Headline.co.id, Jakarta ~ Saham BMRI menjadi salah satu incaran utama investor asing pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. Saham PT Bank Mandiri Tbk tersebut membukukan net buy asing Rp140,01 miliar dan menempati posisi ketiga dalam daftar saham dengan pembelian bersih asing terbesar. Aksi akumulasi berlangsung ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,37 persen ke level 6.525,69.
Saham BMRI berada di tengah kuatnya minat asing terhadap kelompok perbankan berkapitalisasi besar. Pada perdagangan Jumat, investor asing secara keseluruhan mencatatkan net buy Rp974,57 miliar di seluruh pasar, dengan BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI masuk lima besar saham yang paling banyak dibeli bersih.
Masuknya saham BMRI dalam tiga besar net buy asing terjadi bersamaan dengan penguatan sektor keuangan sebesar 0,32 persen. Kondisi pasar Jumat memperlihatkan bahwa aliran dana asing banyak mengarah ke saham perbankan, sementara sejumlah saham komoditas dan industri juga memperoleh pembelian bersih.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
BMRI Catat Net Buy Asing Rp140,01 Miliar
Data perdagangan menunjukkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar pada Jumat sebesar Rp628,49 miliar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di posisi kedua dengan pembelian bersih Rp269,09 miliar. Setelah itu, Bank Mandiri melalui saham BMRI mencatat net buy asing sebesar Rp140,01 miliar.
Posisi BMRI bahkan berada sedikit di atas PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang membukukan pembelian bersih asing Rp137,3 miliar.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menempati posisi kelima dengan net buy Rp113,14 miliar.
Berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada Jumat, 21 Agustus 2026:
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp628,49 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp269,09 miliar
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp140,01 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp137,3 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp113,14 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp99,03 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp27,61 miliar
- PT Timah Tbk (TINS): Rp26,91 miliar
- PT Mayora Indah Tbk (MYOR): Rp17,08 miliar
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS): Rp15,78 miliar
Data tersebut memperlihatkan empat saham bank besar mengisi empat dari lima posisi teratas pembelian bersih asing.
IHSG Tembus Level 6.525
Aksi beli asing pada saham-saham perbankan berlangsung ketika IHSG melanjutkan penguatan pada perdagangan akhir pekan.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 24,10 poin atau 0,37 persen dan ditutup pada level 6.525,69 pada Jumat.
Secara mingguan, IHSG telah mencatat kenaikan sebesar 3,55 persen.
Penguatan tersebut ditopang enam indeks sektoral. IDX Infrastruktur menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,47 persen.
IDX Keuangan menyusul dengan kenaikan 0,32 persen, sedangkan IDX Barang Konsumer Primer menguat 0,23 persen.
IDX Perindustrian tercatat menguat 0,15 persen, sektor terkait transportasi dan logistik naik 0,15 persen, sementara IDX Energi bertambah 0,14 persen.
Sejumlah Sektor Masih Melemah
Meski IHSG berada di zona hijau, tidak seluruh sektor bergerak menguat.
IDX Kesehatan menjadi sektor dengan penurunan terbesar sebesar 0,88 persen. IDX Transportasi melemah 0,48 persen dan IDX Teknologi turun 0,46 persen.
Sementara itu, IDX Properti dan Real Estate serta IDX Barang Konsumer Nonprimer masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,18 persen.
Perbedaan pergerakan sektoral tersebut menunjukkan penguatan IHSG pada Jumat masih ditopang sektor-sektor tertentu, termasuk keuangan yang menjadi tujuan utama sebagian dana asing.
Nilai Transaksi Bursa Capai Rp16,99 Triliun
Aktivitas perdagangan saham di BEI pada Jumat mencatat total volume sebanyak 53,24 miliar saham.
Nilai transaksi mencapai Rp16,99 triliun.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 319 saham menguat, 294 saham melemah, sedangkan 178 saham bergerak stagnan.
Pada saat bersamaan, investor asing membukukan net buy sebesar Rp974,57 miliar di seluruh pasar.
Besarnya pembelian bersih tersebut menjadi bagian dari tren aliran dana asing yang telah berlangsung sepanjang pekan perdagangan 18-21 Agustus 2026.
Asing Masukkan Rp2,23 Triliun Sepanjang Pekan
Sepanjang periode 18-21 Agustus 2026, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih Rp2,23 triliun di seluruh pasar.
Jumlah tersebut terdiri atas net buy Rp548,58 miliar di pasar reguler serta sekitar Rp1,68 triliun di pasar negosiasi dan tunai.
Pada pasar reguler secara kumulatif, BBRI menjadi saham dengan net buy asing terbesar mencapai Rp745,3 miliar.
BBCA berada di posisi kedua sebesar Rp409,1 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan Rp329,1 miliar.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat net buy asing Rp251,2 miliar, sedangkan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencapai Rp133,6 miliar.
Saham PT Timah Tbk (TINS) mencatat net buy Rp125,1 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp88,6 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp40,1 miliar, BBNI Rp38,6 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp37,3 miliar.
BMRI memang tidak tercatat dalam 10 besar net buy asing pasar reguler secara kumulatif pada periode tersebut. Namun, pembelian bersih Rp140,01 miliar pada Jumat membuat saham Bank Mandiri langsung berada di posisi ketiga net buy asing harian.
BBRI Jadi Penopang Utama IHSG
Saham perbankan tidak hanya mendominasi pembelian investor asing, tetapi juga menjadi salah satu penopang pergerakan indeks.
BBRI, yang mencatat net buy asing paling besar pada Jumat, ditutup naik 2,87 persen menjadi Rp3.230 per saham.
Kenaikan tersebut memberikan kontribusi sekitar 14,01 poin terhadap IHSG.
BBRI juga menjadi saham dengan net buy asing terbesar sepanjang periode 18-21 Agustus di pasar reguler dengan nilai Rp745,3 miliar.
Diikuti BBCA dengan Rp409,1 miliar, data tersebut semakin memperlihatkan kuatnya minat investor asing terhadap saham perbankan besar.
Saham Komoditas Turut Diburu
Meski sektor perbankan mendominasi perdagangan Jumat, investor asing juga mengakumulasi sejumlah saham komoditas.
ANTM membukukan net buy asing Rp99,03 miliar pada Jumat. Saham TINS juga mencatat pembelian bersih sebesar Rp26,91 miliar.
Dalam akumulasi sepanjang periode 18-21 Agustus, sejumlah saham pertambangan bahkan menempati posisi tinggi.
AMMN mencatat net buy Rp329,1 miliar, ANTM Rp251,2 miliar, PSAB Rp133,6 miliar, dan TINS Rp125,1 miliar.
BRMS serta INCO juga masuk daftar saham yang paling banyak dibeli asing selama periode tersebut.
Pasar Mencermati Sentimen Global
Penguatan pasar saham domestik masih dibayangi sejumlah faktor eksternal yang dapat memengaruhi arah perdagangan berikutnya.
Sentimen yang menjadi perhatian antara lain eskalasi konflik Amerika Serikat-Iran, pergerakan yield US Treasury, serta risalah IDX.
Risalah tersebut menunjukkan adanya perdebatan mengenai arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Dari dalam negeri, investor turut menantikan rilis Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan transaksi berjalan kuartal II-2026 dari Bank Indonesia.
Data tersebut akan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar dalam menilai kemungkinan berlanjutnya aliran modal asing ke pasar saham Indonesia.
Dengan pembelian bersih Rp140,01 miliar dalam satu hari, saham BMRI menjadi salah satu gambaran kuatnya minat investor asing terhadap saham perbankan pada perdagangan Jumat. Namun, keberlanjutan tren tersebut tetap akan bergantung pada pergerakan IHSG, arus dana asing, serta perkembangan sentimen domestik dan global berikutnya.




















