Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengungkapkan bahwa rencana pembatasan distribusi bahan bakar jenis Pertalite masih dalam tahap kajian. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Jakarta. Kajian ini bertujuan untuk memastikan kebijakan yang diambil nantinya dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Arifin menjelaskan bahwa kajian ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). “Kami masih mengumpulkan data dan masukan dari berbagai pihak untuk memastikan kebijakan ini tepat sasaran,” ujar Arifin. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga ketersediaan bahan bakar dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, Arifin menekankan pentingnya kebijakan ini dalam mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi subsidi bahan bakar. Dengan pembatasan ini, diharapkan penggunaan bahan bakar dapat lebih efisien dan tepat sasaran. “Kami ingin memastikan bahwa subsidi yang diberikan benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Meskipun demikian, Arifin belum dapat memastikan kapan kebijakan ini akan diterapkan. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan dan hasil kajian sebelum mengambil keputusan final. “Kami berharap dapat menyelesaikan kajian ini secepatnya, namun yang terpenting adalah kebijakan yang diambil harus benar-benar matang dan dapat diterima oleh semua pihak,” tutup Arifin.


















