Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bersinergi dalam upaya mempercepat pencapaian swasembada garam nasional pada tahun 2027. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor garam dan meningkatkan produksi garam dalam negeri. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan BUMN guna mencapai target tersebut.
Dalam pertemuan yang diadakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, Trenggono menyampaikan bahwa sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi garam nasional. “Kami ingin memastikan bahwa produksi garam nasional dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri,” ujar Trenggono. Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas produksi garam lokal menjadi prioritas utama.
KKP telah menyusun rencana kerja yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN, untuk mengatasi berbagai tantangan dalam produksi garam. Salah satu fokus utama adalah pengembangan teknologi dan infrastruktur yang mendukung peningkatan produksi. Selain itu, KKP juga berencana untuk memberikan pelatihan kepada petani garam guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam memproduksi garam berkualitas tinggi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, KKP akan mengadakan serangkaian pertemuan dan diskusi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan implementasi strategi ini berjalan lancar. Trenggono berharap, dengan adanya dukungan dari BUMN dan pihak terkait lainnya, Indonesia dapat mencapai swasembada garam pada tahun 2027, sehingga tidak lagi bergantung pada impor garam dari negara lain.




















