Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah serius dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayahnya. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengumumkan bahwa sebanyak 26 ton natrium klorida (NaCl) telah disemai dari udara sebagai bagian dari upaya pemadaman karhutla. Penyemaian ini dilakukan dengan menggunakan pesawat yang terbang di atas area yang terkena dampak kebakaran.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi modifikasi cuaca untuk memicu hujan buatan, yang diharapkan dapat membantu memadamkan api yang telah menghanguskan lahan di beberapa wilayah di Riau. Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, menjelaskan bahwa penyemaian garam ini dilakukan di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak karhutla, dengan harapan dapat segera menurunkan hujan dan mengurangi intensitas kebakaran.
Selain itu, Edwar Sanger menambahkan bahwa upaya ini merupakan bagian dari kerja sama pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta instansi terkait lainnya. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa semua langkah yang diambil dapat berjalan efektif dan efisien,” ujar Edwar. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk memastikan bahwa kebakaran tidak meluas. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan patroli dan pemadaman di darat. Dengan kombinasi upaya dari udara dan darat, diharapkan karhutla di Riau dapat segera teratasi dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas, termasuk ancaman terhadap habitat satwa liar seperti harimau Sumatra.















