paket B
C. Keduanya sama
D. Tidak dapat ditentukan
Jawaban: B. Paket B
Harga setiap buku pada Paket A adalah Rp9.000, sedangkan Paket B Rp8.000 per buku.
- Sebuah botol berisi dua liter air. Air kemudian dituangkan sama banyak ke dalam delapan gelas. Berapa isi setiap gelas?
A. 200 ml
B. 250 ml
C. 300 ml
D. 400 ml
Jawaban: B. 250 ml
- Dalam sebuah kegiatan sosial, lima anak masing-masing menyumbangkan Rp8.000. Jumlah uang yang terkumpul adalah …
A. Rp32.000
B. Rp36.000
C. Rp40.000
D. Rp45.000
Jawaban: C. Rp40.000
- Anin membeli baju seharga Rp80.000 di pasar. Ia mendapat potongan harga 15 persen. Harga setelah mendapat potongan adalah …
A. Rp65.000
B. Rp68.000
C. Rp70.000
D. Rp72.000
Jawaban: B. Rp68.000
Potongan harga sebesar 15 persen dari Rp80.000 adalah Rp12.000. Dengan demikian, harga yang harus dibayar menjadi Rp68.000.
- Babana berlari 250 meter ke timur, kemudian 150 meter ke utara. Jarak terpendek dari posisi awal ke posisi akhirnya adalah …
A. 300 meter
B. 350 meter
C. 400 meter
D. 450 meter
Berdasarkan perhitungan teorema Pythagoras, jarak lurus dari posisi awal adalah √(250² + 150²) atau sekitar 291,5 meter.
Karena tidak terdapat pilihan jawaban yang sama persis dengan hasil tersebut, terdapat ketidaksesuaian antara soal dan pilihan jawaban dalam bahan awal. Bahan awal mencantumkan pilihan A atau 300 meter sebagai jawaban.
- Dalam sebuah ruangan terdapat 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Berapa persentase siswa perempuan?
A. 30 persen
B. 35 persen
C. 40 persen
D. 45 persen
Jawaban: C. 40 persen
Jumlah seluruh siswa sebanyak 30 orang. Persentase siswa perempuan adalah 12/30 × 100 persen atau 40 persen.
Mekanisme Tes OMI 2026 Jenjang MI/SD
Mekanisme tes OMI 2026 untuk jenjang MI/SD/sederajat berbeda pada setiap tingkatan kompetisi. Semakin tinggi jenjang seleksi, bentuk soal dan kemampuan yang diuji juga berkembang.
Pada tingkat satuan pendidikan, mekanisme seleksi dapat berupa tes tulis atau bentuk tes lain yang ditentukan masing-masing satuan pendidikan. Seleksi dilaksanakan oleh Komite OMI Satuan Pendidikan.
Peserta yang berhasil lolos kemudian dapat melanjutkan ke tingkat Kabupaten/Kota.
Pada tingkat Kabupaten/Kota, kompetisi menggunakan Tes OMI Berbasis Komputer dengan 25 soal pilihan ganda. Soal disiapkan Komite Ahli OMI Nasional, sedangkan penilaian dilakukan secara terpusat oleh Komite OMI Nasional.
Sarana pelaksanaan dapat disiapkan Komite Satuan Pendidikan maupun Komite Kabupaten/Kota.
Pada tingkat provinsi, kompetisi juga menggunakan sistem berbasis komputer. Peserta menghadapi 20 soal pilihan ganda dan lima soal pilihan ganda kompleks.
Soal disiapkan Komite Ahli OMI Nasional dan penilaian kembali dilakukan secara terpusat oleh Komite OMI Nasional.
Adapun pada babak nasional atau final, pola pengujian berubah cukup signifikan. Kompetisi dilaksanakan melalui tes berbasis komputer serta eksplorasi atau eksperimen.
Peserta jenjang MI/SD/sederajat akan mengerjakan 10 soal isian singkat dan lima soal esai. Soal dan sarana pada tahap nasional disiapkan Komite OMI Nasional, sedangkan penilaiannya juga dilakukan secara terpusat.
OMI Sains dan OMI Riset Punya Skema Berbeda
OMI 2026 terdiri atas dua bidang utama, yakni Sains dan Riset. Bidang Sains terbuka bagi siswa MI, MTs, dan MA, sedangkan OMI Riset diperuntukkan bagi peserta jenjang MTs dan MA.
Bidang Sains lebih menitikberatkan penguasaan keilmuan dan kemampuan peserta menyelesaikan persoalan melalui seleksi berjenjang.
Sementara bidang Riset memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat dan mempresentasikan penelitian yang bermanfaat serta relevan dengan berbagai tantangan.
Peserta bidang Riset harus menyiapkan karya ilmiah dengan sistematika yang telah ditentukan, mulai dari halaman muka, kata pengantar, daftar isi, abstrak maksimal 200 kata, pendahuluan maksimal 1.000 kata, kajian teori dan tinjauan pustaka maksimal 1.500 kata, hingga metodologi riset maksimal 1.000 kata.
Sosialisasi OMI 2026 Dorong Persiapan Madrasah
Petunjuk Teknis OMI 2026 juga telah disosialisasikan kepada jajaran madrasah. Salah satunya diikuti jajaran Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Tanggamus, Musannip, memimpin jajaran Penmad dalam mengikuti sosialisasi tersebut.
Sosialisasi menjadi sarana untuk memahami ketentuan OMI sekaligus menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan kompetisi di lingkungan madrasah.
Persiapan juga berlangsung di tingkat satuan pendidikan. Sebanyak 50 siswa MTsN 3 Pacitan, misalnya, mengikuti seleksi internal pada Senin, 31 Agustus 2026 untuk memperebutkan sembilan kuota delegasi menuju tingkat Kabupaten.
Setiap madrasah berdasarkan Juknis OMI 2026 hanya dapat mengirimkan tiga peserta terbaik untuk masing-masing bidang studi Matematika, IPA, dan IPS.
Kepala MTsN 3 Pacitan Su’aidi Ghufron Amin mengatakan seleksi internal tidak hanya ditujukan untuk menentukan peserta, tetapi juga memetakan kemampuan akademik dan kesiapan mental siswa.
“Seleksi ini adalah wadah untuk memetakan serta mengasah potensi akademik anak-anak. Kami ingin memastikan sembilan santri yang terpilih benar-benar siap secara materi dan mental,” kata Su’aidi.
Menurut dia, peserta yang berhasil melewati seleksi satuan pendidikan masih harus menghadapi persaingan pada tahapan berikutnya.
“Setelah lulus di tingkat satuan pendidikan, perjuangan mereka belum selesai karena harus langsung bersiap menghadapi seleksi OMI tingkat Kabupaten Pacitan yang tentu persaingan semakin kompetitif,” ujarnya.
MTsN 3 Pacitan selanjutnya menyiapkan program pemusatan latihan intensif bagi sembilan siswa yang dinyatakan lolos seleksi internal.
Dengan mekanisme seleksi yang berlangsung bertahap dari satuan pendidikan hingga nasional, latihan soal menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan peserta OMI. Namun, peserta juga perlu memahami konsep dan proses penyelesaian soal karena kompetisi dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir, analisis, pemecahan masalah, serta penerapan ilmu pengetahuan, bukan sekadar hafalan.




















