Headline.co.id, Sumenep ~ Surabaya – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan seluruh hak korban dan keluarga korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II terpenuhi. Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus mendukung proses pencarian dan evakuasi, serta memastikan bahwa semua penumpang dan keluarga mendapatkan layanan dan pendampingan yang diperlukan.
Hingga 3 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, data evakuasi menunjukkan bahwa 234 korban telah dievakuasi, dengan 229 orang selamat dan 5 orang meninggal dunia. Menhub Dudy menekankan bahwa keselamatan dan perlindungan penumpang adalah prioritas utama pemerintah. Oleh karena itu, koordinasi intensif dilakukan dengan Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Sumenep, operator kapal, rumah sakit, PT Jasa Raharja, Pelindo, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan korban yang cepat, terpadu, dan menyeluruh.
Menhub Dudy menyatakan bahwa pemerintah memastikan setiap penumpang mendapatkan penanganan yang layak, mulai dari evakuasi, pelayanan kesehatan, pendampingan kepada keluarga, hingga pemenuhan hak-hak sesuai ketentuan yang berlaku. Kementerian Perhubungan mengawasi agar operator dan pihak terkait memenuhi seluruh kewajibannya kepada penumpang dan korban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hak-hak tersebut mencakup penyampaian informasi yang akurat kepada keluarga, pelayanan dan rujukan medis bagi korban yang membutuhkan, kemudahan proses identifikasi korban, fasilitasi penanganan keluarga korban, serta penyelesaian hak atas santunan dan perlindungan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku. Proses pendataan identitas korban dan pencocokan manifest dilakukan secara cermat untuk menghindari kekeliruan dalam penyampaian informasi kepada keluarga.
Kementerian Perhubungan juga meminta operator kapal untuk bersikap kooperatif dan bertanggung jawab dalam memberikan dukungan kepada korban dan keluarga selama proses penanganan berlangsung. Ini termasuk menyediakan informasi yang dibutuhkan, membantu proses administrasi, serta memenuhi kewajiban yang menjadi tanggung jawab operator sesuai ketentuan yang berlaku.
Operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus dilaksanakan oleh tim SAR gabungan. Kementerian Perhubungan memberikan dukungan penuh terhadap upaya tersebut hingga seluruh proses penanganan dinyatakan selesai. Menhub Dudy juga mendukung proses investigasi independen oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab insiden secara objektif. Hasil investigasi akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran, termasuk kepatuhan operator, prosedur operasional, standar pelayanan kepada penumpang, serta penguatan sistem pengawasan.















