Headline.co.id, Jakarta ~ Komite Digital Indonesia (Komdigi) mengajak berbagai pihak untuk bersinergi dalam memperkuat talenta dan tata kelola kecerdasan buatan (AI) di sektor keuangan digital. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang yang muncul dari perkembangan teknologi digital. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Ketua Komdigi, Budi Santoso, menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi dalam membangun ekosistem yang mendukung pengembangan talenta di bidang AI. “Kita perlu memastikan bahwa sumber daya manusia kita siap menghadapi perubahan yang dibawa oleh teknologi digital,” ujar Budi dalam sebuah diskusi yang diadakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Selain pengembangan talenta, Komdigi juga menyoroti pentingnya tata kelola AI yang baik untuk memastikan penggunaan teknologi ini secara etis dan bertanggung jawab. Budi menambahkan bahwa regulasi yang tepat diperlukan untuk melindungi konsumen dan menjaga integritas sistem keuangan. “Kita harus memastikan bahwa AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan, bukan sebaliknya,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah konkret, Komdigi berencana mengadakan serangkaian workshop dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja di sektor keuangan digital. Program ini akan melibatkan pakar dari dalam dan luar negeri untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat menjadi salah satu pemain utama dalam industri keuangan digital yang semakin berkembang pesat.

















